Berharap Tingkatkan Aktivitas Ekonomi Gresik melalui JIIPE

bukti.id
Menteri Perindustrian (Menperin) M Sarmuji saat berkunjung ke kawasan industri JIIPE Gresik. (foto: ist)

 Menperin dorong manfaat JIIPE Gresik disosialisasikan ke masyarakat.

Gresik, bukti.id – Keberadaan kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik dinilai membawa dampak ekonomi yang perlu dipahami masyarakat. Pemerintah juga didorong memperkuat sosialisasi agar pertumbuhan kawasan industri berjalan seiring dengan penerimaan masyarakat.

Penekanan tersebut diungkapkan Menteri Perindustrian (Menperin) M Sarmuji saat berkunjung ke kawasan industri JIIPE Gresik, Jumat (16/10/2026)

Baca juga: Kolab Unilak, BRIN dan ECOTON. Rancang Strategi Komunikasi Risiko Mikroplastik dan Kampanye GEMARIKAN

Sarmuji menjelaskan, manfaat JIIPE tidak terbatas pada penyerapan tenaga kerja. Aktivitas industri juga berpotensi menggerakkan perekonomian wilayah sekitar, mulai dari tumbuhnya kegiatan usaha hingga berkembangnya kawasan-kawasan ekonomi baru.

“Gresik ini mendapatkan manfaat yang cukup besar dari adanya JIIPE, tenaga kerjanya terserap, lalu lintas perekonomian juga otomatis tumbuh. Ada daerah-daerah tertentu yang tumbuh, perekonomiannya juga pasti akan terdongkrak dengan adanya sebuah kawasan industri,” ujar Sarmuji dalam keterangan, Jumat (16/10/2026).

Menurut Sarmuji, sosialisasi mengenai manfaat kawasan industri perlu terus dilakukan agar masyarakat memahami kontribusi investasi industri terhadap perekonomian daerah.

Saat di JIIPE, Sarmuji mengaku memperoleh penjelasan mengenai perkembangan kawasan, infrastruktur, dan utilitas, serta meninjau fasilitas hilirisasi di sektor logam, manufaktur pendukung energi terbarukan, dan industri kimia.

Sosialisasi, kata Sarmuji, perlu dilakukan secara masif melalui komunikasi dan dialog dengan masyarakat. Dengan begitu, warga dapat memahami peluang ekonomi yang ditawarkan sekaligus menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak pengembangan industri di lingkungan mereka.

Baca juga: FPK Gresik Mainkan Bambu Gila. Dolanan Rakyat yang Nyaris Punah

Sarmuji juga menanggapi kekhawatiran bahwa kehadiran kawasan industri dapat mengubah atau menggerus budaya lokal. Dirinya berpandangan, pengembangan industri dengan konsep klaster atau kawasan yang terkonsentrasi relatif dapat membatasi dampak langsung terhadap kehidupan sosial masyarakat.

“Menurut saya, kalau kawasan industri lebih terklaster, tidak sampai mengubah suatu budaya secara total. Karena ini terklaster, terkonsentrasi, kemungkinan untuk merusak suatu budaya relatif lebih kecil,” ungkap dia.

Di bagian lain, Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS), selaku pengelola JIIPE, Bambang Soetiono menegaskan kawasan industri terintegrasi tersebut dikembangkan dengan dukungan pelabuhan laut dalam dan fasilitas penunjang untuk memenuhi kebutuhan operasional serta logistik industri.

Baca juga: FPK Bakal Bentuk Kepengurusan Madura Raya dan Gresik

JIIPE memiliki area industri seluas 1.761 hektare, area pelabuhan 406 hektare, dan area residensial 800 hektare. Hingga saat ini, sekitar 60 persen lahan kawasan industri tersebut telah terjual. Sejumlah perusahaan yang telah berinvestasi di JIIPE antara lain PT Freeport Indonesia, Xinyi, Hailiang, Golden Elephant (GEABH), dan ANTAM.

Bambang bilang, kelengkapan infrastruktur dan utilitas serta akses pelabuhan laut dalam menjadi keunggulan kawasan dalam mendukung efisiensi logistik dan pengembangan industri.

“Kelebihan JIIPE adalah sarana infrastruktur dan utilitas yang lengkap serta memiliki laut dalam sehingga memudahkan industri. Kami juga membangun pembangkit listrik tenaga gas yang dipasok PGN dan berencana membangun PLTS,” tutup Bambang. (eddy)

Editor : heddyawan

Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru