x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Warga Pulau Buru Rasakan Gempa M5,5, Tak Berpotensi Tsunami

Avatar bukti.id

Peristiwa

Jakarta, bukti.id - Gempa dengan magnitudo 5,5 dirasakan warga Pulau Buru hari ini, Jumat (7/8/2020), sekitar pukul 10.00 WIB. Gempa dengan kedalaman 10 km berada pada 116 km barat daya Buru dan 169 km barat laut Buru Selatan.

Berdasarkan pantauan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buru dan Buru Selatan, warga setempat merasakan getaran itu. Warga di Kabupaten Buru merasakan getaran gempa sedang sekitar 2 hingga 3 detik, sedangkan warga di Buru Selatan sekitar 3 hingga 4 detik. Pascagempa, Tim Reaksi Cepat (TRC) Buru Selatan masih mengumpulkan informasi terkait dampak gempa.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa gempa tidak memicu terjadinya tsunami.

BMKG merilis informasi gempa yang terjadi di sekitar Pulau Buru tersebut memiliki kekuatan IV MMI. Skala MMI atau Modified Mercalli Intensity ini merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi, sedangkan skala IV menunjukkan warga yang berada di dalam dan luar rumah merasakan gempa, serta gerabah pecah, jendela aatu pintu berderik dan dinding berbunyi.

Sementara itu, analisis berdasarkan InaRISK, Kabupaten Buru memiliki 10 kecamatan dengan potensi bahaya gempa bumi pada kategori sedang hingga tinggi. Cakupan wilayah dengan potensi bahaya tersebut seluas 64.244 hektar. Dilihat dari populasi terpapar, sebanyak 86.945 warga berada pada wilayah bahaya gempa bumi sedang hingga tinggi.

Sedangkan Kabupaten Buru Selatan, wilayah ini memiliki cakupan wilayah yang lebih luas dilihat dari luas wilayah dengan potensi bahaya gempa bumi sedang hingga tinggi. Luas bahaya mencapai 84.082 hektar dengan populasi terpapar 33.736 warga yang berada pada 4 kecamatan.

Terkait dengan kesiapsiagaan, warga diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi gempa di wilayahnya, khususnya saat ini masih menghadapi situasi pandemi COVID-19. Ingat, bahaya yang mematikan bukan gempa, tetapi bangunannya. Identifikasi struktur bangunan tempat tinggal dan diskusikan dengan keluarga tentang upaya terbaik untuk menghindar dari bencana. Lakukan bersama anggota keluarga untuk membuat rencana darurat keluarga, seperti posisi struktur bangunan yang kuat, tempat titik kumpul, akses keluar bangunan paling mudah dan aman. (*)

Editor : Tudji

Artikel Terbaru
Sabtu, 17 Okt 2026 19:10 WIB | Peristiwa

Dai Sejuta Mimbar. Kerja Bareng BRIN dan BPKH

BPKH dan BRIN 'lahirkan' Dai Sejuta Mimbar, yakni edukasi rencana haji dan dakwah pakai platform digital. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 15:10 WIB | Peristiwa

Awas, Jukir mBetik Bakal Disanksi. Pemkab Sidoarjo Seriusi Parkir DigitalĀ 

Oknum jukir nakal di Sidoarjo bakal disanksi, seiring penerapan parkir digital. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 14:42 WIB | Ekonomi

Petikemas Internasional TTL Melonjak 78,69 Persen, Tembus 389 Ribu TEUs

Arus petikemas internasional Terminal Teluk Lamong mencapai 389.682 TEUs hingga Agustus 2026, meningkat 78,69 persen secara tahunan. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 08:48 WIB | Pendidikan

Unibraw dan BRIN Ubah Limbah Pertanian Jadi Produk Kimia Bernilai Tambah

UB dan BRIN kolab kembangkan limbah pertanian jadi produk kimia. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 06:40 WIB | Peristiwa

Terminal Teluk Lamong Surabaya Raih Prestasi Internasional

Dalam ajang GPF Awards 2026 Singapura, anak perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas, PT Terminal Teluk Lamong sukses meraih dua penghargaan. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 05:05 WIB | Peristiwa

Bunda Jelita, Tak Sekedar Berburu Tren. TP PKK Surabaya Bakal Dampingi Keluarga Bumil Hingga Lahiran

Pemkot dan TP PKK Surabaya dampingi keluarga Bumil hingga lahiran lewat Bunda Jelita. ...