Lamongan Menaruh Asa Petani dari Kalangan Milenial
Lamongan, bukti.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur, mendorong generasi milenial untuk menekuni sektor pertanian sebagai profesi, guna menjaga keberlanjutan produksi pangan di daerah setempat.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menyatakan, pertanian saat ini semakin modern dengan dukungan mekanisasi sehingga pekerjaan petani menjadi lebih efisien dan menarik bagi generasi muda.
“Kami ingin menarik para milenial, anak-anak muda, supaya lebih menggemari pertanian dan memilih petani sebagai salah satu profesi yang berkembang di masa mendatang,” kata Yuhronur, saat Sarasehan Petani Milenial dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Fest 2026 di Desa Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Senin (5/10/2026).
Dijelaskan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), pengembangan irigasi perpipaan dan perpompaan, serta ketersediaan pupuk menjadi bagian dari dukungan pemerintah dalam menjaga produktivitas pertanian.
Data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan mencatat, hingga 14 September 2026 luas tambah tanam (LTT) padi mencapai 99.473 hektare, sedang luas tambah panen (LTP) mencapai 133.595 hektare.
Capaian tersebut melanjutkan produksi padi Lamongan yang pada 2025 mencapai 1.335.099 ton, dan menjadi salah satu daerah dengan produksi padi terbesar di Jawa Timur. Untuk 2026, pemerintah menargetkan LTT sekitar 233 ribu hektare melalui percepatan tanam dan optimalisasi lahan.
Yuhronur menyebut peningkatan produksi perlu diikuti dengan perbaikan kualitas hasil pertanian dan sarana prasarana usaha tani sehingga komoditas pertanian maupun peternakan Lamongan memiliki peluang untuk menembus pasar ekspor.
Dalam acara tersebut, Yuhronur melantik Moh. Aindra Imawan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lamongan.
Yuhronur berharap HKTI dapat menjadi penghubung antara petani dan pemerintah dalam menyampaikan kebutuhan sekaligus mendorong penyelesaian berbagai persoalan di sektor pertanian.
“Teruslah berperan dengan baik sehingga apa yang menjadi kebutuhan petani dapat terus disinergikan dengan pemerintah,” tutup Yuhronur. (benny-cebe)
Editor : heddyawan