Pemkab Lamongan Yakin, 2026 Produksi Padi Melimpah
Lamongan, bukti.id – Ada keyakinan kuat bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur, jika pada 2026 produksi padi mereka melimpah. Karena sistem pertanian di wilayah ini bakal didukung mekanisasi pertanian dan masih berlangsungnya musim tanam.
Pemkab Lamongan optimistis mampu menghasilkan produksi padi melampaui capaian tahun sebelumnya, mencapai sekitar 1,335 juta ton.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan modernisasi pertanian terus didorong melalui penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), untuk mendukung efisiensi proses budidaya hingga panen. Selain meningkatkan produktivitas, mekanisasi diharapkan membantu petani mempercepat pekerjaan dan mengurangi kehilangan hasil panen.
Dukungan terhadap upaya tersebut terwujud dengan penyaluran bantuan alsintan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur kepada kelompok tani di Desa Kedali, Kecamatan Pucuk, Lamongan. Alsintan diserahkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kemarin lusa.
Tentang bantuan alsintan, sepanjang 2026, Pemprov Jawa Timur menyalurkan 341 unit alsintan ke berbagai daerah. Khusus Lamongan, bantuan tersebut mencakup empat unit mesin pemanen padi (combine harvester) berukuran besar, selain sejumlah peralatan pendukung pertanian lainnya.
Gubernur Khofifah mengatakan, penguatan sektor pertanian dari hulu hingga hilir diperlukan untuk menjaga ketahanan pangan di tengah ketidakpastian iklim dan dinamika pangan global.
Penggunaan combine harvester juga dapat memangkas waktu panen lahan seluas satu hektare dari sekitar tiga hari secara manual menjadi satu hingga dua jam. Teknologi tersebut turut menekan kehilangan hasil panen dari kisaran 9–11 persen menjadi sekitar 1–2 persen.
Terkait hasil padi, Yuhronur bilang, di Lamongan produksi padi hingga pertengahan Oktober 2026 mencapai sekitar 1,2 juta ton. Artinya, masih berpeluang meningkat seiring adanya musim tanam berikutnya.
"Insya Allah jumlah produksi padi tahun ini kita akan bisa melampaui produksi tahun 2025 kemarin. Tahun ini sampai hari ini sudah mencapai 1,2 juta ton dan masih ada musim tanam kembali," ujar Yuhronur, dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (17/10/2026).
Selain mengejar peningkatan produksi, Bupati Yuhronur menyebut harga gabah di tingkat petani Lamongan berada pada kisaran Rp8.600 hingga Rp8.800 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
Pemkab Lamongan juga mendorong pengembangan komoditas lain, termasuk jagung dan tebu. Program bongkar ratoon tebu untuk mendukung swasembada gula nasional telah mencapai sekitar 1.200 hektare, melampaui target awal 1.100 hektare. (benny-eddy)
Editor : heddyawan