MANTRA Gelar Munas I di Surabaya. Fokus Tingkatkan Kualitas SDM Konstruksi
Surabaya, bukti.id – Asosiasi Mandor Tukang Nusantara (MANTRA) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) I di Surabaya, Sabtu (18/07/2026).
Perhelatan tingkat nasional ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi, serta penentuan arah strategis para pekerja konstruksi di Indonesia.
Munas I MANTRA mengusung semangat dasar “Bersatu • Berkarya • Berdaya Saing”. Secara lebih spesifik, tema besar yang diangkat dalam musyawarah ini, berfokus pada upaya memperkuat persatuan mandor dan tukang Indonesia melalui profesionalisme, peningkatan kompetensi, keselamatan kerja, inovasi, serta kolaborasi.
Langkah ini ditujukan untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) konstruksi yang unggul, berintegritas, memiliki daya saing di tingkat global, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
Penyelenggaraan Munas I ini memiliki sejumlah agenda utama, yang sangat krusial bagi fondasi dan masa depan organisasi. Terdapat enam poin agenda utama yang dibahas dan disahkan dalam forum ini.
Pertama adalah penetapan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai pedoman tertinggi organisasi.
Agenda strategis berikutnya adalah pemilihan Ketua Umum MANTRA periode kepengurusan 2026–2031. Pemilihan ini sekaligus diikuti dengan pembentukan struktur kepengurusan secara menyeluruh, mulai dari tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), hingga Dewan Pimpinan Daerah (DPD).
Selain penataan struktur dan pimpinan, forum musyawarah ini, juga difokuskan pada perumusan langkah kerja organisasi ke depan melalui penetapan Program Kerja Nasional.
Para perwakilan yang hadir juga diagendakan untuk melakukan Deklarasi Komitmen Profesionalisme Mandor dan Tukang Indonesia, sebagai bentuk keseriusan dalam menjaga kualitas dan etika kerja di lapangan.
MANTRA merencanakan upaya penguatan sinergi strategis dengan berbagai elemen penting. Sinergi ini akan dibangun bersama pemerintah, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan terkait di sektor konstruksi demi menciptakan ekosistem kerja yang lebih baik, terstandarisasi, dan terlindungi bagi seluruh pekerja infrastruktur di Tanah Air. (cebe)
Editor : heddyawan