x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Rusli Moti: Tak Mungkin Oposisi Lakukan Kudeta

Avatar bukti.id

Peristiwa

Jakarta, bukti – Mantan ketua umum Partai Rakyat Demokratik (PRD), Haris Rusly Moti, melalui akun twitternya @motizenchannel mencuit bahwa kelompok oposisi tidak mungkin mendongkel Jokowi dari kursi kekuasaannya. Dia menyentil menerima informasi mengenai manuver faksi tertentu dalam pemerintahan, untuk mengambil alih kekuasaan dari Jokowi.

Reaksi Rusli Moti itu, berseberangan dengan Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens, yang menyoal kemungkinan kudeta terhadap pemerintahan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin (Jokowi-Amin) berasal dari dalam internal pemerintahan.

"Boni Hargens mengatakan ada rencana kudeta memanfaatkan situasi Covid-19. Aku yakin rencana kudeta itu tak mungkin dilakukan oposisi,” tulis Rusly Moti.

Ia meyakini mendapatkan informasi, kalau ada faksi-faksi dalam pemerintahan yang bermanuver mengambil kekuasaan dari Jokowi.

"Aku justru dapat informasi, ada faksi-faksi di dalam tubuh kekuasaan yang berencana tendang Joko Widodo dari jabatan Presiden," sambung cuitan dia.

Di sisi lain, sebelumnya, pengamat politik, Boni Hargens mengklaim mengantongi beberapa nama para tokoh oposisi yang ingin merancang kudeta terhadap pemerintahan, di tengah situasi pandemi Covid-19. Menurut Boni, para tokoh oposisi ini mengunakan sejumlah isu sebagai materi propaganda politik.

“Isu itu, di antaranya isu komunisme dan rasisme Papua, menyusul gejolak akibat kematian warga kulit hitam, George Floyd di Minneapolis, Amerika Serikat," cetus Boni.

Selain komunisme dan rasisme, isu lain yang digunakan, adalah potensi krisis ekonomi sebagai dampak dari pandemi covid-19.

"Isu lain yang mereka gunakan, adalah potensi krisis ekonomi sebagai dampak inevitable dari pandemi covid. Kelompok ini, juga membongkar kembali diskursus soal pancasila sebagai ideologi negara,” sambung Boni dalam keterangan, Kamis (4/6/2020).

Isu yang digunakan, kata Boni, hanyalah instrumen untuk melancarkan serangan politik dengan tujuan mendelegitimasi pemerintahan yang sah.

Kelompok ini, imbuh Boni, tak bisa disebut sebagai ‘barisan sakit hati’ semata, karena bukan lagi dendam politik, namun mereka adalah ‘laskar pengacau negara’ dan ‘pemburu rente’.

"Mereka adalah gabungan kelompok politik yang ingin memenangkan Pemilu 2024, dan kelompok bisnis yang menderita kerugian, karena kebijakan yang benar selama pemerintahan Jokowi, serta ormas keagamaan terlarang, seperti HTI yang jelas-jelas ingin mendirikan Negara Syariah, kemudian barisan oportunis yang haus kekuasaan dan uang,” jelas Boni.

Boni memaparkan, mereka adalah gabungan, pertama kelompok politik yang ingin memenangkan pemilihan Presiden 2024, kedua, kelompok bisnis hitam yang menderita kerugian karena kebijakan yang benar selama pemerintahan Jokowi. Ketiga, ormas keagamaan terlarang seperti HTI yang jelas-jelas ingin mendirikan negara syariah, dan keempat, barisan oportunis yang haus kekuasaan dan uang. (mr)

Editor : Redaksi

Artikel Terbaru
Minggu, 23 Agu 2026 18:10 WIB | Peristiwa

Gempita HUT Kemerdekaan ke-81 RI di RW 16 Perum Sidokare Asri Sidoarjo

Warga RW 16 Perum Sidokare Asri Sidoarjo peringati HUT Kemerdekaan ke-81 RI dengan kegiatan sarat makna. ...
Minggu, 23 Agu 2026 05:05 WIB | Peristiwa

Puluhan Jurnalis Adu Strategi agar Lawan Kalah Telak

ORADO Jatim gelar Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026. ...
Rabu, 19 Agu 2026 12:15 WIB | Ekonomi

Pemerintah Bakal Manjakan Perempuan Prasejahtera

Pemerintah bakal terbitkan pedoman pelaksanaan kredit perempuan prasejahtera dengan suku bunga flat sebesar 8 persen/tahun ...
Rabu, 19 Agu 2026 08:05 WIB | Peristiwa

Karnaval Kemerdekaan 2026. BRIN Pamer Inovasi Antariksa hingga Energi Lewat

BRIN turut meriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dalam acara “Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara". ...
Selasa, 18 Agu 2026 13:15 WIB | Peristiwa

Disdukcapil Surabaya Bakal Tertibkan Penghuni Kos Pakai Sistem Pelaporan

Disdukcapil Kota Surabaya siapkan sistem informasi untuk mendata dan melaporkan penghuni rumah kos. ...
Selasa, 18 Agu 2026 05:05 WIB | Peristiwa

Polresta Sidoarjo Raih Penghargaan Pelayanan Perempuan dan Anak

Polresta Sidoarjo dapat kado istimewa dari Pemkab Sidoarjo saat HUT ke-81 Republik Indonesia. ...