x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Evaluasi Kinerja Jelang Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin

Avatar bukti.id

Pemerintahan

Jakarta, bukti – Tingkat kepuasan publik jelang satu tahun pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin prosentase angkanya mencapai 67,4 persen. Temuan ini didasarkan dari hasil telesurvei atau wawancara melalui kontak telepon yang dilakukan Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI).

Telesurvei dilakukan pada 9-12 Juni 2020 dengan melibatkan sekitar 1.000 responden di 34 provinsi di Indonesia. Margin of error survei ini +/- 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Angka kepuasan publik sebanyak 67,4 persen itu diperoleh dari penjumlahan responden yang mengaku cukup puas dan sangat puas. Sementara, responden yang menyatakan tidak puas, diketahui sebesar 25,3 persen. Sedangkan 7,3 persen responden lainnya, memilih tidak menjawab atau tidak tahu.

Sebelumnya, Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia (SIPI) memperlihatkan persepsi publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin dalam menangani pandemi Covid-19. Survei yang digelar pada Mei 2020 itu, menunjukkan tingkat kepuasan publik mencapai 56,4 persen. Sedangkan 31,3 persen responden menyatakan tidak puas.

Jika dibandingkan survei Indikator Politik pada Februari 2020, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah tampak terjadi penurunan terus menerus. Sebab dari hasil survei saat itu mencatat angka prosentase kepuasan publik mencapai 70,8 persen. Sementara responden yang tidak puas diketahui hanya 11,6 persen.

Ketidakpuasan publik yang relatif menurun ini menjadi alarm bagi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin di tahun kedua agar meningkatkan kinerjanya lagi. Ini bisa dilihat dari 75,6 persen responden yang menyatakan setuju adanya reshuffle atau pergantian menteri pada Kabinet Indonesia Maju jilid II. Dengan uraiannya 20,5 persen sangat setuju dan 55,1 persen setuju.

“Temuan survei ini bisa menjadi catatan evaluasi bagi Presiden Jokowi untuk meninjau kembali para pembantunya,” tutur Direktur Eksekutif ASI, Ali Rifan, dalam keterangan persnya, Jumat (19/6/20) kemarin.

Kendati demikian, kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin yang resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024, pada 20 Oktober 2019 silam itu, bisa dianggap lebih baik dibanding pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK).

Dari rekam data bukti.id, satu tahun pemerintahan Jokowi-JK kerap berseberangan pandangan. Kedua pucuk pimpinan di Tanah-Air Indonesia itu sering terlihat tak sejalan dalam mengambil sikap. Hal ini lantas dijadikan tanda ketidakharmonisan pemerintahan Jokowi-JK.

Contoh yang mencolok ialah perbedaan sikap soal penangkapan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Jika Jokowi meminta Novel untuk tidak ditahan, JK malah menganggap posisi Bareskrim Polri serba salah antara menangkap atau tidak.

Walhasil, satu tahun kinerja kepemimpinan Jokowi-JK cenderung menorehkan rapor negatif. Survei Litbang Kompas pada Maret 2015 mengungkap tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi hanya berkisar 46 persen. Sementara responden yang menyatakan tidak puas jumlahnya cenderung lebih banyak. Yakni sebesar 57,5 persen.

Hal serupa juga terjadi pada kepuasan publik terhadap kepemimpinan JK. Hanya 41,3 persen responden yang mengaku cukup puas dan 0,8 persen yang sangat puas. Adapun yang tidak puas mencapai 46,2 persen, dan yang tidak puas sama sekali sebesar 6,7 persen. Sehingga, kepuasan publik hanya mencapai 42,1 persen.

Selanjutnya, tingkat kepuasan terhadap kinerja Kabinet Kerja juga mengalami nasib yang sama. Hanya 0,8 persen yang mengaku sangat puas dan 36,3 persen yang cukup puas terhadap kinerja para menteri. Sebanyak 42,8 persen mengaku kurang puas dan 3,9 persen tidak puas sama sekali. (ags)

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Minggu, 18 Okt 2026 13:30 WIB | Peristiwa

BRIN Dorong Energi Terbarukan agar Kualitas Hasil Panen dan Tangkapan Ikan Optimal

BRIN dorong pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung proses pascapanen di sektor perkebunan dan perikanan. ...
Minggu, 18 Okt 2026 10:25 WIB | Peristiwa

Pelatihan Jurnalistik Batch#3. Kolab GMNI Surabaya Raya dan RLD Asah Nalar Kritis Berbasis Fakta

Pelatihan Jurnalistik Batch #3 kolaborasi DPC GMNI Surabaya Raya dan Rumah Literasi Digital di The Alana Hotel. ...
Minggu, 18 Okt 2026 08:15 WIB | Hukum

Kasus Korupsi Bupati Klaten. KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Rp934 Juta

Drama lanjutan OTT di Klaten, penyidik KPK sita sebuah tong biru yang berisi uang Rp934 juta. Uang hasil korupsi? ...
Minggu, 18 Okt 2026 07:42 WIB | Ekonomi

Warga Jawa Timur Tak Perlu Cemas Soal BBM. Wagub Emil Pastikan Stok Aman

Wagub Emil: stok BBM di Jawa Timur dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. ...
Minggu, 18 Okt 2026 05:10 WIB | Ekonomi

Pemkab Lamongan Yakin, 2026 Produksi Padi Melimpah

Pada 2026, Pemkab Lamongan yakin mampu menghasilkan produksi padi melampaui capaian tahun sebelumnya, mencapai sekitar 1,335 juta ton. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 19:10 WIB | Peristiwa

Dai Sejuta Mimbar. Kerja Bareng BRIN dan BPKH

BPKH dan BRIN 'lahirkan' Dai Sejuta Mimbar, yakni edukasi rencana haji dan dakwah pakai platform digital. ...