x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

KPU Dorong Tahun Ini Harus Diputuskan. Begini Alasannya

Avatar bukti.id

Pemilu

Bekasi, bukti.id – Bila tak ada aral  serta mendapat persetujuan pemerintah dan DPR RI, Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal menyederhanakan surat suara Pemilu 2024.

Wacana tersebut diungkapkan Komisioner KPU RI Viryan Aziz pada forum webinar yang digelar Bawaslu Kota Bekasi, Kamis (10/6/2021).

Viryan menyebut, tahun ini menjadi waktu yang tepat untuk memutuskan, apakah wacana menyederhanakan surat suara pemilu 2024 ingin diterapkan.

“Saya ingin menyampaikan, saat ini atau tahun ini, menjadi golden time kalau kita ingin menyederhanakan surat suara,” cetus Viryan, dalam webinar itu.

Viryan menjelaskan, golden time yang dimaksud dalam hal ini adalah, tahun ini menjadi penentuan wacana penyederhanaan desain surat suara akan dilakukan atau tidak. Menurutnya, bila desain atau alternatif itu tak ditemukan, maka desain surat suara Pemilu 2024 masih akan sama seperti Pemilu 2019 silam.

Jika desain penyederhaaan surat suara baru akan dibahas pasca tahun 2021, imbuh Viryan, maka hal itu akan terjadi persoalan tersendiri bagi penyelenggara. Apalagi, hal serupa pernah terjadi di Pemilu 2009.

“Karena waktu perubahan sangat singkat, sosialisasi, bimtek tidak dilakukan secara merata dan kemudian tidak menghasilkan kemudahan bagi pemilih,” tukas Viryan.

Diketahui, KPU melempar wacana surat suara pada Pemilu 2024 tak lagi dicoblos, melainkan ditandai.

Karena itu, Viryan menyampaikan, saat ini KPU tengah mengkaji berbagai alternatif penyerderhanaan surat suara Pemilu 2024. Salah satu alternatif, dengan cara menyederhanakan surat suara yang sebelumnya 5 surat suara menjadi 2-3 surat suara.

“Kemudian wacana yang kedua adalah selain (penyederhaan) jumlah, proses penandaan. Ada wacana tidak lagi mencoblos tapi menulis,” kata Viryan.

Viryan menguraikan, desain dari wacana ini, nantinya pada surat suara pemilih akan dihadapkan dengan kolom-kolom tertentu. Misalnya, pada kolom Pilpres, pemilih hanya menuliskan atau menandai nomor calon yang akan dipilih. Begitupun untuk DPR juga sama, pemilih akan menandai partai nomor berapa dan calon legislatif nomor berapa.

“Jadi bermain di angka, tidak huruf. Kalau huruf nanti ada persoalan dengan tingkat baca masyarakat. Tapi kalau angka, siapa yang tidak kenal dengan uang, kalau uang itu kan ada angka-angkanya, jadi sudah sangat lazim,” dalih Viryan.

Viryan juga menyadari, bila wacana ini yang dilakukan akan menjadi persoalan di masyarakat. Mengingat, pemilih selama ini dihadapkan dengan mekanisme penggunaan hak pilihnya dengan cara mencoblos surat suara.

Namun, Viryan yakin, untuk menerapkan wacana ini pada Pemilu 2024 diperlukan kesiapan yang matang. Mulai dari sosialisi dan edukasi kepada mayarakat terkait perubahan surat suara ini secara sistematis, masif dan bagaimana upaya simulasinya juga massal.

“Pertanyaan esensialnya adalah apakah kemudian 1 lembar surat suara itu bisa dipahami atau dimaknai sebagai bentuk surat suara yg sederhana? Kalau diskusi kita ini sangat sederhana,” tutup Viryan. (edd)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Kamis, 10 Sep 2026 16:35 WIB | Peristiwa

Dampak Kekeringan di Malang. PTPN I Regional 5 Salurkan Air Bersih

PTPN I Regional 5 salurkan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di Malang. ...
Rabu, 09 Sep 2026 08:02 WIB | Peristiwa

Peneliti Rekonstruksi Sejarah Erupsi Gunung Api Berdasar Karakterisasi Endapan Material Vulkanik

Rekonstruksi sejarah erupsi gunung api bisa berdasar pada karakteristik material vulkanik. ...
Rabu, 09 Sep 2026 05:10 WIB | Peristiwa

Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau, Lima Jurnalis Hilang Kontak

Lima jurnalis hilang kontak saat liputan erupsi Gunung Anak Krakatau, FPI bantu pencarian. ...
Senin, 07 Sep 2026 18:10 WIB | Peristiwa

Sekolah Kader GMNI Surabaya. Tri Prakoso: Literasi, Pondasi Membaca Realitas yang Terjadi

Rendahnya literasi, melemahkan kemampuan analisis, paparan penting pada Sekolah Kader GMNI Surabaya. ...
Senin, 07 Sep 2026 05:31 WIB | Peristiwa

Hari Aksara Internasional. Tanamkan Aksara Jawa Sebagai Warisan Budaya Bagi Generasi Muda

Lomba Menulis Aksara Jawa warnai Hari Aksara Internasional di Surabaya. ...
Minggu, 06 Sep 2026 19:30 WIB | Peristiwa

Ricuh. Konferda DPD GMNI Jatim di Nganjuk

Konferda DPD GMNI Jatim ricuh. Diduga dipicu intervensi parpol dan sokongan dana. ...