Prioritas warga perumahan dulu.
Lamongan, bukti.id – Menggelar vaksinasi gratis secara jemput bola bagi hewan peliharaan warga.
Itulah langkah yang dilakukan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lamongan untuk memperkuat upaya pencegahan rabies di wilayahnya.
Baca juga: Lamongan Mulai Penanaman Perdana Bongkar Ratoon 2026
Layanan tersebut menyasar langsung kawasan permukiman dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) 2026.
Salah satu lokasi pelayanan berada di Perumahan Demangan Residence. Sebelumnya, tim Disnakeswan juga telah mendatangi sejumlah perumahan lain, di antaranya Perumahan Yosdes dan Graha.
Skema door-to-door ini dipilih untuk memudahkan masyarakat sekaligus memberikan pelayanan yang lebih nyaman bagi hewan peliharaan.
Kepala Disnakeswan Kabupaten Lamongan, Shofiyah Nurhayati mengatakan, vaksinasi keliling merupakan langkah preventif untuk menjaga kewaspadaan masyarakat meski Lamongan saat ini berstatus bebas rabies.
Menurut dia, rabies tetap perlu diwaspadai karena merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia.
“Meski Kabupaten Lamongan saat ini berstatus bebas rabies, upaya preventif dan pencegahan tetap harus digencarkan demi memelihara kewaspadaan bersama. Penyakit rabies tergolong zoonosis yang berpotensi menular ke manusia, sehingga kesehatan hewan peliharaan dan pemiliknya harus sama-sama diperhatikan,” papar Shofiyah, dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).
Baca juga: Tingkatkan PAD, Pemkab Lamongan Terapkan Parkir Nontunai
Selain memudahkan akses, pelayanan langsung ke permukiman juga dinilai dapat mengurangi risiko hewan mengalami stres akibat perjalanan menuju tempat pelayanan. Terlebih, kondisi cuaca panas berlebih berpotensi menyebabkan hewan mengalami heat exhaustion.
Dalam pelaksanaannya, Disnakeswan membatasi sekitar 20 dosis vaksin untuk setiap lokasi perumahan karena menyesuaikan ketersediaan logistik. Dari rangkaian vaksinasi keliling tersebut, tercatat sebanyak 90 ekor kucing berhasil mendapatkan vaksin rabies.
Sebelum divaksin, setiap hewan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis veteriner. Pemeriksaan meliputi penimbangan berat badan hingga pengecekan suhu tubuh untuk memastikan kondisi hewan layak menerima vaksin.
Shofiyah menyebut sebagian besar keluhan yang ditemukan pada kucing warga masih berupa gangguan kesehatan ringan, seperti kutu, jamur, flu, dan radang mata. Kondisi tersebut dapat ditangani dan tidak menghalangi pemberian vaksin setelah hewan dinyatakan memenuhi syarat secara medis.
Baca juga: Resmi Dilantik, DPD MATRA Lamongan Siap Perkuat Pelestarian Budaya Lokal
“Setelah rangkaian kunjungan ke perumahan selesai, pelayanan vaksinasi rabies gratis ini akan dilanjutkan di 11 Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang tersebar di wilayah Kabupaten Lamongan,” ujar dia.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dari banyaknya pemilik hewan yang membawa kucing peliharaan mereka untuk mendapatkan vaksin.
“Kegiatan ini sangat membantu dan memberikan rasa aman bagi kami pemilik anabul. Rabies ini kan penyakit berbahaya yang bisa menular, jadi adanya vaksinasi gratis ini membuat kami tenang. Di perumahan sini sudah sekitar tiga sampai empat kali diadakan,” ucap seorang warga, yang mengikuti kegiatan itu.
Dengan pola pelayanan jemput bola tersebut, Disnakeswan Lamongan tidak hanya memperluas akses vaksinasi, tetapi juga mendorong kesadaran pemilik hewan, untuk rutin menjaga kesehatan dan memberikan perlindungan terhadap penyakit, yang berpotensi menular kepada manusia. (benny-cebe)
Editor : heddyawan