x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Wakil Rakyat Desak ini ke Kemendikbudristek

Avatar bukti.id

Pendidikan

Jakarta, bukti.id – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendapat sorotan DPR RI terkait Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), sehingga mampu menghadirkan kebijakan pendidikan yang visioner.

Jadi mahfum, jika anggota Komisi X DPR RI, Fahmi Alaydroes mendorong Kemendikbudristek melakukan perbaikan sebagai feedback dari masukan-masukan yang sudah berhasil dihimpun dari sejumlah Perguruan Tinggi.

Fahmi menilai program MBKM saat ini belum sepenuhnya efektif untuk itu harus terus dilakukan sosialisasi yang masif dan berkesinambungan.

“Program MBKM yang berjalan sekarang ini baiknya juga sambil diperbaiki berdasarkan masukan-masukan yang sudah diberikan. Jangan kita kemudian di tengah jalan, akhirnya mundur atau bagaimana. Dengan didorong perbaikan-perbaikan kedepannya, insyaAllah nantinya program ini akan berjalan semakin baik,” jelas Fahmi usai Kunjungan Kerja Spesifik Panja MBKM Komisi X DPR RI ke Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Jawa Tengah, belum lama berselang.

Program MBKM, ujar Fahmi, bisa memberikan kesempatan dan ruang yang cukup luas bagi mahasiswa untuk mengaktualiasi proses-proses dalam pembelajaran. Karenanya, program MBKM harus di-support oleh banyak pihak.

Fahmi berpendapat, pemerintah harus benar-benar menghimpun dan menerima masukan-masukan khususnya dari berbagai Perguruan Tinggi yang menjalankan program MBKM tersebut.

“Program MBKM ini mendapat sambutan yang cukup positif dan rata-rata Perguruan Tinggi juga menjalankan program ini dengan segala macam bentuk tantangan dan hambatannya. Yang saya lihat, mereka antusias meskipun ada beberapa catatan. Karenanya, Komisi X juga akan terus menerus mengawal, dan saya berharap MBKM ini bisa menjadi salah satu kebijakan yang efektif dan bisa meningkatkan mutu pendidikan kita,” papar legislator Dapil Jabar V itu.

Anggota Komisi X DPR RI, Fahmi Alaydroes (foto: dpr RI)

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Suparno menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi program MBKM oleh Kemendikbudristek, khususnya dengan Perguruan Tinggi Swasta.

“Harapan kami MBKM ini berjalan dengan baik, karena semangatnya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkap Suparno.

Senada dengan Suparno, Rektor Universitas Katolik (Unika), Ferdinand Hindiarto menuturkan, tujuan program MBKM menurutnya sangat baik. Namun, bukan berarti program MBKM lepas dari kelemahan dan memerlukan catatan kritis sebelum benar-benar diimplementasikan.

“Di satu sisi program ini baik tapi memang perlu ada perbaikan di tataran filosofis sampai praktis. Dari tataran filosofis, ada beberapa hal yang memang lepas dari filsafat pendidikan. Dari sisi sosialisasi juga belum optimal, ini penting supaya mahasiswa harus tahu betul mengenai mekanisme dan sebagainya,” tutup Ferdinand. (har)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Minggu, 18 Okt 2026 13:30 WIB | Peristiwa

BRIN Dorong Energi Terbarukan agar Kualitas Hasil Panen dan Tangkapan Ikan Optimal

BRIN dorong pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung proses pascapanen di sektor perkebunan dan perikanan. ...
Minggu, 18 Okt 2026 10:25 WIB | Peristiwa

Pelatihan Jurnalistik Batch#3. Kolab GMNI Surabaya Raya dan RLD Asah Nalar Kritis Berbasis Fakta

Pelatihan Jurnalistik Batch #3 kolaborasi DPC GMNI Surabaya Raya dan Rumah Literasi Digital di The Alana Hotel. ...
Minggu, 18 Okt 2026 08:15 WIB | Hukum

Kasus Korupsi Bupati Klaten. KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Rp934 Juta

Drama lanjutan OTT di Klaten, penyidik KPK sita sebuah tong biru yang berisi uang Rp934 juta. Uang hasil korupsi? ...
Minggu, 18 Okt 2026 07:42 WIB | Ekonomi

Warga Jawa Timur Tak Perlu Cemas Soal BBM. Wagub Emil Pastikan Stok Aman

Wagub Emil: stok BBM di Jawa Timur dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. ...
Minggu, 18 Okt 2026 05:10 WIB | Ekonomi

Pemkab Lamongan Yakin, 2026 Produksi Padi Melimpah

Pada 2026, Pemkab Lamongan yakin mampu menghasilkan produksi padi melampaui capaian tahun sebelumnya, mencapai sekitar 1,335 juta ton. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 19:10 WIB | Peristiwa

Dai Sejuta Mimbar. Kerja Bareng BRIN dan BPKH

BPKH dan BRIN 'lahirkan' Dai Sejuta Mimbar, yakni edukasi rencana haji dan dakwah pakai platform digital. ...