x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Wakil Rakyat Soroti Rekrutmen OPD Pemprov Jatim

Avatar bukti.id

Wakil Rakyat

Surabaya, bukti.id – Seleksi rekrutmen untuk pengisian organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim), mendapat sorotan Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim, Hadi Dediansyah.

Lantaran sebelumnya, pihak panitia seleksi (Pansel) telah melakukan asesmen gelombang pertama, untuk mengisi kekosongan 18 OPD Pemprov Jatim.

“Asesmen yang pertama dilakukan di Jakarta pada tahun 2019, artinya bahwa asesmen yang pertama ini mendasari pengisian pos-pos OPD gelombang pertama. Akhirnya dari persoalan gelombang pertama, kita anggap sudah selesai,” kata Hadi Dediansyah, kepada jurnalis, Jumat (13/8/2021) malam.

Lebih lanjut, dia bilang, diketahui juga pihak Pansel kembali melakukan rekrutmen gelombang kedua, untuk mengisi kekosongan di 22 jabatan Kepala OPD di Jatim. Dari proses rekrutmen ini, pihak pansel berhasil menyaring 85 peserta yang dianggapnya lolos administrasi.

“Pansel ini melakukan rekrutmen kembali, yakni tahap dua yang akhirnya terjaring kurang lebih 85 personil, yang dinyatakan lolos administrasi,” tutur pria yang akrab disapa Cak Dedy itu.

Namun, Cak Dedy menuturkan, dari 85 peserta yang lolos, hanya 58 orang mengikuti proses asesmen di Universitas Negeri Surabaya, yang digelar 14-19 Agustus 2021 mendatang.

Oleh karenanya, politisi Partai Gerindra ini beranggapan, dari para peserta yang tidak mengikuti asesmen yang telah ditentukan, tidak pantas mengisi OPD di 22 titik itu.

“Kami berasumsi bahwa karena ini sistem modelnya lelang terbuka. Jadi kalau memang tidak mengikuti asesmen kedua di Unesa besok itu, tidak layak untuk menempati posisi kekosongan OPD. Artinya apa, ini kan sistemnya terbuka, jadi yang mengikuti asesmen yang punya hak untuk menempati pos OPD,” cetus Cak Dedi.

Tak hanya itu, Cak Dedy juga yakin, proses asesmen gelombang kedua ini dianggapnya minim adanya titipan jabatan. Hal tersebut diketahui dari proses dianggapnya terbuka, terlebih melalui beberapa kualifikasi dengan panitia independen.

“Saya rasa titipan-titipan itu tidak ada. Karena bagaimanapun juga, sistem rekrutmen adalah model lelang terbuka terjadi melalui tahapan-tahapan yang dilalui, termasuk proses administrasi, dan melalui cara-cara untuk melakukan ini, dilandasi oleh panitia yang sifatnya indepedensi,” seru Cak Dedi. (trq)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Minggu, 18 Okt 2026 13:30 WIB | Peristiwa

BRIN Dorong Energi Terbarukan agar Kualitas Hasil Panen dan Tangkapan Ikan Optimal

BRIN dorong pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung proses pascapanen di sektor perkebunan dan perikanan. ...
Minggu, 18 Okt 2026 10:25 WIB | Peristiwa

Pelatihan Jurnalistik Batch#3. Kolab GMNI Surabaya Raya dan RLD Asah Nalar Kritis Berbasis Fakta

Pelatihan Jurnalistik Batch #3 kolaborasi DPC GMNI Surabaya Raya dan Rumah Literasi Digital di The Alana Hotel. ...
Minggu, 18 Okt 2026 08:15 WIB | Hukum

Kasus Korupsi Bupati Klaten. KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Rp934 Juta

Drama lanjutan OTT di Klaten, penyidik KPK sita sebuah tong biru yang berisi uang Rp934 juta. Uang hasil korupsi? ...
Minggu, 18 Okt 2026 07:42 WIB | Ekonomi

Warga Jawa Timur Tak Perlu Cemas Soal BBM. Wagub Emil Pastikan Stok Aman

Wagub Emil: stok BBM di Jawa Timur dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. ...
Minggu, 18 Okt 2026 05:10 WIB | Ekonomi

Pemkab Lamongan Yakin, 2026 Produksi Padi Melimpah

Pada 2026, Pemkab Lamongan yakin mampu menghasilkan produksi padi melampaui capaian tahun sebelumnya, mencapai sekitar 1,335 juta ton. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 19:10 WIB | Peristiwa

Dai Sejuta Mimbar. Kerja Bareng BRIN dan BPKH

BPKH dan BRIN 'lahirkan' Dai Sejuta Mimbar, yakni edukasi rencana haji dan dakwah pakai platform digital. ...