x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Masuk Zona Merah, Pemkot Bogor Terima PCR Portabel

Avatar bukti.id

Peristiwa

Bogor, bukti.id,- Kota Bogor yang saat ini berstatus zona merah atau berisiko tinggi terhadap COVID-19, menerima bantuan alat pengujian sampel tes swab yakni satu unit alat polymerase chain reaction (PCR) portable dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Bogor, Dedie A Rachim, di Kota Bogor, Senin membenarkan Pemerintah Kota Bogor menerima bantuan satu unit alat PCR portable tersebut. Menurut Dedie A Rachim, bantuan alat PCR porteble itu sasarannya agar proses pengujian sample tes swab di Kota Bogor dapat berlangsung lebih cepat.

Dedie menjelaskan, alat PCR portable yang harganya mendekati Rp1 miliar itu memiliki kemampuan dapat melakukan pengujian 36 sample dalam satu kali putaran. "Hasilnya dapat diketahui dalam waktu hanya sekitar satu jam," katanya.

Dengan adanya alat PCR portable tersebut, kata dia, maka proses penelurusuran kontak erat dari kasus kasus positif akan dapat diketahui lebih cepat hasilnya, apakah negatif atau positif. "Dengan kecepatan kepastian dari penelusuran itu, maka antisipasi penanganannya juga dapat dilakukan lebih ceoat," katanya.

Menurut Dedie, Kota Bogor saat ini sedang melakukan langkah masif dalam penelusuran kontak erat dari kasus positif untuk menemukan dan memastikan secepatnya penularan COVID-19, yang sasaran jangka panjangnya menekan penyebaran COVID-19 semaksimal mungkin.

Pemerintah Kota Bogor, kata dia, memiliki target melaksanakan tes swab sebanyak 11.000 sampel terhadap kontak erat dari kasus positif maupunorang tanpa gelaja, sampai akhir September 2020. Target tersebut, seusai dengan standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) yakni melakukan tes swab pada sekitar satu penduduk, di mana penduduk Kota Bogor sudah lebih dari satu juta jiwa. Dinas Kesehatan Kota Bogor saat ini telah melakukan tes swab kepada 10.350 orang yang menjadi sasaran tes. "Hanya kurang 650 tes lagi untuk mencapai 11.000 tes," katanya.

"Kalau sudah mencapai 11.000 tes, tapi masih ada penularan COVID-19, maka tes swab masih dilanjutkan," katanya.

Dedie menegaskan, langkah masih pelaksanaan tes swab itu membutuhkan dukungan peralatan uji sampel untuk memperoleh hasil cepat. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memberikan bantuan satu unit alat PCR portable. Alat tersebut ditempatkan di Labkesda Kota Bogor, di Dinas Kesehatan," katanya.

Namun, alat PCR portable tersebut, belum bisa langsung dioperasikan, tapi harus menunggu perizinannya, yakni sertifikasi bio-safety cabinet level 2 serta izin dari Kementerian Kesehatan, yang memerlukan waktu sekitar sebulan. (bbs/rhm)

Editor : Rahma

Artikel Terbaru
Minggu, 18 Okt 2026 13:30 WIB | Peristiwa

BRIN Dorong Energi Terbarukan agar Kualitas Hasil Panen dan Tangkapan Ikan Optimal

BRIN dorong pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung proses pascapanen di sektor perkebunan dan perikanan. ...
Minggu, 18 Okt 2026 10:25 WIB | Peristiwa

Pelatihan Jurnalistik Batch#3. Kolab GMNI Surabaya Raya dan RLD Asah Nalar Kritis Berbasis Fakta

Pelatihan Jurnalistik Batch #3 kolaborasi DPC GMNI Surabaya Raya dan Rumah Literasi Digital di The Alana Hotel. ...
Minggu, 18 Okt 2026 08:15 WIB | Hukum

Kasus Korupsi Bupati Klaten. KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Rp934 Juta

Drama lanjutan OTT di Klaten, penyidik KPK sita sebuah tong biru yang berisi uang Rp934 juta. Uang hasil korupsi? ...
Minggu, 18 Okt 2026 07:42 WIB | Ekonomi

Warga Jawa Timur Tak Perlu Cemas Soal BBM. Wagub Emil Pastikan Stok Aman

Wagub Emil: stok BBM di Jawa Timur dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. ...
Minggu, 18 Okt 2026 05:10 WIB | Ekonomi

Pemkab Lamongan Yakin, 2026 Produksi Padi Melimpah

Pada 2026, Pemkab Lamongan yakin mampu menghasilkan produksi padi melampaui capaian tahun sebelumnya, mencapai sekitar 1,335 juta ton. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 19:10 WIB | Peristiwa

Dai Sejuta Mimbar. Kerja Bareng BRIN dan BPKH

BPKH dan BRIN 'lahirkan' Dai Sejuta Mimbar, yakni edukasi rencana haji dan dakwah pakai platform digital. ...