x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

BKKBN: Program Babinsa Masuk Dapur Ubah Pola Makan Keluarga Lebih Baik

Avatar bukti.id

Peristiwa

Jakarta, bukti.id – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menilai Program Babinsa Masuk Dapur yang dicanangkan TNI-AD mampu mengubah pola makan keluarga Indonesia menjadi lebih baik.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih sekali, memang sejak beberapa waktu lalu kerja sama kami sudah intens sebelumnya. Tidak hanya TNI-AD tapi semua matra bergerak bersama. Salah satunya dituangkan dalam Program Babinsa Masuk Dapur,” ujar Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, kepada jurnalis di Jakarta, Kamis (16/6/2023).

Hasto menyebut program itu efektif untuk menyosialisasikan terkait dengan pentingnya pemberian protein hewani pada anak, seperti telur, daging ayam, ikan, dan susu, sambil memeriksa dapur masyarakat untuk melihat ada atau tidaknya telur di rumah.

Bila ditemukan keluarga tidak memiliki telur, para personel akan membagikan sebagai bentuk upaya pencegahan stunting di tingkat keluarga.

Ketika para personel Babinsa datang dari rumah ke rumah, mereka juga akan melihat menu makan apa yang tersaji di meja keluarga. Jika makanan yang diolah dirasa kurang sehat, babinsa akan mengingatkan dan memberitahu masyarakat jenis bahan yang perlu ditambah sehingga asupan gizi menjadi lebih seimbang.

“Masalahnya, bukan pada membawa telurnya, tapi memberikan pendidikan bahwa teman-teman dari babinsa langsung memberikan edukasi ayo makan protein hewani. Babinsa juga bisa coba ikut masak di dapurnya, ini penting,” ujar dia.

Program ini, imbuh Hasto, juga bermanfaat memantau sekaligus mengontrol penggunaan dari anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) yang disalurkan Kementerian Sosial dengan lebih baik.

Hasto bahkan menilai Babinsa bisa menciptakan isu publik yang kuat dan membekas, di mana kehadirannya bisa dijadikan tanda pengingat pentingnya mencegah anak terkena stunting. Kedekatan dengan warga sekitar yang dibangun dari interaksi sehari-hari, juga bisa menjadi hal positif untuk meningkatkan perhatian terhadap penanganan stunting.

BKKBN mengapresiasi jajaran TNI karena dengan sikap gotong royong yang kuat dan mampu menularkan ke masyarakat, banyak pihak dengan latar belakang finansial yang berbeda-beda saat ini berani ikut terlibat dalam mempercepat penurunan angka stunting.

Dirinya berharap, dengan kerja sama yang kuat dari semua pihak, bisa mewujudkan tercapainya target percepatan penurunan angka prevalensi stunting menjadi 14 persen pada 2024.

“TNI punya pengalaman menggerakkan rakyat untuk gotong royong mengerjakan jalannya program, yang anggaran dari pemerintah cuma sedikit, tapi gara-gara ikut digerakkan oleh TNI jadi sangat efisien,” tandas Hasto. (hea)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Rabu, 03 Jun 2026 17:55 WIB | Hukum

Eks Kepala BGN Jadi Tahanan Kejagung

Kejagung RI menahan eks Kepala dan dua Wakil Kepala BGN. ...
Rabu, 03 Jun 2026 09:05 WIB | Hukum

Sejak Dini Hari, Penyidik Kejagung Geledah Kantor BGN

Kejagung geledah kantor pusat BGN, sehari setelah Dadang dicopot jadi Kepala BGN. ...
Rabu, 03 Jun 2026 08:34 WIB | Pemerintahan

Gonjang-Ganjing BGN. Presiden Prabowo Copot Dadan, Nanik Naik Tahta

Presiden Prabowo copot Dadan dari Kepala BGN dan diganti Nanik, di tengah sorotan tajam terhadap pelaksanaan Program MBG. ...
Rabu, 03 Jun 2026 06:10 WIB | Pemerintahan

Dadan Dicopot sebagai Kepala BGN. Mensesneg: untuk Pastikan Program MBG Berjalan Efektif

Presiden Prabowo Subianto lakukan pergantian pimpinan BGN sebagai upaya memastikan program prioritas nasional berjalan efektif. ...
Rabu, 03 Jun 2026 05:05 WIB | Hukum

KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Gedung Pemkab Lamongan

KPK tahan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kantor Pemkab Lamongan. ...
Selasa, 02 Jun 2026 20:20 WIB | Ekonomi

Juni ini Tiga Bansos Cair Lagi. Dari PKH hingga Kartu Sembako

Juni ini, Kemensos kembali salurkan berbagai program bansos dari PKH hingga Kartu Sembako. ...