Review Sejarah Era 90-an. Kokoon Hotel Surabaya Manjakan Tamu dengan Living Museum
Bangunan bersejarah ‘disulap’ jadi hotel modern.
Surabaya, bukti.id – Menginap di hotel sekaligus menjelajahi sejarah Kota Pahlawan bisa menjadi pengalaman berbeda bagi wisatawan. Kokoon Hotel Surabaya menghadirkan konsep Living Museum yang mengajak pengunjung mengenal aktivitas perkantoran era 1900-an melalui koleksi artefak bersejarah yang tersebar di berbagai area hotel.
Berlokasi di kawasan Kota Tua Surabaya, Living Museum menawarkan pengalaman menjelajahi benda-benda peninggalan masa lalu tanpa harus memasuki ruang museum khusus. Koleksi tersebut menyatu dengan area publik dan ruang hotel, sehingga tamu dapat menikmati pengalaman sejarah di sela-sela aktivitas menginap.
Beragam artefak yang dipamerkan merepresentasikan perkembangan aktivitas perkantoran pada masanya. Koleksi tersebut antara lain proyektor film Bell & Howell Lumina II, mesin ketik Olympia, telepon putar Zamona, mesin hitung mekanik Olivetti, hingga brankas antik berukuran besar dengan bobot mencapai beberapa ton.
Menariknya, setiap koleksi dilengkapi QR Code yang dapat dipindai pengunjung untuk mengakses informasi mengenai sejarah, fungsi, asal-usul, serta cerita di balik benda tersebut. Informasi tersedia dalam bahasa Indonesia dan Inggris, sehingga dapat diakses secara mandiri oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.
Asst Sales & Marketing Communication Manager Kokoon Hotel Surabaya, Tegar Kanugran mengatakan Living Museum dirancang agar koleksi bersejarah tidak hanya menjadi elemen dekorasi, tetapi juga memberikan pengalaman edukatif bagi para tamu.
“Kami ingin Living Museum di Kokoon Hotel Surabaya tidak sekadar menjadi ruang untuk memajang benda-benda lama, tetapi menjadi bagian dari pengalaman yang memungkinkan tamu mengenal cerita di balik setiap koleksi. Melalui QR Code dwibahasa, kami memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengeksplorasi sejarah artefak secara lebih interaktif dan mandiri,” ujar Tegar.
Menurut dia, Living Museum juga menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kekayaan sejarah kawasan Surabaya Utara kepada wisatawan yang berkunjung ke Kota Pahlawan.
“Kami melihat sejarah sebagai bagian penting dari identitas Surabaya. Karena itu, kami berharap kehadiran Living Museum dapat menjadi salah satu pengalaman yang memperkaya perjalanan wisatawan saat menjelajahi kawasan Surabaya Utara,” tambahnya.
Bangunan bersejarah ‘disulap’ jadi hotel modern
Daya tarik Living Museum tidak terlepas dari sejarah bangunan Kokoon Hotel Surabaya di Jalan Slompretan Nomor 26. Bangunan yang berada di kawasan Kota Tua Surabaya ini memiliki perjalanan panjang dan pernah digunakan untuk berbagai aktivitas bisnis sejak awal abad ke-20.
Pada awal 1900-an, bangunan tersebut disebut pernah digunakan sebagai pabrik korek api milik perusahaan Belanda, sebelum beralih fungsi menjadi gudang VOC. Sekitar 1920, bangunan itu kemudian dimanfaatkan sebagai kantor PT Dwi Satrya Utama, perusahaan perdagangan yang menjalankan aktivitas bisnis hingga awal 2000-an. Bangunan tersebut juga pernah digunakan oleh sejumlah perusahaan lain.
Setelah melewati berbagai fungsi selama puluhan tahun, bangunan ini menjalani renovasi pada 2016–2017 dengan tetap mempertahankan karakter dan nilai sejarahnya. Pada 2018, bangunan tersebut resmi bertransformasi menjadi Kokoon Hotel Surabaya dengan memadukan arsitektur bersejarah dan fasilitas perhotelan modern.
Perpaduan bangunan heritage, koleksi artefak, dan fasilitas modern memberikan alternatif pengalaman wisata bagi pengunjung yang ingin menikmati akomodasi sekaligus mengenal sejarah Surabaya.
Melalui Living Museum, Kokoon Hotel Surabaya berupaya menghadirkan pengalaman menginap yang lebih dari sekadar layanan akomodasi. Konsep tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengenalkan jejak sejarah, budaya, dan perkembangan kawasan Kota Tua Surabaya melalui pendekatan yang interaktif. (cebe)
Editor : heddyawan