BPK Jatim Sebut Baik tentang Pengelolaan Keuangan Pemkot Surabaya

bukti.id
Kepala BPK Jawa Timur, Yuan Candra Djaisin, menyerahkan LHP atas LKPD Tahun 2025 kepada Plh Wali Kota Armuji dan Ketua DPRD Syaifuddin Zuhri di Kantor BPK Jatim. (foto: ist)

Raih opini WTP 14 kali berturut-turut 

Surabaya – Lagi, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Timur atas laporan keuangan tahun 2025. Hingga pada 2025, Pemkot Surabaya sudah memperoleh opini WTP sebanyak 14 kali berturut-turut.

Dalam kesempatan ini, Pelaksana harian (Plh) Wali Kota Surabaya, Armuji mengapresiasi atas capaian tersebut. Menurut dia, capaian ini sebagai bukti komitmen pemkot mengelola keuangan daerah yang lebih baik dan transparan ke depannya.

Baca juga: 13 Kali Pemkab Sidoarjo Pertahankan Opini WTP di BPK Jatim

“Kita mengapresiasi, jadi apa yang kita lakukan yang diperiksa oleh BPK sehingga mendapat WTP kita ucapkan banyak terima kasih. Artinya saran dan masukan-masukan dari BPK selalu kita perhatikan,” kata Armuji, akhir Mei kemarin.

Atas raihan ini, Plh Wali Kota Armuji turut menyampaikan pesan kepada seluruh jajaran di Pemkot Surabaya agar selalu menjaga integritas dan menjalankan peraturan-peraturan yang telah ditentukan. 

“Ya tetap, mereka harus selalu menjaga integritas, di mana aturan-aturan harus tetap dijalankan,” wejang dia.

Baca juga: Upaya Pemkot Surabaya agar Penyaluran Bansos Tepat Sasaran Lewat Sistem Terintegrasi

Sebelumnya, Kepala BPK Perwakilan Jawa Timur, Yuan Candra Djaisin, menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 kepada Plh Wali Kota Armuji dan Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri di Kantor BPK Jatim, pada (26/5/2026) lalu. Berdasarkan LHP LKPD yang diserahkan kemarin, Pemkot Surabaya sampai dengan tahun 2025 sudah memperoleh opini WTP sebanyak 14 kali berturut-turut.

Yuan juga menyebutkan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan penyempurnaan oleh Pemkot Surabaya. Diantaranya, seperti pengelolaan dan penatausahaan aset, pengelolaan pendapatan pajak daerah yang belum optimal, hingga penganggaran belanja barang dan jasa. Meski demikian, ia menerangkan, hal ini tidak mempengaruhi kewajaran atas penyajian LKPD.

Baca juga: Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Puluhan Lapak Ternak di Surabaya Diperiksa

Yuan berharap LKPD yang telah diperiksa oleh BPK (LKPD audited) dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh DPRD dan pemerintah daerah, terutama terkait dengan penganggaran. 

“Meski memperoleh opini WTP, kami minta pemerintah daerah tetap serius menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan BPK dalam LHP,” tutup Yuan. (aries)

Editor : heddyawan

Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru