x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Carut-Marut Kepengurusan DPC Partai Demokrat

Avatar bukti.id

Kabar Partai

Surabaya, bukti.id – Ernawati yang sempat berpolemik dengan Plt Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya Lucy Kurniasari, akhirnya tak masuk dalam jajaran pengurus DPC Partai Demokrat Surabaya. Kepengurusan yang baru saja terbentuk melalui Surat Keputusan (SK) tanggal 24 Agustus 2020 oleh DPP Partai Demokrat, kini dipersoalkan.

Ernawati yang sempat menjabat Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC Partai Demokrat Surabaya periode 2017–2022 itu sangat kecewa. Sebab sebagai kader Partai Demokrat sejak 2003, seharusnya layak ikut andil dalam jajaran kepengurusan.

“Terus terang saya benar–benar kecewa karena saya ini adalah kader Partai Demokrat sejak 2003 dan kini tidak diberikan ruang untuk berjuang dengan Partai Demokrat lagi. Padahal kan sekarang Partai Demokrat mempunyai hajat besar (Pilkada, red) malah kadernya sendiri disingkirkan,” ungkap Erna, Senin (14/9/2020).

Erna menjelaskan, Lucy Kurniasari membantah kalau pernah mengancam akan tidak memasukkan dirinya dalam jajaran pengurus. “Tapi nyatanya apa, ternyata benar saya tidak dimasukan dalam struktur kepengurusan DPC Partai Demokrat yang baru ini,” katanya.

Erna juga mengaku heran dengan susunan yang ada di dalam jajaran kepengurusan DPC Partai Demokrat yang baru saja terbentuk itu. Lantaran, muncul nama Heppi Sunardi sebagai sekertaris dalam Bidang Hukum dan Pengamanan Partai Cabang (BHPP-CAB).

Padahal, lanjut Erna, Heppi Sunardi merupakan anak dari Imam Sunardi mantan Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur yang sedang memperkarakan soal kepemilikan kantor DPD Partai Demokrat Jatim yang berada di Jalan Kertajaya Indah 82 Surabaya.

“Ini seperti mewadahi musuh dalam selimut kan. Makanya saya merasa aneh dengan kepengurusan DPC Partai Demokrat Surabaya ini,” ujarnya.

Bahkan yang lebih mengherankan lagi, menurut Erna, nama Dini Rijanti juga masuk dalam susunan jajaran kepengurusan DPC Partai Demokrat Surabaya yang baru tersebut. Padahal diketahui, Dini Rijanti saat ini sedang menjalani proses hukum terkait kasus dugaan korupsi progam Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) Pemkot Surabaya tahun 2016.

“Tentunya hal itu kan justru menjadi beban bagi sahabat saya, Bu Dini. Idealnya kan partai memberikan waktu untuk Bu Dini agar menyelesaikan proses hukumnya terlebih dahulu. Ini malah dimasukan kepengurusan,” lanjutnya.

Mantan anggota DPRD Kota Surabaya ini menambahkan, dengan adanya struktur kepengurusan yang baru ini membuat dirinya bertanya–tanya dan menganggap ada keanehan. “Saya yakin dengan struktur yang seperti ini membuat kita tercengang jadinya, ada apa ini,” pungkasnya. (war)

Editor : W Aries

Artikel Terbaru
Rabu, 03 Jun 2026 17:55 WIB | Hukum

Eks Kepala BGN Jadi Tahanan Kejagung

Kejagung RI menahan eks Kepala dan dua Wakil Kepala BGN. ...
Rabu, 03 Jun 2026 09:05 WIB | Hukum

Sejak Dini Hari, Penyidik Kejagung Geledah Kantor BGN

Kejagung geledah kantor pusat BGN, sehari setelah Dadang dicopot jadi Kepala BGN. ...
Rabu, 03 Jun 2026 08:34 WIB | Pemerintahan

Gonjang-Ganjing BGN. Presiden Prabowo Copot Dadan, Nanik Naik Tahta

Presiden Prabowo copot Dadan dari Kepala BGN dan diganti Nanik, di tengah sorotan tajam terhadap pelaksanaan Program MBG. ...
Rabu, 03 Jun 2026 06:10 WIB | Pemerintahan

Dadan Dicopot sebagai Kepala BGN. Mensesneg: untuk Pastikan Program MBG Berjalan Efektif

Presiden Prabowo Subianto lakukan pergantian pimpinan BGN sebagai upaya memastikan program prioritas nasional berjalan efektif. ...
Rabu, 03 Jun 2026 05:05 WIB | Hukum

KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Gedung Pemkab Lamongan

KPK tahan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kantor Pemkab Lamongan. ...
Selasa, 02 Jun 2026 20:20 WIB | Ekonomi

Juni ini Tiga Bansos Cair Lagi. Dari PKH hingga Kartu Sembako

Juni ini, Kemensos kembali salurkan berbagai program bansos dari PKH hingga Kartu Sembako. ...