Connect with us

Derita Sandal dan Cerita Rokok

Jamaah Haji Indonesia: Kok Sandal Saya Hilang di Arab Saudi


Masjid Nabawi, Madinah (foto: ist)

Madinah, bukti.id – Ini hanya sepenggal cerita ringan yang banyak dialami sekaligus dikeluhkan jamaah haji Indonesia, yang saat ini menjalankan ibadah haji di Arab Saudi. Kehilangan sandal.

Menggelitik memang, tapi bisa dijadikan sebuah pembelajaran. Tak sedikit dari mereka mengeluhkan kehilangan sandal saat beraktivitas di Masjid Nabawi, Madinah.

Menurut Petugas Haji di Posko Utama Masjid Nabawi, Siti Isnaini, hal tersebut disebabkan karena para jamaah lupa posisi awal meletakkan atau menyimpan sandalnya.

“Padahal kadang dia lupa taruh sandalnya di mana, mungkin dia masuk pintu mana, terus sandal diletakkan di loker. Beres salat lupa tadi sandalnya taruh di mana dan lupa juga masuk pintu lewat mana,” aku Siti, dikutip dalam laman resmi Kemenag RI, kemarin.

Meski begitu, Siti sangat tidak menyarankan jamaah haji nekat pulang ke hotel tanpa alas kaki. Sebab saat ini cuaca di Madinah tengah memasuki musim panas, dimana suhu siang hari bisa mencapai 43-46 derajat celsius.

Cuaca yang panas tersebut jika dilewati jamaah haji tanpa menggunakan alas kaki, dapat menyebabkan kaki mereka melepuh.

Mengetahui kondisi cuaca itu, Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Amin Handoyo, mengimbau kepada jamaah haji Indonesia untuk tetap menggunakan alas kaki saat berada di pelataran Masjid Nabawi. Penggunaan alas kaki dinilai sangat penting guna mencegah kulit kaki melepuh akibat panasnya lantai.

“Sandal harus tetap dipakai, nanti dibuka saat di depan pintu masjid,” kata Amin.

Ditambahkan, ketika jamaah haji akan masuk masjid, mereka dapat menyimpan sandal dalam plastik yang dibawa. Kemudian, sandal juga dapat diletakkan di sisi jemaah saat salat atau, dimasukkan bahkan diikatkan di tas yang dibawa.

“Jadi buka saja di depan pintu masuk masjid, lalu selesai shalat begitu keluar pakai langsung,” ujar Amin.

 

Terlalu banyak, rokok itupun ditahan PPIH

Kalau ini, cerita lain yang dialami jamaah haji asal Bojonegoro. Beberapa bungkus rokok yang dibawanya sebagai ‘bekal’, gagal dinikmati saat di Arab Saudi. Begini ceritanya.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya mengamankan 10 bungkus rokok dan 1 power bank dari koper jamaah kloter 3 asal Bojonegoro, Minggu (5/6/2022).

Ilustrasi keberangkatan jamaah haji Indonesia ke Arab Saudi (foto: net)

Rokok tersebut diamankan karena melebihi batas regulasi barang bawaan rokok yang diperbolehkan untuk dibawa ke Arab Saudi.

“Ada regulasi yang membatasi jumlah rokok yang boleh dibawa para jamaah haji, yaitu maksimal 200 batang atau 2 slop saja,” kata Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Husnul Maram.

Pria yang juga menjabat Kepala Kanwil Kemenag Jatim ini, menjelaskan rokok yang diamankan petugas selanjutnya diserahkan kepada petugas haji daerah masing-masing, dan dapat diambil pemilik sekembalinya dari tanah suci.

Maram bilang, bila jamaah haji Indonesia membawa rokok untuk keperluan konsumsi sendiri, dan dibawa dalam jumlah yang wajar maksimal 200 batang, maka tidak akan menimbulkan masalah.

“Kita, di setiap pembekalan manasik haji selalu mengingatkan jamaah terkait barang bawaan ini,” ujar dia.

“Ada beberapa barang yang sama sekali tidak boleh masuk ke Arab Saudi seperti barang atau obat yang tidak jelas komposisinya,” imbuh Maram.

Sedangkan obat-obatan dan multivitamin yang merknya terdaftar di BPOM masih bisa masuk Saudi, sepanjang dibawa dalam jumlah yang wajar.

"Kalau bawa Parasetamol, Ibuprofen atau obat-obatan untuk mengurangi nyeri dan jumlahnya tidak banyak, tidak masalah. Kalau kita bawa multivitamin sebatas dua atau tiga strip tidak masalah, kalau lebih dari 50 strip, ini mau ibadah atau jualan?” papar Maram.

Untuk diketahui, setidaknya terdapat lima posko petugas PPIH yang tersebar di kompleks Masjid Nabawi. Lima pos diisi petugas Linjam dan Kesehatan.

Empat pos terletak di pintu-pintu gerbang seperti posko utama di pintu 332, pintu 328 pos dua, pintu 306 pos ketiga, pintu 358 pos, dan pos Raudhah. (iks)

Click to comment

bukti.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Trending