Connect with us

Komisi XI DPR RI Apresiasi Bank Indonesia

Produk UMKM Didorong Jebol Tirani Ekspor


Meski diterpa hantaman pandemi Covid-19, UMKM masih berpeluang menembus eksport. (foto: net)

Bandung, bukti.id – Kalangan wakil rakyat memberikan apresiasi pada Bank Indonesia (BI) yang memberikan kontribusi bagi pelaku UMKM.

BI, melakukan upaya melalui berbagai programnya untuk memajukan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat berorientasi ekspor.

Jadi, bukan tanpa alasan jika anggota Komisi XI DPR RI, Siti Mufattahah, memberikan apresiasi tersebut. Malah, Siti yakin, meski penuh tantangan, UMKM memiliki peluang untuk meningkatkan ekspor.

“Kami apresiasi Bank Indonesia dalam menggandeng UMKM di tengah pandemi ini. Visi misi ke depan kita adalah ekspor, sehingga secara masif kami mendorong agar UMKM khusunya di Jawa Barat semaksimal mungkin untuk bisa mencapai pasar global,” ujar Siti.

Ungkapan legislator dapil Jabar XI itu disampaikan usai mengikuti pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI dengan perwakilan BI, OJK, Himbara, dan UMKM binaan BI terkait stimulus UMKM dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Provinsi Jawa Barat, Bandung, baru-baru ini.

Politisi Fraksi Partai Demokrat itu menilai, UMKM adalah penggerak ekonomi nasional, khususnya dalam kerangka pemulihan ekonomi nasional. UMKM berkontribusi 61 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, serta menyerap 97 persen tenaga kerja.

“Namun sayangnya masih banyak UMKM yang memproduksi produknya hanya untuk konsumsi masyarakat di daerahnya saja. Walaupun, ada juga UMKM yang sudah mendunia tetapi jumlahnya masih sedikit,” ulas Siti.

Siti manambahkan,“Karena itu, kami minta BI lebih pro aktif dalam mencari UMKM yang berpotensi menjadi ekspor. Karena kalau kita bina dengan maksimal baik berkaitan dengan SDM dan pemasarannya itu juga menjadi potensi UMKM go ekspor,”.

Khusus di Jawa Barat sebagai salah satu lumbung UMKM, menurut Siti, masih banyak potensi ekspor diantaranya produk fesyen, furnitur serta kerajinan.

Untuk itu, lanjutnya, Komisi XI DPR RI bakal terus memberikan dukungan dalam mempermudah permodalan dengan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Himbara. Mengingat, berdasarkan temuannya di lapangan, masih banyak ditemukan kendala permodalan.

“Untuk permodalan UMKM paling tepat menggunakan KUR, hanya saya mengimbau pada Himbara agar lebih proaktif pada UMKM. Karena selama ini banyak informasi yang simpang siur dan menyebabkan UMKM enggan untuk mengakses KUR,” pinta Siti.

Diakuinya, tak sedikit pelaku usaha kecil menengah terkendala persyaratan untuk mengakses pembiayaan. Karena itu, pihaknya mendorong Himbara memberikan kemudahan bagi kredit perbankan UMKM.

“Kita juga memberikan jaminan kepada KUR ini sehingga tidak alasan Himbara untuk mengkhawatirkan kepastian pembayaran ke depan ini,” ujar Siti.

Pada sisi lain, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi menyampaikan program BI dalam mendukung UMKM agar bertaraf intermasional. Salah satunya, BI meminta perbankan agar ikut dalam melakukan pemberdayaan UMKM baik aspek produksi, keuangan, SDM hingga digitalisasi. (hea)

Click to comment

bukti.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Trending