Wawali Kota Malang: Jangan Hambat Potensi dan Prestasi Atlet Hanya Karena Sistem
Evaluasi jalur mandiri Popda Kota Malang
Malang, bukti.id – Wakil Wali (Wawali) Kota Malang, Ali Muthohirin gerah dan merespon cepat persoalan sistem jalur mandiri dalam proses pemberangkatan atlet Kota Malang pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Timur (Jatim) 2026.
Wawali Ali langsung melakukan evaluasi terhadap sistem tersebut, terutama pada poin 3 dan 4 yang dinilai perlu diperbaiki karena berpotensi merugikan atlet yang telah melalui proses seleksi teknik.
Ali menegaskan, pemerintah harus hadir memberikan ruang dan kesempatan seluas-luasnya kepada atlet yang telah berjuang melalui proses seleksi dan pembinaan untuk membawa nama Kota Malang di ajang olahraga.
“Pemerintah harus hadir memberikan ruang dan kesempatan kepada atlet yang sudah berproses dan berjuang. Jangan sampai persoalan sistem justru menghambat atlet yang memiliki potensi untuk membawa nama baik Kota Malang,” ujar Ali, dalam keterangan resmi, Kamis (8/102026).
Evaluasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki mekanisme pemberangkatan atlet agar lebih tepat dan tidak mengabaikan proses seleksi yang telah dijalani para atlet.
Menurut Ali, atlet yang telah menjalani seleksi teknik dengan baik harus mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya di arena pertandingan.
Tidak hanya mengevaluasi sistem, Ali juga memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tetap memberikan kesempatan kepada atlet yang telah dinyatakan lolos seleksi teknik Popda 2026.
Dua atlet yang sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi teknik, dipastikan diberangkatkan untuk mewakili Kota Malang pada Popda Jatim 2026, yang dijadwalkan berlangsung November mendatang.
“Yang sudah lolos seleksi teknik harus diberikan kesempatan untuk bertanding, dan membawa nama Kota Malang. Kami akan memberikan dukungan agar mereka bisa tampil maksimal,” tegas dia.
Ali bilang, langkah cepat tersebut menjadi solusi bagi atlet yang sebelumnya menghadapi persoalan dalam mekanisme pemberangkatan. Kepastian keberangkatan juga memberikan harapan baru bagi atlet, dan orang tua yang telah mendampingi proses latihan dan seleksi selama ini.
Ditambahkan, dukungan pemerintah tidak hanya diberikan dalam bentuk keberangkatan. Pembinaan dan persiapan atlet juga akan terus dilakukan sehingga para atlet dapat tampil optimal saat bertanding.
“Harapan kami tentu para atlet bisa memberikan yang terbaik dan membawa pulang prestasi untuk Kota Malang. Karena itu, pembinaan dan dukungan kepada mereka harus terus dilakukan,” tandas dia.
Pemkot Malang berharap langkah evaluasi dan perbaikan sistem itu, dapat menjadi bagian dari pembenahan tata kelola pembinaan olahraga.
Pemerintah juga didorong untuk membuka peluang yang lebih besar bagi atlet berprestasi sehingga perjuangan mereka dalam menjalani proses seleksi, latihan, dan pembinaan dapat berujung pada kesempatan untuk bertanding dan mengharumkan nama daerah.
Dengan kepastian pemberangkatan dua atlet yang telah lolos seleksi teknik, pembinaan pun akan terus dimaksimalkan. Targetnya, para atlet Kota Malang mampu tampil kompetitif dan membawa pulang medali, termasuk medali emas, dari Popda Jatim 2026. (cebe-wuri)
Editor : heddyawan