HUT ke-81 TNI. ANTARA Tonjolkan Kekuatan Cerita, Momen, dan Emosi dalam Foto Militer
Gelar pameran foto "Trisula Garda Nusantara"
Surabaya, bukti.id – Sebanyak 81 karya fotografi jurnalistik dipamerkan dalam agenda bertajuk “Trisula Garda Nusantara” di Plaza Internatio, Jalan Rajawali, kawasan Kota Lama Surabaya, dibuka sejak Senin (12/10/2026) hingga Sabtu (17/10/2026), tanpa dipungut biaya alias gratis.
Pameran yang digelar Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA melalui Redaksi Foto dan Biro Jawa Timur, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya tersebut, menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar menyatakan, pameran ini merupakan bagian dari peran ANTARA untuk lebih dekat dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk TNI yang merupakan pilar ketangguhan bangsa.
"Tugas terpenting TNI adalah kembali ke rakyatnya. Itu yang kita gambarkan melalui foto-foto ini, bagaimana TNI masuk dalam hal-hal fundamental bagi kehidupan masyarakat, mulai dari penanganan bencana hingga krisis lainnya. Meskipun dilengkapi alutsista canggih, jati diri mereka tetap bagian dari rakyat," ujar Benny di lokasi pameran.
Pameran tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebagai bagian dari pelaksanaan Public Service Obligation (PSO) negara kepada ANTARA, untuk menyebarkan informasi yang mendidik dan mencerahkan.
Sekretaris Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komdigi, Fouri Gesang, yang hadir di lokasi menjelaskan, pameran ini penting untuk menyosialisasikan peran TNI sebagai alat kedaulatan negara sekaligus menampilkan sisi humanis mereka.
"Kita tidak hanya menampilkan penguatan kedaulatan melalui kekuatan militer, tapi juga bagaimana TNI bersatu padu bersama masyarakat, seperti melakukan perbaikan gizi dan pendidikan di daerah-daerah tertentu. Harapannya, masyarakat bisa melihat bahwa bersama tentara dan rakyat, negara itu hadir," kata Fouri.
Fouri menjelaskan, pameran foto Trisula Garda Nusantara di Surabaya ini merupakan rangkaian roadshow setelah sebelumnya sukses digelar di Yogyakarta dan Jakarta, dan rencananya akan ditutup di Solo pada akhir tahun.
Sementara itu, Ketua Panitia Pameran, Mochamad Risyal Hidayat (Icang) mengatakan, pemilihan tema Trisula Garda Nusantara memiliki makna mendalam sebagai representasi dari tiga matra TNI (Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara) sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan.
"Tak hanya fungsi pertahanan, tiga matra tersebut nyatanya juga memiliki peranan di berbagai bidang, dari layanan pengobatan, pengembangan SDM di daerah terluar, hingga mencetak prestasi olahraga. Semuanya direpresentasikan melalui imaji rekaman jurnalis ANTARA," ujar Icang.
Kurator pameran, Wahyu Putro Arinto, menjelaskan proses kurasi foto ditekankan pada kekuatan cerita, momen, dan emosi.
"Foto-foto yang dipilih menyandingkan ketangguhan militer saat operasi dengan sisi kemanusiaan prajurit ketika membantu korban bencana, mengajar di perbatasan, serta berinteraksi dengan masyarakat," jelas Wahyu.
Terkait pemilihan Plaza Internatio di Kawasan Kota Lama Surabaya, Wahyu menyebut lokasi tersebut menguatkan bobot historis karena merupakan tempat tewasnya perwira Inggris, Brigadir Jenderal AWS Mallaby, dalam pertempuran sengit tahun 1945 silam. Nilai sejarah ini diharapkan mampu mengobarkan semangat nasionalisme pengunjung, khususnya generasi muda.
Selain pameran foto, panitia juga menggelar lomba mini vlog on the spot dan "Kelas Jumat ANTARA" untuk belajar foto jurnalistik bersama Pewarta Foto AP Photo Trisnadi dan Kuwadi Kuat dari Dispen Korps Marinir. (cebe)
Editor : heddyawan