x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

BPOM Terbitkan Izin Penggunaan CoronaVac

Avatar bukti.id

Peristiwa

Jakarta, bukti.id – Setelah melalui berbagai proses, akhirnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin penggunaan darurat untuk vaksin Covid-19 Sinovac yang diproduksi PT Bio Farma. Dengan begitu, CoronaVac yang dibuat di Indonesia bisa dipakai dalam program vaksinasi nasional.

“Vaksin Covid-19 produksi Bio Farma menggunakan bahan baku dari Sinovac, China,” ujarKepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito, dalam keterangan pers, di Jakarta, kemarin.

Sebelum mendapat izin penggunaan, kata Penny, BPOM melakukan proses evaluasi, seperti evaluasi data uji stabilitas, dokumen, validasi proses produksi, validasi metode analisis, spesifikasi produk dan kemasan.

“BPOM, sebelumnya memang sudah menerbitkan izin penggunaan CoronaVac siap pakai yang diimpor langsung dari negara asalnya,” tegasnya.

Penny menyebutkan, meskpun vaksin yang diproduksi Bio Farma punya kandungan, mutu, khasiat dan keamanan yang sama dengan CoronaVac produksi China, BPOM tetap melakukan evaluasi khusus dan izin penggunaan terpisah.

“Karena ada sejumlah perbedaan, antara lain tempat produksi, dan perbedaan kemasan yang tadinya single dose menjadi multiple dose,” tukasnya, seraya menambahkan bahwa sesuai peraturan yang sudah diwajibkan internasional dan di Indonesia terkait izin penggunaan darurat, maka perlu registrasi kembali sebelum mendapat persetujuan penggunaan walau pun kandungan, mutu, khasiat dan keamanan yang sama dengan CoronaVac produksi Beijing, China.

Penny menjelaskan vaksin produksi Bio Farma tersedia dalam bentuk vial 5 mililiter berisi 10 dosis vaksin per vial dengan kandungan virus yang sudah melalui proses inaktivasi.

“Vaksin Bio Farma juga dikemas dalam dus berisi 10 vial yang stabil disimpan dalam suhu dua derajat celcius sampai delapan derajat celcius,” imbuhnya.

Mobil rantis milik Polisi mengawal ketat pendistribusian truk box yang bermuatan coronavac (foto: net)

Ditambahkan, setiap vial dilengkapi dengan dua dimensi kode batang (barcode) untuk menunjukkan identitas masing-masing vial. Kode itu berfungsi untuk melacak dan mencegah pemalsuan vaksin.

Sebelum vaksin digunakan, BPOM sudah melakukan pengujian lot release terkait aspek mutu, lalu menerbitkan sertifikat lot release untuk lima kelompok, masing-masing sebanyak lima juta dosis.

“Kami akan tetap mengawal mutu vaksin dalam proses distribusi, dari mulai keluar PT Bio Farma sampai vaksin diterima masyarakat,” tegasnya dan meminta industri farmasi memantau kualitas vaksin sesudah didistribusikan ke berbagai daerah. (pra)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Jumat, 30 Okt 2026 10:30 WIB | Ekonomi

BRIN Gandeng BNI Ventures. Bantu UMKM dan Startup Berbasis Riset Tembus Pasar Komersial

BRIN kolaborasi dengan BNI Ventures ajak UMKM dan startup berbasis riset tembus pasar komersial. ...
Jumat, 30 Okt 2026 08:10 WIB | Hukum

PMII Desak Polda Jatim Tindak Tegas Pelaku Pengeroyokan di Kawasan PIER

PMII desak Polda Jatim tindak tegas pelaku pengeroyokan di Kawasan PIER. ...
Selasa, 27 Okt 2026 17:10 WIB | Peristiwa

BRIN Perkuat Stasiun Satelit untuk Mitigasi Bencana

BRIN dorong penguatan ekosistem jaringan stasiun bumi satelit penginderaan jauh nasional untuk mitigasi bencana. ...
Selasa, 27 Okt 2026 12:30 WIB | Ekonomi

Diskusi Publik Refleksi Dua Tahun Asta Cita. Dorong UMKM Lewati Tantangan untuk Naik Kelas

Refleksi Dua Tahun Asta Cita gelar diskusi publik untuk dorong UMKM lewati tantangan agar naik kelas. ...
Senin, 26 Okt 2026 21:18 WIB | Ekonomi

BRI HR Muhammad Surabaya Kenalkan BRImo dan Aset Lelang di Reuni Alumni UB

SURABAYA - BRI Branch Office (BO) HR Muhammad Surabaya memanfaatkan Reuni Alumni Universitas Brawijaya (UB) di Malang pada 24–25 Oktober 2026 untuk memperluas p ...
Minggu, 25 Okt 2026 17:10 WIB | Ekonomi

Manfaatkan Handphone. RLD Ajak UMKM Surabaya Dongkrak Penjualan Via Promosi Digital

RLD ajak UMKM Surabaya dongkrak penjualan lewat promosi digital memanfaatkan handphone. ...