x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Arab Saudi Tak Masukkan Indonesia di Daftar Kuota Haji 2021

Avatar bukti.id

Religi

Jakarta, bukti.id – Sepertinya, tahun ini, jamaah haji Indonesia harus menelan ‘pil' gagal lagi. Gagal berangkat ke tanah suci Mekkah.
Itu karena pemerintah Arab Saudi memang belum memberikan informasi resmi soal kuota haji Indonesia. Tapi kebijakan pengetatan warga negara yang masuk ke Arab Saudi, jadi sinyal kuat.
Arab Saudi memang memperketat penerimaan jamaah haji untuk tahun ini, dengan jamaah yang akan diterima. Yakni jamaah yang telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dari vaksin yang telah menerima Emergency Use Listing Procedure (EUL) dari WHO. Vaksin yang dimaksud adalah Pfizer, Moderna, Johnson & Johnson dan AstraZeneca.
Indonesia saat ini sudah menggunakan AstraZeneca, itupun dalam jumlah terbatas. Sementara vaksin paling banyak yang digunakan di Indonesia, yakni Sinovac, perkembangan terbaru sudah mendapatkan EUL dari WHO.
Pada akun Twitter resmi Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, 30 Mei 2021, @MOISaudiArabia, pemerintah Arab hanya membolehkan 11 negara yang masuk, dan Indonesia tak masuk dalam daftar.
Daftar 11 negara yang sudah diizinkan masuk Arab Saudi, adalah Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Italia, Jepang, Jerman, Prancis, Portugal, Swedia, Swiss, dan Uni Emirat Arab.

 

Pemerintah Perlu Lobi Arab Saudi

Tak munculnya Indonesia di daftar negara yang diizinkan masuk Arab Saudi, memantik reaksi pelaku usaha biro perjalanan travel ibadah umroh.

Jemaah umroh Indonesia saat di tanah suci (foto: net)

Mereka mendesak pemerintah untuk melakukan lobi kepada Pemerintah Arab terkait pembukaan akses umrah dari Indonesia.
Salah satu aturannya, penerimaan jamaah haji, hanya memperbolehkan jamaah yang telah mendapat suntikan vaksin yang sudah menerima Emergency Use Listing Procedure (EUL) dari WHO. Yakni, Pfizer, Moderna, Johnson & Johnson, dan AstraZeneca. Sedangkan Sinovac yang dipakai Indonesia, baru-baru ini masuk dalam daftar penggunaan darurat oleh WHO.
Indonesia saat ini sudah memakai dua jenis vaksin yang masuk dalam daftar itu, yakni AstraZeneca dan Sinovac. Sehingga peluang jamaah haji dan umrah Indonesia masih terbuka.
Ketua DPP Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Bungsu Sumawijaya mengatakan, paling tidak saat ini ada dua vaksin yang setujui Arab Saudi untuk masuk wilayahnya Sinovac dan AstraZeneca.
“Jadi pemerintah kita perlu melobi kerajaan Arab untuk memperbolehkan jamaah dari Indonesia masuk ke Arab. Pemerintah kita perlu melobi kerajaan Arab, memperbolehkan jamaah kita dari vaksin itu yang disetujui WHO. Mungkin kalau haji ini sulit karena waktu mepet dua bulan lagi penyelenggaraannya, tapi paling tidak kan untuk umroh boleh masuk,” ungkap Bungsu, kepada media, Rabu (2/6/2021).
Hingga berita ini diunggah, Indonesia belum mendapat kuota Jemaah haji, begitu juga perjalanan umrah belum diperbolehkan kerajaan Arab. Proses mitigasi juga sedang dilakukan oleh pemerintah melalui tim kesiapan haji.
“Hingga saat ini kuota semua negara belum punya kuota pastinya, sementara penyelenggaraan haji sebentar lagi, tapi paling tidak kita harus persiapkan jemaah umroh nantinya, juga persiapan umroh ini menjadi satu pembicaraan,” tutupnya. (edd)

 

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Minggu, 18 Okt 2026 13:30 WIB | Peristiwa

BRIN Dorong Energi Terbarukan agar Kualitas Hasil Panen dan Tangkapan Ikan Optimal

BRIN dorong pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung proses pascapanen di sektor perkebunan dan perikanan. ...
Minggu, 18 Okt 2026 10:25 WIB | Peristiwa

Pelatihan Jurnalistik Batch#3. Kolab GMNI Surabaya Raya dan RLD Asah Nalar Kritis Berbasis Fakta

Pelatihan Jurnalistik Batch #3 kolaborasi DPC GMNI Surabaya Raya dan Rumah Literasi Digital di The Alana Hotel. ...
Minggu, 18 Okt 2026 08:15 WIB | Hukum

Kasus Korupsi Bupati Klaten. KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Rp934 Juta

Drama lanjutan OTT di Klaten, penyidik KPK sita sebuah tong biru yang berisi uang Rp934 juta. Uang hasil korupsi? ...
Minggu, 18 Okt 2026 07:42 WIB | Ekonomi

Warga Jawa Timur Tak Perlu Cemas Soal BBM. Wagub Emil Pastikan Stok Aman

Wagub Emil: stok BBM di Jawa Timur dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. ...
Minggu, 18 Okt 2026 05:10 WIB | Ekonomi

Pemkab Lamongan Yakin, 2026 Produksi Padi Melimpah

Pada 2026, Pemkab Lamongan yakin mampu menghasilkan produksi padi melampaui capaian tahun sebelumnya, mencapai sekitar 1,335 juta ton. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 19:10 WIB | Peristiwa

Dai Sejuta Mimbar. Kerja Bareng BRIN dan BPKH

BPKH dan BRIN 'lahirkan' Dai Sejuta Mimbar, yakni edukasi rencana haji dan dakwah pakai platform digital. ...