x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Lha Kok Nama Kami Hilang di Penerima Bansos Covid-19

Avatar bukti.id

Pemerintahan

Jakarta, bukti.id – Beragam bantuan sosial (bansos) dikucurkan pemerintah, tapi ada sebagian rakyat Indonesia yang gundah karena namanya hilang dalam daftar penerima. Lantas kenapa penyebabnya?

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memberi penjelasan mengenai rakyat yang tidak lagi menerima bansos saat pandemi covid-19. Risma menegaskan data penerima adalah kewenangan pemerintah daerah (pemda).

"Jadi ini kenapa tidak menerima? Maka daerah lah yang berhak memberikan usulan kepada kami," ungkap Risma dalam konferensi pers virtual, Senin (26/7/2021).

"Contohnya kemarin di lapangan, bu kenapa dihapus? Setelah kami cek, ternyata daerah yang menghapus, bukan kami. Jadi kami kembalikan sesuai amanat UU 13 tahun 2011 tentang fakir miskin," cerita Risma.

Mantan Wali Kota Surabaya ini bilang, data memang menjadi persoalan terbesar dalam penyaluran bansos. Maka dari itu banyak sekali peringatan yang disampaikan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sejal awal tahun, Kemensos memulai dengan pencocokan data Kemensos dan data dari Kependudukan dan Catatan Sipil. Data yang tidak cocok dan ganda, maka akan dikembalikan ke daerah. Sehingga ada yang kemudian dihapus dan daftar usulan baru.

"Ternyata ada penambahan jumlah kurang lebih 5,9 juta KK yang diusulkan baru oleh daerah. Untuk menerima bantuan. Nah, 5,9 juta ini juga kami usulkan kepada Kemenkeu untuk mendapat bantuan sebesar Rp200.000 per bulan. Itu akan diberikan mulai Juli sampai dengan Desember," tutup Risma. (edd)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Minggu, 18 Okt 2026 13:30 WIB | Peristiwa

BRIN Dorong Energi Terbarukan agar Kualitas Hasil Panen dan Tangkapan Ikan Optimal

BRIN dorong pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung proses pascapanen di sektor perkebunan dan perikanan. ...
Minggu, 18 Okt 2026 10:25 WIB | Peristiwa

Pelatihan Jurnalistik Batch#3. Kolab GMNI Surabaya Raya dan RLD Asah Nalar Kritis Berbasis Fakta

Pelatihan Jurnalistik Batch #3 kolaborasi DPC GMNI Surabaya Raya dan Rumah Literasi Digital di The Alana Hotel. ...
Minggu, 18 Okt 2026 08:15 WIB | Hukum

Kasus Korupsi Bupati Klaten. KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Rp934 Juta

Drama lanjutan OTT di Klaten, penyidik KPK sita sebuah tong biru yang berisi uang Rp934 juta. Uang hasil korupsi? ...
Minggu, 18 Okt 2026 07:42 WIB | Ekonomi

Warga Jawa Timur Tak Perlu Cemas Soal BBM. Wagub Emil Pastikan Stok Aman

Wagub Emil: stok BBM di Jawa Timur dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. ...
Minggu, 18 Okt 2026 05:10 WIB | Ekonomi

Pemkab Lamongan Yakin, 2026 Produksi Padi Melimpah

Pada 2026, Pemkab Lamongan yakin mampu menghasilkan produksi padi melampaui capaian tahun sebelumnya, mencapai sekitar 1,335 juta ton. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 19:10 WIB | Peristiwa

Dai Sejuta Mimbar. Kerja Bareng BRIN dan BPKH

BPKH dan BRIN 'lahirkan' Dai Sejuta Mimbar, yakni edukasi rencana haji dan dakwah pakai platform digital. ...