x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Indeks Modal Manusia Indonesia, Meningkat

Avatar bukti.id

Seni Budaya

Jakarta, bukti.id - Laporan Indeks Modal Manusia 2020 yang dirilis Grup Bank Dunia, mencakup data kesehatan dan pendidikan dari 174 negara – meliputi 98 persen dari seluruh populasi dunia. Hingga Maret 2020, indeks itu menunjukkan data dasar sebelum pandemi untuk kesehatan dan pendidikan anak-anak.

Analisis tersebut menunjukkan bahwa sebelum terjadinya pandemi, telah banyak negara yang mencapai kemajuan stabil dalam membangun modal manusia bagi anak-anak.

Disampaikan David Malpass, Presiden Grup Bank Dunia, di antara tahun 2010 dan 2020, nilai Indeks Modal Manusia (Human Capital Index - HCI) di Indonesia meningkat dari 0,50 menjadi 0,54. Ini berarti bahwa seorang anak yang lahir di Indonesia saat ini akan mencapai 54 persen dari produktifitas maksimalnya jika memenuhi tolok ukur pendidikan dan kesehatan yang lengkap.

Selama satu dekade terakhir, kemajuan ini digerakkan terutama oleh penurunan angka stunting, yang merupakan kabar gembira, karena tingkat gizi yang cukup sangatlah penting bagi anak-anak untuk dapat membangun modal manusianya. Sementara itu, meskipun angka kelangsungan hidup orang dewasa mengalami peningkatan, angka kematian orang dewasa sebelum waktunya masih tetap tinggi, menandakan perlunya memperkuat akses dan kualitas layanan kesehatan.

Di sektor pendidikan, di satu sisi akses kepada pendidikan telah mengalami peningkatan, sementara di sisi lain pencapaian siswa –suatu cara untuk mengukur kualitas sekolah, mengalami penurunan, menandakan pentingnya untuk memperbaiki proses pembelajaran siswa.

Melihat kemajuan yang telah dicapai hingga saat ini dalam hal Indeks Modal Manusia, Indonesia perlu untuk melanjutkan investasinya pada layanan utama pendidikan, kesehatan, dan gizi, yang meliputi fokus pada dimensi kualitas dan keadilan (equity) yang tetap menjadi pekerjaan yang terus berlangsung.

Grup Bank Dunia, salah satu sumber pendanaan dan pengetahuan terbesar bagi negara-negara berkembang, saat ini mengambil tindakan secara luas dan cepat untuk membantu negara-negara berkembang dalam memperkuat tanggap pandemi mereka.

“Kami mendukung berbagai intervensi di sektor kesehatan masyarakat, bekerja untuk memastikan lancarnya aliran suplai barang-barang penting dan perlengkapan dan membantu sektor swasta untuk melanjutkan operasinya serta mempertahankan pekerjaan bagi pekerjanya. Kami akan menyalurkan dukungan keuangan hingga $160 milyar selama 15 bulan untuk membantu lebih dari 100 negara melindungi rakyat yang miskin dan rentan, mendukung keberlangsungan bisnis, dan mendorong pemulihan ekonomi. Angka ini mencakup $50 milyar sumber daya International Development Assistance (IDA) yang baru melalui hibah dan pinjaman lunak,” jelas David Malpass. (war)

Editor : W Aries

Artikel Terbaru
Minggu, 18 Okt 2026 13:30 WIB | Peristiwa

BRIN Dorong Energi Terbarukan agar Kualitas Hasil Panen dan Tangkapan Ikan Optimal

BRIN dorong pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung proses pascapanen di sektor perkebunan dan perikanan. ...
Minggu, 18 Okt 2026 10:25 WIB | Peristiwa

Pelatihan Jurnalistik Batch#3. Kolab GMNI Surabaya Raya dan RLD Asah Nalar Kritis Berbasis Fakta

Pelatihan Jurnalistik Batch #3 kolaborasi DPC GMNI Surabaya Raya dan Rumah Literasi Digital di The Alana Hotel. ...
Minggu, 18 Okt 2026 08:15 WIB | Hukum

Kasus Korupsi Bupati Klaten. KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Rp934 Juta

Drama lanjutan OTT di Klaten, penyidik KPK sita sebuah tong biru yang berisi uang Rp934 juta. Uang hasil korupsi? ...
Minggu, 18 Okt 2026 07:42 WIB | Ekonomi

Warga Jawa Timur Tak Perlu Cemas Soal BBM. Wagub Emil Pastikan Stok Aman

Wagub Emil: stok BBM di Jawa Timur dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. ...
Minggu, 18 Okt 2026 05:10 WIB | Ekonomi

Pemkab Lamongan Yakin, 2026 Produksi Padi Melimpah

Pada 2026, Pemkab Lamongan yakin mampu menghasilkan produksi padi melampaui capaian tahun sebelumnya, mencapai sekitar 1,335 juta ton. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 19:10 WIB | Peristiwa

Dai Sejuta Mimbar. Kerja Bareng BRIN dan BPKH

BPKH dan BRIN 'lahirkan' Dai Sejuta Mimbar, yakni edukasi rencana haji dan dakwah pakai platform digital. ...