x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Covid-19 Hantam Lapas Perempuan Pekanbaru

Avatar bukti.id

Peristiwa

Pekanbaru, bukti.id – Serangan virus Covid-19, dihadapi Lapas Perempuan di Pekanbaru. Ada 28 narapidana dan tiga pegawai di Lapas itu yang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19.

Dari data yang ada, keadaan itu semakin memburuk karena fasilitas kesehatan di Lapas itu kurang memadai. Seperti obat-obatan, alat pelindung diri serta minimnya tenaga medis.

"28 napi yang positif diisolasi di dalam ruang penjara dan ada lima ruangan yang kita sediakan untuk isolasi, satu ruangan bisa dihuni lima hingga enam orang napi," terang Kepala Lapas (Kalapas) Perempuan Pekanbaru Desi, Jumat (2/10/2020).

Desi juga mengeluhkan minimnya bantuan untuk menangani Covid-19 dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kepada Lapas Perempuan Pekanbaru, antara lain adalah uji swab yang belum masif, obat-obatan, vitamin dan ketersediaan alat pelindung diri (APD). Padahal pada 24 September lalu, pihaknya sempat meminta bantuan swab kepada pemerintah setempat.

Kondisi yang memprihatinkan ini tentunya membuat seluruh pegawai dan narapidana yang ada di dalam Lapas menjadi takut jika jumlah yang terpapar Covid-19 terus bertambah.

"Kami kesulitan untuk memisahkan narapidana yang sedang menunggu hasil dan yang sudah bergejala, karena tempat kami (Lapas) sudah overload. Kami sangat memohon berbagai pihak untuk memberikan bantuannya. Baik dari segi obat-obatan, vitamin serta apapun yang dapat membantu kami di sini," mohonnya.

Sementara itu Ecky, Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha Lapas Perempuan Pekanbaru mengatakan saat ini ke 28 narapidana yang sudah terpapar Covid-19 masih berada di dalam Lapas.

"Kalau kelamaan di dalam Lapas kami khawatir ini akan menyebar dan jumlah yang terpapar semakin banyak, narapidana harus segera dipindahkan ke rumah sakit. Kami juga tidak punya dokter," jelasnya.

Karena minimnya bantuan dari Pemerintah Provinsi Riau, Lapas Pekanbaru saat ini tengah bergerilya untuk mencari bantuan ke pihak swasta yang ada di Pekanbaru maupun di Riau. "Hari ini saya bergerilya meminta bantuan ke pihak swasta, barangkali nanti ada yang mau membantu untuk penanganan Covid-19 di Lapas ini," pungkasnya. (war/bbs)

Editor : W Aries

Artikel Terbaru
Sabtu, 17 Okt 2026 19:10 WIB | Peristiwa

Dai Sejuta Mimbar. Kerja Bareng BRIN dan BPKH

BPKH dan BRIN 'lahirkan' Dai Sejuta Mimbar, yakni edukasi rencana haji dan dakwah pakai platform digital. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 15:10 WIB | Peristiwa

Awas, Jukir mBetik Bakal Disanksi. Pemkab Sidoarjo Seriusi Parkir DigitalĀ 

Oknum jukir nakal di Sidoarjo bakal disanksi, seiring penerapan parkir digital. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 14:42 WIB | Ekonomi

Petikemas Internasional TTL Melonjak 78,69 Persen, Tembus 389 Ribu TEUs

Arus petikemas internasional Terminal Teluk Lamong mencapai 389.682 TEUs hingga Agustus 2026, meningkat 78,69 persen secara tahunan. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 08:48 WIB | Pendidikan

Unibraw dan BRIN Ubah Limbah Pertanian Jadi Produk Kimia Bernilai Tambah

UB dan BRIN kolab kembangkan limbah pertanian jadi produk kimia. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 06:40 WIB | Peristiwa

Terminal Teluk Lamong Surabaya Raih Prestasi Internasional

Dalam ajang GPF Awards 2026 Singapura, anak perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas, PT Terminal Teluk Lamong sukses meraih dua penghargaan. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 05:05 WIB | Peristiwa

Bunda Jelita, Tak Sekedar Berburu Tren. TP PKK Surabaya Bakal Dampingi Keluarga Bumil Hingga Lahiran

Pemkot dan TP PKK Surabaya dampingi keluarga Bumil hingga lahiran lewat Bunda Jelita. ...