Miris, Rusunawa Tambak Kemerakan Rusak dan Tak Dijamah Penghuni

bukti.id
Wabup Sidoarjo Mimik Idayana saat menilik Rusunawa Tambak Kemerakan (foto: diskominfo)

Wabup Mimik kecewa berat, ngelus dodo

Sidoarjo, bukti.id – Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo Mimik Idayana prihatin, ngelus dada saat menilik Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Tambak Kemerakan.

Bagaimana tidak, lha wong kondisi Rusunawa Tambak Kemerakan di Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur itu, sangat memprihatinkan. Bangunan yang dirancang untuk menampung ratusan keluarga tersebut, minim penghuni dan mengalami kerusakan di sejumlah fasilitas.

Baca juga: Sengkarut Sengketa Sempadan Desa Tebel Belum Surut

Dari total 114 unit kamar yang tersedia, saat ini baru terisi sekitar 19 kepala keluarga (KK). Seluruh penghuni yang bertahan merupakan warga terdampak penertiban bangunan liar di daerah Mulyodadi. Sebagian besar unit hunian lainnya dibiarkan kosong.

Mimik menyayangkan belum optimalnya pemanfaatan aset pemerintah daerah tersebut. Padahal, masih banyak warga Kabupaten Sidoarjo yang belum memiliki rumah tinggal sendiri, atau terpaksa menghuni rumah tak layak.

“Eman bangunan segini besarnya mangkrak tidak berpenghuni, padahal warga Sidoarjo banyak yang masih membutuhkan tempat hunian. Pemerintah harus hadir untuk membenahi fasilitas yang rusak agar masyarakat yang menempati nantinya merasa nyaman,” ujar Mimik dalam keterangan, Rabu (7/10/2026).

Dia mendorong perbaikan menyeluruh terhadap bangunan rusunawa jika dinilai sudah tidak layak huni, dan berisiko membahayakan keselamatan warga. 

“Kalau bisa ini harus direnovasi total. Kalau memang ada surat-surat dari pemerintah pusat atau kementerian yang belum diserahkan, itu seharusnya segera diurus. Nanti saya komunikasikan dengan Pak Bupati, harus segera ada tindakan secepatnya,” ujar dia.

Untuk menarik minat calon penghuni, Mimik mengusulkan skema hunian gratis selama satu tahun bagi warga kurang mampu, atau pemilik rumah tidak layak huni setelah proses perbaikan selesai. 

Baca juga: Ribuan Burung asal Vietnam Diselundupkan ke Sidoarjo. Praktisi Hukum Desak Bongkar Jaringan

“Kalau sudah dibetulkan dan bagus, nanti warga Kabupaten Sidoarjo yang tidak mempunyai rumah atau rumahnya tidak layak bisa menempati rumah ini gratis selama satu tahun. Ini untuk memancing supaya penghuni penuh dan bangunan ini benar-benar bermanfaat,” ucap dia.

Fasilitas yang buruk dilaporkan menjadi penyebab utama enggan masuknya warga. Meski ada permintaan sewa dari masyarakat luas, keterbatasan sarana dan kerusakan fisik atap membuat calon penghuni urung menempati unit.

“Informasinya banyak yang memohon untuk menyewa, Cuma fasilitasnya kurang memenuhi. Kita lihat sendiri kondisinya, atapnya juga ada yang rusak. Ini harus dibenahi secara total. Daripada nanti ambruk dan membahayakan, lebih baik segera kita anggarkan,” kata dia.

Status aset pembangunan yang melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga menjadi sorotan agar koordinasi lintas instansi segera diselesaikan. 

Baca juga: Garden Yoga di Aston Sidoarjo. Surga Penikmat Yoga Ruang Terbuka

“Ini pembangunannya dari kementerian. Jangan sampai akhirnya tidak bermanfaat, sia-sia bangunan seperti ini. Di Sidoarjo ada berapa rusun yang terbengkalai, ini harus ada perhatian dari dinas terkait,” pungkas Mimik. 

Sementara itu, Ketua RT setempat mengungkapkan, akses air bersih baru mengalir dalam tiga bulan terakhir. Sebelumnya, penghuni terpaksa mengupayakan pasokan air secara mandiri. Dia juga menyebutkan tarif sewa bulanan yang dibayarkan oleh warga eks Mulyodadi. 

“Untuk besaran tarif, warga eks Mulyodadi dikenakan biaya sewa senilai Rp185 ribu per KK setiap bulannya,” kata tokoh masyarakat ini. (knis-kwan)

Editor : heddyawan

Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru