x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

BRIN Blak-blakan Soal Paten Indonesia yang Tertinggal Jauh Dibanding Negara Lain

Avatar bukti.id

Peristiwa

Bogor, bukti.id – Ada pernyataan yang penting saat puncak IRIFair 2026 di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, BRIN, Jakarta, Kamis (24/09/2026) kemarin. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyoroti masih besarnya tantangan Indonesia dalam meningkatkan jumlah pendaftaran paten. 

“Hasil penelitian dan penemuan perlu diarahkan hingga tahap perlindungan kekayaan intelektual agar memiliki nilai tambah. Kita ini berada di posisi sekarang 15.000 pendaftaran paten. Ketika Tiongkok sudah sampai 1,8 juta, jauh,” tegas Arif dalam forum tersebut. 

Selanjutnya, Arif membandingkan capaian Indonesia dengan Tiongkok. Ia menyebut Indonesia saat ini memiliki sekitar 15 ribu pendaftaran paten, sedangkan Tiongkok telah mencapai sekitar 1,8 juta. Menurut dia, perbedaan tersebut menunjukkan ruang yang masih terbuka bagi Indonesia untuk memperkuat kegiatan riset dan inovasi.

Data World Intellectual Property Organization (WIPO) memperlihatkan tingginya aktivitas paten di Tiongkok. Dalam laporan World Intellectual Property Indicators 2025, WIPO mencatat sekitar 1,8 juta permohonan paten diajukan melalui kantor kekayaan intelektual Tiongkok pada 2024. Pada periode yang sama, jumlah permohonan paten secara global mencapai sekitar 3,7 juta.

Arif menilai kondisi saat ini bukan alasan bagi Indonesia untuk berhenti mengembangkan kemampuan inovasi. Dia melihat Indonesia telah memiliki modal awal berupa sumber daya manusia dan kapasitas intelektual yang terus berkembang. 

“Kita punya start, kita punya base line. Sekarang tergantung bagaimana kita meningkatkan kecepatan untuk meraih apa yang kita impikan,” kata dia.

Menurut Arif, semakin banyaknya masyarakat yang memperoleh pendidikan tinggi semestinya dapat memberikan dampak terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Peningkatan jumlah talenta intelektual diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi atau penelitian, tetapi juga melahirkan inovasi yang dapat diterapkan serta mendapatkan perlindungan kekayaan intelektual. 

“Jumlah intelektual sangat banyak, terdidik semakin banyak. Mestinya bisa membuat kita lebih maju lagi,” ujar dia.

Upaya meningkatkan jumlah paten juga membutuhkan ekosistem yang mendukung proses penelitian hingga hilirisasi inovasi. Kolaborasi antara lembaga riset, perguruan tinggi, pelaku industri, pemerintah, dan para peneliti menjadi bagian penting agar hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi produk atau teknologi yang memiliki manfaat lebih luas. 

Dalam konteks tersebut, perlindungan paten menjadi salah satu instrumen untuk menjaga hasil invensi sekaligus membuka peluang pemanfaatannya.

Ke depan, peningkatan jumlah paten diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan kualitas riset dan sumber daya manusia Indonesia. Ekosistem inovasi yang semakin terhubung diharapkan mampu mendorong lebih banyak hasil penelitian dari dalam negeri untuk memperoleh perlindungan kekayaan intelektual, dikembangkan lebih lanjut, dan dimanfaatkan bagi kebutuhan masyarakat serta pembangunan nasional. (eko-brint)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Selasa, 29 Sep 2026 09:25 WIB | Ekonomi

Kiprah dan Posisi Penting Paguyuban Sinar Mas Jawa Timur

Paguyuban Sinar Mas Jawa Timur terus perkuat peran sebagai wadah sinergi antarpilar usaha bagi karyawan dan masyarakat Jawa Timur. ...
Selasa, 29 Sep 2026 05:05 WIB | Seni Budaya

Hari Rumi Sedunia di Surabaya. Memaknai Tari Sufi Sebagai Seni Budaya nan Spiritual

Peringatan Hari Rumi Sedunia, ada suguhan kesenian Tari Sufi Nusantara dari Rumah Cinta Surabaya, di THR Jalan Kusuma Bangsa. ...
Senin, 28 Sep 2026 20:05 WIB | Peristiwa

Garden Yoga di Aston Sidoarjo. Surga Penikmat Yoga Ruang Terbuka

Garden Yoga Aston Sidoarjo City Hotel hadir dengan suasana terbuka yang dipadukan nuansa hijau dan konsep wellness. ...
Minggu, 27 Sep 2026 19:10 WIB | Seni Budaya

Semarak Festival Gamelan Kahuripan di Kalangan Generasi Muda Sidoarjo

Dekesda Sidoarjo gelar Festival Gamelan Kahuripan ke IV bertema “Gamelan untuk Meditasi: Eksplorasi Pendengaran melalui Membunyikan Gamelan Jawa“. ...
Minggu, 27 Sep 2026 07:10 WIB | Seni Budaya

PMII Mojokerto Sinau Bareng Berkonsep Dialektika Keilmuan dengan Mas Sabrang

PMII Mojokerto gelar malam puncak Harlah dengan konsep yang sarat akan dialektika keilmuan bersama Mas Sabrang MDP.  ...
Sabtu, 26 Sep 2026 16:25 WIB | Peristiwa

Surabaya Bakal Terapkan Palang Merah Remaja Jadi Eskul Wajib di SD dan SMP

Pemkot Surabaya bakal terapkan Palang Merah Remaja sebagai eksul wajib di SD dan SMP. ...