Kali ini di Universitas Sunan Gresik
Gresik, bukti.id – Untuk kali kesekian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, terus mendorong hilirisasi riset nasional.
Salah satunya, menggelar sosialisasi skema pendanaan riset dan inovasi di Universitas Sunan Gresik (USG) Jawa Timur, Senin (5/10/2026)
Baca juga: FGD Dosen Fisipol Unimal dan BRIN. Bahas Model Pemulihan Pascabencana
Melalui kegiatan ini, BRIN proaktif mengenalkan berbagai peluang pendanaan riset kepada sivitas akademika untuk melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Dalam paparannya, Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN, Agus Haryono menyampaikan, BRIN memiliki delapan skema pendanaan riset, namun akan difokuskan pada dua skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) yang linier dengan karakter ekosistem kampus, yakni RIIM Kompetisi dan RIIM Startup.
Dua skema pendanaan tersebut dirancang agar penelitian sivitas akademika tidak hanya berhenti pada publikasi, namun dapat bermanfaat untuk masyarakat sekitar dan lebih luas lagi untuk Indonesia.
“Sebagai motor penggerak dalam pengembangan inovasi dengan menggali potensi yang ada di lingkungan sekitar, USG bisa memanfaatkan Skema RIIM KOMPETISI dan RIIM START UP yang terbuka untuk menghasilkan solusi atas tantangan nasional dan global. Di samping itu juga memberikan dampak luas bagi masyarakat dan ekonomi”, sebut Agus.
Baca juga: Waspadai Narkoba dalam Vape. BRIN Bakal Kaji Alat Deteksi Narkoba Murah
Rektor USG Abdul Muhith, menyambut baik inisiatif BRIN yang sejalan dengan upayanya, yang saat ini terus mendorong seluruh dosen USG wajib melakukan riset dan melakukan pengabdian masyarakat.
“Dosen-dosen USG perlu lebih aktif mengajukan proposal riset ke berbagai skema pendanaan yang ada di BRIN. Selain dapat perkuat kapasitas riset di kampus, tapi juga diharapkan dapat memberi kontribusi nyata bagi masyarakat”, ucap Muhith.
Perlu diketahui, RIIM Kompetisi merupakan pendanaan berbasis seleksi terbuka untuk mencari kebaruan IPTEK dengan durasi multi-tahun (hingga tiga tahun) yang menghasilkan solusi atas tantangan nasional dan global.
Baca juga: Manfaatkan Rumput Laut, BRIN Kembangkan Sensor Deteksi MBG Basi
Sementara RIIM Start-up merupakan fasilitas pengembangan perusahaan pemula berbasis riset bagi periset dan inventor dengan potensi tinggi, dan memberikan dampak luas bagi masyarakat dan ekonomi.
BRIN berharap, tidak hanya USG saja, tapi juga universitas lain kedepannya dapat bermitra dengan industri dan menghasilkan dampak ekonomi nyata dengan memanfaatkan skema pendanaan yang ada. (eko-brint)
Editor : heddyawan