x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

PMII Desak Polda Jatim Tindak Tegas Pelaku Pengeroyokan di Kawasan PIER

Avatar bukti.id

Hukum

Surabaya, bukti.id – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Jawa Timur mendesak Polda Jatim mengusut tuntas aksi kekerasan yang menimpa dua pekerja proyek di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER)

Dua korban asal Probolinggo, Asyroful Anam (30) dan Rahmat Hidayat (28), diduga dikeroyok puluhan orang saat mengantar material ke proyek PT Surabaya Aluminium Industry (SAI), Rabu (28/10/2026).

Ketua PKC PMII Jawa Timur, Mohammad Ivan Akiedozawa alias Edo, meminta penyidik memproses hukum seluruh pelaku yang terlibat tanpa pandang bulu. 

"Negara harus hadir menjamin kepastian hukum. Jangan biarkan kawasan industri menjadi sarang aksi main hakim sendiri," ujar Edo di Surabaya, dinukil Kamis (29/10/2026). 

Peristiwa bermula saat armada pengangkut material hendak masuk ke area proyek sekitar pukul 14.30 WIB. Akses masuk armada memicu ketegangan dengan sekelompok orang yang mengatasnamakan warga setempat. 

Situasi memanas hingga sekitar 30 orang mengepung dan memukuli kedua korban. Pelaku bahkan memaksa Rahmat menghapus rekaman video ponsel saat korban berupaya mendokumentasikan kekerasan fisik yang menimpanya.

Akibat penganiayaan brutal itu, Asyroful kini harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara. Laporan resmi dugaan tindak pidana pengeroyokan juga sudah masuk ke meja Polda Jawa Timur, pada hari yang sama. 

Edo menegaskan, aparat kepolisian tidak boleh sekadar menerima laporan di atas kertas. Penyelidikan harus berjalan transparan lewat pemeriksaan saksi dan penelusuran barang bukti di lokasi. 

"Perselisihan apa pun harus diselesaikan lewat musyawarah atau jalur hukum, bukan kekerasan. Pekerja yang sedang mencari nafkah tidak boleh diteror," tegas dia. 

Selain kepolisian, Edo melayangkan desakan serupa kepada manajemen PT PIER selaku pengelola kawasan industri. Pengelola dinilai bertanggung jawab penuh terhadap jaminan keamanan lingkungan kerja, bukan hanya fokus menyediakan lahan usaha.

"Manajemen PIER harus membenahi sistem pengamanan dan mensterilkan kawasan dari praktik premanisme. Jangan menunggu korban bertambah baru berbenah," desak Edo. 

Menurut dia, penataan alur keluar-masuk kendaraan proyek dan koordinasi bersama aparat penegak hukum menjadi solusi nyata agar potensi gesekan sosial tidak terulang. PMII Jatim memastikan bakal mengawal penanganan perkara di kepolisian sampai tuntas, sekaligus mengawasi komitmen pengelola kawasan industri dalam melindungi para buruh. (cebe)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Jumat, 30 Okt 2026 10:30 WIB | Ekonomi

BRIN Gandeng BNI Ventures. Bantu UMKM dan Startup Berbasis Riset Tembus Pasar Komersial

BRIN kolaborasi dengan BNI Ventures ajak UMKM dan startup berbasis riset tembus pasar komersial. ...
Selasa, 27 Okt 2026 17:10 WIB | Peristiwa

BRIN Perkuat Stasiun Satelit untuk Mitigasi Bencana

BRIN dorong penguatan ekosistem jaringan stasiun bumi satelit penginderaan jauh nasional untuk mitigasi bencana. ...
Selasa, 27 Okt 2026 12:30 WIB | Ekonomi

Diskusi Publik Refleksi Dua Tahun Asta Cita. Dorong UMKM Lewati Tantangan untuk Naik Kelas

Refleksi Dua Tahun Asta Cita gelar diskusi publik untuk dorong UMKM lewati tantangan agar naik kelas. ...
Senin, 26 Okt 2026 21:18 WIB | Ekonomi

BRI HR Muhammad Surabaya Kenalkan BRImo dan Aset Lelang di Reuni Alumni UB

SURABAYA - BRI Branch Office (BO) HR Muhammad Surabaya memanfaatkan Reuni Alumni Universitas Brawijaya (UB) di Malang pada 24–25 Oktober 2026 untuk memperluas p ...
Sabtu, 24 Okt 2026 19:30 WIB | Peristiwa

Sinergi Pemprov dan Pedagang Kaki Lima Didorong Berlanjutan

APKLI Jatim bakal gelar pelantikan DPW dan pengukuhan 38 DPD se-Jatim. ...
Senin, 19 Okt 2026 13:50 WIB | Peristiwa

Regenerasi Organisasi. Berharap Lakmud Jenggala Tumbuh Kader Masa Depan

PAC IPNI dan IPPNU Jabon adakan Lakmud Jenggala untuk cetak kader masa depan berpotensi. ...