Lamongan, bukti.id – Pelayanan vaksinasi Covid-19 mulai merambah seniman. Sedikitnya sudah 120 orang pekerja seni mendapatkan suntikan di Puskemas Lamongan. Diharapkan, ratusan seniman lain menyusul.
Menurut Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata Lamongan, Miftah Alamudin, sementara yang mendapatkan prioritas vaksinasi Covid-19 adalah pekerja seni. Seperti komunitas seni reog, jaranan, ludruk maupn orkes.
Baca juga: Hebat. Lamongan Jadi Percontohan Pertanian Modern Tanah Air
“Karena pekerja seni sangat rentan. Setiap tampil selalu melakukan kontak dengan masyarakat. Kita sebenarnya mengajukan sekitar seribu seniman. Tapi yang baru bisa terlayani sekitar 120 orang, “ katanya, Jumat (26/3/2021).
Pemerataan vaksinasi Covid-19 merupakan menjadi salah satu program 100 hari kinerja Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi sejak dilantik sebulan lalu.
Selain seniman, kabar lebih menggembirakan lagi juga didapat para calon jamaah haji (CJH) Lamongan. Sebanyak 400 CJH juga telah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Bahkan, ini menjadi wajib, karena sebagai salah satu persiapan sebelum pemberangkatan.
Baca juga: Sembilan Agenda Prioritas Pembangunan 2027 untuk Lamongan. Jamula, Salah Satunya
Kepala Seksi Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Lamongan, Banjir Sidomulyo menjelaskan, CJH yang mendapatkan vaksin sementara yang memasuki usia lanjut. Tetapi, seluruh CJH yang akan berangkat tahun ini akan mendapatkannya. Hanya, pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap.
"Calon jamaah semua akan divaksin. Tidak perlu kewatir, yang lain masih menunggu giliran,” ujarnya.
Pastinya, masih menurut Banjir, semua CJH yang sudah melakukan pelunasan dan berada pada grup kloter yang ditentukan akan diprioritaskan sebagai penerima vaksin.
Baca juga: SPPG Evaluasi Bulanan. Ini Imbauan Dandim 0812 Lamongan
Sedangkan total CJH di Lamongan yang sudah melakukan pelunasan sebanyak 1.643 orang. Sebanyak itu, 35 CJH di antaranya meninggal dunia.
“Penjelasan soal vaksinasi sudah disampaikan Dinkes Provinsi saat bertemu dengan DPR RI dan pihak Litbang (Peneliti dan Pengembangan), jika semua CJH adalah prioritas vaksinasi," terangnya, “ ujarnya. (ron)
Editor : heddyawan