Unibraw dan BRIN Ubah Limbah Pertanian Jadi Produk Kimia Bernilai Tambah
Malang, bukti.id – Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) dengan Pusat Riset Kimia Molekuler Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kembali berkolab belum lama ini.
Kerjasama kedua unsur tersebut salah satunya yakni mengembangkan tandan kosong kelapa sawit dan serat kelapa berpotensi diolah menjadi produk kimia bernilai tambah. Seperti, bioetanol dan karboksimetil selulosa (carboxymethyl cellulose/CMC).
Kolaborasi tersebut diperkuat melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung BJ Habibie, BRIN, Jakarta, Rabu (14/10/2026). Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Departemen Kimia FSTeM UB, Anna Safitri, dan Kepala Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN, Prof Roni Maryana.
Kerja sama ini berfokus pada pengembangan riset kimia berbasis biomassa dengan pendekatan biorefineri, yakni pemanfaatan bahan baku terbarukan untuk menghasilkan beragam produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Bioetanol berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan bakar maupun bahan baku industri. Sementara itu, CMC digunakan dalam berbagai aplikasi industri, antara lain sebagai bahan pengental dan penstabil. Pengembangan kedua produk tersebut membuka peluang pemanfaatan hasil samping pertanian yang selama ini belum dimaksimalkan.
Anna Safitri mengatakan, kolaborasi dengan BRIN diharapkan memperluas kesempatan penelitian bersama sekaligus meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah.
“Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperluas kolaborasi riset antara Universitas Brawijaya dan BRIN, sekaligus meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah,” kata Anna, dikutip Jumat (16/10/2026).
“Kami berharap sinergi ini dapat membuka lebih banyak peluang penelitian bersama, memperkuat keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan riset, serta mendorong pengembangan inovasi kimia berbasis biomassa yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan industri,” imbuh dia.
Kolaborasi FSTeM UB dan BRIN sebelumnya telah terjalin melalui kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dan penulisan artikel ilmiah mengenai produksi bioetanol dan CMC dari tandan kosong kelapa sawit serta serat kelapa.
Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa peserta MBKM, Lya Sulistyoning Rahayu, bersama dosen FSTeM UB, Dr. Layta Dinira, Dr. Sc. Siti Mariyah Ulfa, dan Dr. Moh. Farid Rahman. Dari BRIN, kolaborasi melibatkan Prof. Roni Maryana, Dr. Muryanto, dan Dr. Oktaviani.
“Pengalaman tersebut menjadi dasar untuk memperluas penelitian pemanfaatan biomassa sebagai bahan baku produk kimia,” ujar dia.
Selain mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, riset ini berpotensi menghasilkan teknologi pengolahan yang dapat dimanfaatkan industri, terutama dalam diversifikasi bahan baku dan penggunaan sumber daya terbarukan.
Melalui PKS tersebut, UB dan BRIN membuka peluang pemanfaatan alat dan bahan penelitian, dukungan sumber daya manusia, pertukaran data dan informasi, serta penggunaan sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan riset bersama.
Sejumlah dosen FSTeM UB yang terlibat dalam kerja sama ini di antaranya Dr Sc Siti Mariyah Ulfa, Dr Moh Farid Rahman, Masruri, Anna Safitri, Prof Dr Sc Akhmad Sabarudin, Dr Sc Lukman Hakim, Dr rer nat Rachmat Triandi Tjahjanto, dan Yuniar Ponco Prananto.
Sementara itu, peneliti BRIN yang terlibat meliputi Prof Roni Maryana, Dr Muryanto, Prof Dr Yanni Sudiyani, Dr Dieni Mansur, Dr Latifah Hauli, Dr Sri Sugiwati, Dr Vivi Sisca, dan Teuku Beuna Bardant.
Kerja sama ini juga menjadi bagian dari program Dosen Berkarya (DOKAR) UB Skema A (Joint Research and Publication) tahun 2026. Program tersebut dilaksanakan oleh Dr. Layta Dinira dan Dr. Moh. Farid Rahman untuk memperkuat jejaring riset serta meningkatkan keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam penerapan ilmu pengetahuan.
Kolaborasi UB dan BRIN diharapkan mendukung pembelajaran berbasis riset sekaligus memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas dan tujuan ke-17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. (eko-brint)
Editor : heddyawan