PMII Mojokerto Sinau Bareng Berkonsep Dialektika Keilmuan dengan Mas Sabrang

bukti.id
Sabrang Mowo Damar Panuluh atau akrab disapa Mas Sabrang MDP (foto: net)

Harlah ke 27 Tahun

Mojokerto, bukti.id – Memperingati usia pergerakan yang ke-27 tahun, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Mojokerto bersiap menggelar malam puncak Hari Lahir (Harlah) dengan konsep yang sarat akan dialektika keilmuan. 

Organisasi kemahasiswaan terbesar ini bakal menghadirkan budayawan sekaligus cendekiawan muda, Sabrang Mowo Damar Panuluh, atau yang akrab disapa Mas Sabrang MDP, dalam sebuah forum bertajuk “Sinau Bareng”.

Baca juga: Kembali, Ki Bagong Jadi Nahkoda FPK Jatim

Agenda reflektif ini dijadwalkan berlangsung Senin (28/09/2026), bertempat di Halaman Pujasera Medali (Depan Balai Desa Medali), Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Forum yang mengolaborasikan nilai pergerakan mahasiswa dan kedalaman berpikir khas Maiyah tersebut.

Ketua Pelaksana Harlah PC PMII Mojokerto menyampaikan, kehadiran vokalis band Letto tersebut sengaja dipilih untuk memberikan ruang diskursus yang segar, inklusif, dan mendalam bagi para kader maupun masyarakat umum. Forum “Sinau Bareng” ini diproyeksikan menjadi pemantik nalar kritis dalam merespons dinamika sosial-kemasyarakatan di era digital.

Baca juga: Tingkatkan Sinergitas, FPK Jatim Sowan ke BPK XI

“Harlah ke-27 ini bukan sekadar perayaan seremonial belaka, melainkan momentum bagi PMII Mojokerto untuk merefleksikan kembali khitah perjuangan, sekaligus mempererat hubungan emosional dengan masyarakat luas melalui ruang sinau yang terbuka,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima bukti.id

Rangkaian Harlah ke-27 PC PMII Mojokerto sendiri sebenarnya telah bergulir sejak awal September dengan berbagai stimulus kegiatan, mulai dari dialog publik, talkshow interaktif, hingga laga olahraga persahabatan antar-kader. Kehadiran Mas Sabrang MDP di atas panggung Pujasera Medali dipastikan menjadi magnet utama sekaligus penutup dari seluruh rangkaian perayaan tahun ini.

Baca juga: Cangkrukan Budaya. Ki Bagong: Beda Antara Budaya, Adat dan Tradisi

Pihak panitia menegaskan bahwa acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya (Free HTM). Para kader PMII dari berbagai komisariat, jajaran alumni, komunitas Maiyah, serta masyarakat Mojokerto dan sekitarnya diundang untuk hadir melingkar bersama guna menimba ilmu dan memperkuat tali silaturahmi. (cebe)

Editor : heddyawan

Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru