Ikhtiar Kominfo Petakan dan Pecahkan Masalah UMKM

bukti.id
Ilustrasi UMKM (foto: net)

Jakarta, bukti.id – Active Selling merupakan program pendampingan dan fasilitasi untuk pelaku usaha di sejumlah daerah di Indonesia, untuk penguatan UMKM di era digital yang terus berkembang.

Program ini dibawah pengelolaan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI terhadap UMKM.

Baca juga: Aku SDC. Aku Siap Dongkrak UMKM Sidoarjo Naik Kelas

Fasilitator Program Active Selling di Jawa Timur, Fitri Rahmawati, menjelaskan, pihaknya membagi kelompok sesuai kualifikasi masing-masing UMKM. Pemetaan berdasarkan permasalahan dan kebutuhan. Pasalnya, masih banyak UMKM Produsen di sektor pengolahan yang membutuhkan pelatihan dan pendampingan Active Selling.

Karena antusiasme UMKM dalam menimba ilmu digital sangat tinggi, peserta yang semula ditargetkan hanya 2.600, membludak hingga 3.900 UMKM.

“Kami bagi menjadi tiga kualifikasi. Yang pemula adalah mereka yang belum mengenal digital marketing sama sekali. Kelompok cakap adalah UMKM yang pernah menggunakan media sosial untuk bisnis,” ujar Fitri kepada jurnalis, Senin (18/10/2021).

“Dan kelompok mahir adalah mereka yang sudah memakai marketplace namun belum optimal. Dengan pengelompokan ini, maka kami bisa memberikan materi yang benar-benar dibutuhkan,” ujar Fitri.

Sebagai konsultan dan trainer UKM di Pulosari 17, Fitri melihat potensi pemasaran digital bagi UMKM sangat besar dan luas. Permasalahan yang muncul pun beragam.

Baca juga: DPR Minta Perbankan Berperan Aktif

Di kota dengan penduduk yang pintar dan kritis, masalahnya adalah permodalan. Di kota besar, pelatihan terkendala dengan waktu, karena umumnya UMKM lebih sibuk dalam urusan produksi. Ada juga kota yang pengusahanya masih nyaman dengan pemasaran offline.

Sebagai fasilitator, Fitri sering mengundang relawan UKM yang siap berbagi waktu dan ilmu untuk menambah semarak Program Active Selling.

“Melihat kondisi psikologis yang berbeda-beda tiap kota, kami harus cermat memilih materi yang dibutuhkan agar proses pelatihan dan pendampingan menjadi lebih efektif dan efisien. Kami juga menyiapkan mentor yang berpengalaman dari kalangan akademisi maupun praktisi untuk menambah ilmu bagi para peserta Program Active Selling,” papar Fitri.

Pelatihan dan pendampingan dilakukan kepada UMKM dalam sisi pengembangan bisnis, komunikasi, perizinan, pengemasan dan identitas (brand). Konsennya pun bertambah ketika program Active Selling berlangsung, yakni pemasaran dengan moda digital.

Baca juga: SenyuM Bikin Pelaku UMKM Tersenyum

Pendampingan akan tetap dilakukan terhadap UMKM yang membutuhkan meski program telah usai. Menurutnya penggunaan aplikasi-aplikasi digital sangat penting untuk membangun bisnis yang besar.

“Aplikasi agregator dan POS perlu digunakan bagi UMKM yang sudah nyaman berjualan secara online karena mampu memudahkan proses pemasaran, monitoring dan administrasi. Mungkin masih banyak yang belum mengetahuinya,” jelas Fitri.

Sementara itu, Direktur Ekonomi Digital Kementerian Kominfo, I Nyoman Adhiarna mengapresiasi para fasilitator yang kreatif dan bersemangat seperti Fitri dan timnya. Dia menyampaikan terima kasihnya kepada punggawa-punggawa di daerah sebagai fasilitator yang telah melengkapi kekurangan-kekurangan program Active Selling dan memberikan masukan sebagai bahan pertimbangan di program berikutnya. (edd)

Editor : heddyawan

Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru