x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Waspadai Tingginya Potensi Bencana Geologi Indonesia. Ini Penjelasan BRIN

Avatar bukti.id

Peristiwa

Surabaya, bukti.id – Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Dr Mohammad Hasib mengingatkan tingginya potensi bencana geologi di Indonesia. Itu disampaikan saat memberikan materi kuliah tamu, Seismologi Gunung Api: Memahami Sinyal Gempa sebagai Indikator Aktivitas Gunung Api dan Pergerakan Magma di Bawah Permukaan.

Kuliah tamu itu digelar Departemen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai aktivitas gunung api. 

Hasib menjelaskan, Indonesia berada pada wilayah dengan aktivitas tektonik yang kompleks karena menjadi tempat pertemuan beberapa lempeng bumi.

“Gempa besar di selatan Pulau Jawa dan tsunami besar di Aceh berada di zona megathrust,” ujar Hasib, Kamis (8/10/2026). 

Menurut dia, zona tersebut terbentuk akibat pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia yang saling bertumbukan.

Hasib menyebut, kondisi tektonik Indonesia juga berkaitan dengan banyaknya gunung api aktif yang tersebar di berbagai wilayah. 

“Indonesia memiliki sekitar 127 gunung api aktif yang tersebar dari Sumatera hingga Nusa Tenggara Timur,” kata dia.

Hasib menyebut sekitar 7 hingga 12 gunung api rata-rata mengalami erupsi setiap tahun berdasarkan hasil pengamatan aktivitas gunung api. Kondisi tersebut, lanjut Hasib, menjadi perhatian karena sekitar empat juta penduduk tinggal di kawasan gunung api aktif.

“Sekitar empat juta penduduk tinggal di daerah gunung api aktif dengan jarak sekitar 10 kilometer dari sumber bahaya. Sebagian masyarakat memilih tinggal di kawasan tersebut karena memiliki lahan yang subur dan mendukung aktivitas pertanian,” papar dia.

Namun, keberadaan masyarakat di sekitar gunung api aktif perlu diimbangi pemahaman terhadap potensi bahaya yang dapat terjadi. 

“Yang menjadi konsen kita adalah masyarakat bisa mengetahui bahaya yang ditimbulkan bencana gunung api,” ujar dia.

Dia menekankan pentingnya edukasi kebencanaan, agar masyarakat mampu memahami tanda-tanda aktivitas gunung api dan meningkatkan kesiapsiagaan. 

Menurut Hasib, pengetahuan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko korban ketika terjadi peningkatan aktivitas gunung api. (eko-brint)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Jumat, 09 Okt 2026 08:20 WIB | Hukum

Gugatan Rp520 Miliar PT Ispatindo Ditolak, Berujung Putusan Sela

Eksepsi Warga Kedungturi Sidoarjo dikabulkan hakim dalam gugatan PT Ispatindo. ...
Jumat, 09 Okt 2026 06:15 WIB | Peristiwa

Wawali Kota Malang: Jangan Hambat Potensi dan Prestasi Atlet Hanya Karena Sistem

Wawali Kota Ali bergerak cepat atasi masalah atlet Kota Malang yang turut di Popda Jatim 2026. ...
Kamis, 08 Okt 2026 13:25 WIB | Peristiwa

Disnakeswan Lamongan Gencarkan Vaksinasi Rabies Gratis

Disnakeswan Lamongan memperkuat upaya pencegahan rabies di wilayahnya. ...
Kamis, 08 Okt 2026 09:17 WIB | Peristiwa

Miris, Rusunawa Tambak Kemerakan Rusak dan Tak Dijamah Penghuni

Miris, Rusunawa Tambak Kemerakan mangkrak dan tak dijamah penghuni. ...
Kamis, 08 Okt 2026 07:08 WIB | Peristiwa

RT-KSH dan Warga Rungkut Tengah Gercep Evakuasi ke Rumah Sakit Pasien Lansia

RT-KSH dan warga Rungkut Tengah gercep evakuasi pasien lansia ke rumah sakit. ...
Kamis, 08 Okt 2026 05:10 WIB | Pemerintahan

Nakal, 58 ASN Pemkot Surabaya Dapat Sanksi. Ini Penjelasan BKPSDM Surabaya

Pemkot Surabaya terus perketat pengawasan terhadap disiplin ASN. ...