x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Mahasiswa Baru Harus Berakhlak Mulia dan Intelek

Avatar bukti.id

Pendidikan

Surabaya, bukti.id - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah mempersiapkan rangkaian kegiatan penyambutan bagi para mahasiswa baru (maba) tahun 2020. Diiawali dengan kegiatan Pelatihan Spiritual dan Kebangsaan (PSB) secara daring selama dua hari mulai hari ini, Senin (14/9/2020).

Ketua pelaksana kegiatan PSB Yeyes Mulyadi ST MSc PhD menyebutkan, dalam kegiatan ini, mahasiswa dibekali tentang wawasan spiritual, kebangsaan, dan kecerdasan intelektual. Meskipun diselenggarakan secara daring, antusias para mahasiswa sangat besar melihat dukungan positif yang diberikan jajaran rektorat, dekanat, hingga Majelis Wali Amanat (MWA) ITS di awal pelatihan.

“Anda adalah pemimpin bangsa, CEO, wirausahawan, pemikir dan tokoh masyarakat di masa mendatang,” kata Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng, Rektor ITS menyemangati.

Semangat kembali ditularkan oleh pemateri dari Badan Intelijen Negara (BIN) dan Komando Daerah Militer (Kodam) V Brawijaya, mendukung tujuan PSB untuk menanamkan rasa cinta tanah air dalam bingkai semangat perjuangan. "Harapannya, bekal dari kami dapat diterapkan teman-teman mahasiswa agar tidak terjerumus dalam hal-hal berbau radikal, baik radikal kanan maupun radikal kiri," kata Isan Tondonegoro, pemateri dari BIN.

Dalam hal ini, Isan mengingatkan supaya mahasiswa tidak dengan mudah menelan informasi mentah-mentah selama aktif berorganisasi. "Aktif boleh, tapi jangan lupa makan," candanya.

Ia berpesan supaya mahasiswa mengikuti arahan dosen dan tenaga pendidik lain, serta memperkuat jalinan dengan orang-orang baik seperti dengan mengikuti PSB seperti sekarang ini. Menurutnya, dengan begitu akan terhindar dari hal-hal yang berbau radikal dan di luar nalar.

Dari kalangan ulama tahun ini ITS menghadirkan KH Marzuqi Mustamar. Ia menuturkan, di negara Indonesia ini, Allah telah mengamanahkan Islam dalam jumlah yang besar.

Selaras dengan pemaparan materi wawasan kebangsaan sebelumnya, Kyai mengingatkan agar tidak membenturkan antara dakwah dengan negara. “Jika mengacau agama haram, mengacau negara pun haram. Jika menjaga agama wajib, maka wajib pula menjaga negara,” tandasnya mengingatkan. (war)

Editor : W Aries

Artikel Terbaru
Jumat, 12 Jun 2026 05:30 WIB | Hukum

Bareskrim Polri Sita Pabrik PT Simba Jaya Utama di Sidoarjo

Polri sita paksa pabrik milik PT. SJU di Sidoarjo, yang diduga lakukan pemurnian emas ilegal. ...
Kamis, 11 Jun 2026 15:30 WIB | Peristiwa

GMNI Surabaya Gandeng Rumah Literasi Digital, Cetak Mahasiswa Kritis Lewat Pelatihan Jurnalistik

Surabaya, Bukti.ID - GMNI Surabaya bersama Rumah Literasi Digital (RLD) kembali menegaskan pentingnya literasi informasi bagi mahasiswa melalui Pelatihan ...
Rabu, 10 Jun 2026 06:01 WIB | Peristiwa

Usai ke Kemendes PDTT, FPK Jember Kolab dengan Empat Daerah

FPK Korwil Jember adakan rakor terkait penguatan Lembaga Adat kawasan Argopuro. ...
Rabu, 03 Jun 2026 17:55 WIB | Hukum

Eks Kepala BGN Jadi Tahanan Kejagung

Kejagung RI menahan eks Kepala dan dua Wakil Kepala BGN. ...
Rabu, 03 Jun 2026 09:05 WIB | Hukum

Sejak Dini Hari, Penyidik Kejagung Geledah Kantor BGN

Kejagung geledah kantor pusat BGN, sehari setelah Dadang dicopot jadi Kepala BGN. ...
Rabu, 03 Jun 2026 08:34 WIB | Pemerintahan

Gonjang-Ganjing BGN. Presiden Prabowo Copot Dadan, Nanik Naik Tahta

Presiden Prabowo copot Dadan dari Kepala BGN dan diganti Nanik, di tengah sorotan tajam terhadap pelaksanaan Program MBG. ...