Surabaya – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat pelatihan bahasa bagi 136 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia, untuk mendukung kesiapan lulusan bekerja di luar negeri. Program itu menjadi bagian dari penguatan pendidikan vokasi sekaligus realisasi arahan Presiden agar lulusan SMK siap memasuki dunia kerja global.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menyatakan penguatan kemampuan bahasa asing menjadi salah satu fokus pemerintah dalam menyiapkan lulusan SMK bekerja di negara tujuan.
Baca juga: Gubernur Khofifah Sambut Kepulangan 378 Jemaah Haji Kloter I di Asrama Haji Surabaya
“Di Tangerang saya juga meresmikan program pelatihan bahasa untuk 136 SMK di Indonesia yang memang mereka menyiapkan para muridnya bisa bekerja di luar negeri dengan kemampuan bahasa asing di negara-negara tujuan,” ujar Abdul Mu’ti di Surabaya.
Abdul Mu’ti menyatakan itu usai menghadiri acara Pelepasan 3.000 Lulusan SMK dan 600 Lulusan LKP Bekerja di Luar Negeri, serta peluncuran Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) SMK bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Islamic Center Surabaya, Rabu (20/5/2026).
Menurut dia, program tersebut merupakan bagian dari upaya Kemendikdasmen menyiapkan lulusan SMK agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.
“Program ini merupakan realisasi dari arahan Bapak Presiden yang beliau dalam berbagai kesempatan menyampaikan agar para lulusan SMK dapat siap memasuki dunia kerja dan mereka kita berikan pelatihan bahasa,” ujar dia.
Selain penguatan bahasa, Kemendikdasmen juga meluncurkan Program SMK 3+1 yang memberi tambahan satu tahun pembelajaran khusus untuk persiapan memasuki dunia kerja melalui kemitraan dengan perusahaan dan berbagai agensi di dalam maupun luar negeri.
Baca juga: Ribuan Masyarakat Jatim Semarakkan Takbir dan Parade Bedug
“Kemudian yang kedua adalah peluncuran program kami SMK 3+1. Ini merupakan usaha kami untuk menyiapkan lulusan SMK dapat memasuki dunia kerja baik di dalam maupun di luar negeri,” imbuh dia.
Dijelaskan siswa SMK akan menjalani pendidikan selama tiga tahun dan tambahan satu tahun untuk penyiapan kerja profesional.
“Mereka bisa belajar dari SMK yang 3 tahun kemudian menambah 1 tahun untuk penyiapan masuk dunia kerja dengan kemitraan perusahaan dan juga kemitraan berbagai agensi baik yang ada di dalam maupun yang ada di luar negeri,” tandas dia.
Pada acara tersebut, Kemendikdasmen juga melepas 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan lembaga kursus dan pelatihan (LKP) untuk bekerja di berbagai negara.
Baca juga: Dua Hari Lebaran 2026, Naik Trans Jatim Tak Perlu Bayar alias Gratis
“Programnya dua, yang pertama adalah program pelepasan lulusan SMK dan kursus untuk bekerja di luar negeri. Ada 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan kursus yang kita lepas untuk bekerja di beberapa negara,” ulas dia.
Abdul Mu’ti menegaskan para lulusan yang diberangkatkan telah dibekali kemampuan bahasa, wawasan budaya, hingga pemahaman regulasi negara tujuan.
“Mereka memiliki kemampuan bahasa, memiliki kemampuan dan wawasan berdaya serta kesiapan untuk memasuki negara di mana mereka berada. Karena juga mereka kita pelihara dengan berbagai regulasi dan sistem politik serta sistem hukum yang ada di negara tersebut,” tutup Abdul Mu’ti. (aries)
Editor : heddyawan