x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Demo Menolak Raperda RTRW Lamongan 2020

Avatar bukti.id

Peristiwa

Lamongan, bukti.id - Aksi unjukraksa aliansi 'Mahasiswa Lamongan Melawan' yang menyuarakan penolakan Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah ( RTRW) 2020 di Lamongan ricuh,. Sejumlah mahasiswa terluka setelah bentrok dengan polisi di luar pagar gedung DPRD Lamongan, Kamis (23/7/2020) siang.

Pengamatan jurnalis bukti.id menyebutkan, aksi bentrok dipicu kejadian melayangnya sebuah sandal yang berasal dari kerumunan mahasiswa ke arah barisan polisi yang berbaris menjaga pintu masuk gedung dewan.

Begitu sandal yang melayang tadi mengenai seorang polisi, serentak puluhan polisi langsung membubarkan aksi aliansi mahasiswa terdiri PMII, GMNI, HMI dan Fornasmala.

Awalnya hanya mendorong dengan tameng. Tetapi dalam sekejap terlihat saling baku hantam. Tentu, mahasiswa kalah. Terdesak. Mahasiswa memilih mundur.

Bentrok mereda setelah masing-masing pihak saling memberikan komando untuk berhenti. Mahasiswa berteriak dan ada yang merangkul mahasiswa lain untuk tidak melawan polisi. Sebaliknya polisi pun diminta mengendalikan diri.

"Anggota mundur.. anggota mundur. Hentikan... itu semua saudara kita sendiri," perintah seorang anggota polisi lewat pengeras suara.

Setelah kejadian itu, Ketua DPRD Lamongan Abdul Ghofur keluar untuk kali kedua dari gedung dewan, menemui mahasiswa. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, kembali meminta kepada mahasiswa untuk duduk berdiskusi bersama di dalam gedung dewan.

"Monggo kita diakusikan di dalam. Tetapi cukup beberapa peewakilan saja. Aspirasi kita dengar, kita tampung sebagai masukan untuk raperda ini. Raperda ini masih proses dan butuh masukan masyarakat," katanya, didampingi sejumlah wakil ketua.

Tetapi, mahasiswa tetap pada pendiriannya. Menolak ajakan tersebut. Bersikukuh meminta agar tuntutan penolakan ditandatangani bupati, ketua dewan dan lembaga lain yang terlibat terkait Raperda RTRW.

"Mari kita pulang, dan kita akan datang dengan massa yang lebih besar," teriak mahasiswa mengomando aksi.

Sebelum aksi di gedung dewan, mahasiswa beraksi di gedung Pemkab Lamongan. Mereka meminta ditemui bupati tapi tidak kesampaian.

"Kami mahasiswa menolak raperda. Karena raperda ini sama sekali tidak mencerminkan aspirasi masyarakat," kata Korlap aksi, Nasir Falahudin

Raperda RTRW juga dinilai memuat data tidak valid. Dicontohkan, pada bab VII tentang penetapan kawasan rawan banjir. Kecamatan Sukorame dan Solokuro dimasukkan dalam wilayah rawan banjir.

Juga, soal tempat pengelolaan dan penimbunan limbah B3 di Kecamagan Brondong. Ditolak karena lahan pertanian di kawasan pantura banyak lahan pertanian subur.

Belum lagi terkait Rencana Detail Tata Ruang Bagian Wilayah Perencanaan (RDTR BWP) Kecamatan Paciran, dinilai obyek industrialisasi brutal. Karena, tanpa meperhatikan sosio kultural, biologi dan ekonomi masyarakat.

"Ironisnya lagi, tentang Rencana Induk Pembangunan Industri, terdapat data hasil copy paste daerah lain. Yaitu, Perda Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Ini tidak pantas dan wajib kita tolak," pungkasnya. (ron)

Berikut foto aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPRD, yang terekam dalam kamera jurnalis bukti.id, Imron Rosidi :

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Senin, 26 Okt 2026 21:18 WIB | Ekonomi

BRI HR Muhammad Surabaya Kenalkan BRImo dan Aset Lelang di Reuni Alumni UB

SURABAYA - BRI Branch Office (BO) HR Muhammad Surabaya memanfaatkan Reuni Alumni Universitas Brawijaya (UB) di Malang pada 24–25 Oktober 2026 untuk memperluas p ...
Sabtu, 24 Okt 2026 19:30 WIB | Peristiwa

Sinergi Pemprov dan Pedagang Kaki Lima Didorong Berlanjutan

APKLI Jatim bakal gelar pelantikan DPW dan pengukuhan 38 DPD se-Jatim. ...
Minggu, 18 Okt 2026 13:30 WIB | Peristiwa

BRIN Dorong Energi Terbarukan agar Kualitas Hasil Panen dan Tangkapan Ikan Optimal

BRIN dorong pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung proses pascapanen di sektor perkebunan dan perikanan. ...
Minggu, 18 Okt 2026 10:25 WIB | Peristiwa

Pelatihan Jurnalistik Batch#3. Kolab GMNI Surabaya Raya dan RLD Asah Nalar Kritis Berbasis Fakta

Pelatihan Jurnalistik Batch #3 kolaborasi DPC GMNI Surabaya Raya dan Rumah Literasi Digital di The Alana Hotel. ...
Minggu, 18 Okt 2026 08:15 WIB | Hukum

Kasus Korupsi Bupati Klaten. KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Rp934 Juta

Drama lanjutan OTT di Klaten, penyidik KPK sita sebuah tong biru yang berisi uang Rp934 juta. Uang hasil korupsi? ...
Minggu, 18 Okt 2026 07:42 WIB | Ekonomi

Warga Jawa Timur Tak Perlu Cemas Soal BBM. Wagub Emil Pastikan Stok Aman

Wagub Emil: stok BBM di Jawa Timur dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. ...