Lamongan – Sejumlah pemuda dari berbagai elemen Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menyatukan komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan. Satu di antaranya melalui forum silaturahmi pemuda sehingga pemuda diharapkan terus berkontribusi dan berperan aktif dalam pembangunan daerah.
Inilah yang diinisiasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama' (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Lamongan, menggelar Youth Ideas Exchange bertema “Pemuda sebagai Manifestasi dari Masa Depan Peradaban”, belum lama ini. Peserta forum berasal dari berbagai organisasi kepemudaan serta kepelajaran setempat.
Acara kaum muda tersebut mendapat respon positif kalangan wakil rakyat, yakni menyediakan Ruang Banggar DPRD Lamongan sebagai lokasinya. Tak hanya itu, Wakil Ketua DPRD Lamongan Imam Fadli menegaskan, pentingnya kolaborasi antar organisasi kepemudaan untuk menghidupkan kembali Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan mendorong pemerataan beasiswa bagi pemuda di Lamongan.
Legislator dari Fraksi Gerindra ini menilai, forum tersebut menjadi ruang silaturahmi yang sejak lama diharapkan oleh para pemuda, mengingat KNPI sebagai wadah besar organisasi pemuda di Lamongan sudah tidak aktif dalam beberapa waktu terakhir.
“Teman-teman ini berharap ada wadah komunikasi agar bisa bergerak bersama. Ini momentum yang baik, karena KNPI memang perlu diaktifkan kembali,” ujar dia dalam forum.
Fadli juga menyoroti besarnya potensi organisasi kepemudaan di Lamongan seperti IPNU, IPM, Pelajar LDII, PMII, GMNI, HMI, hingga IMM yang aktif hingga tingkat kecamatan dan desa. Dia meminta potensi tersebut perlu dimaksimalkan melalui peran lebih besar dalam proses pembangunan daerah.
Karena itu, Fadli berharap pemuda untuk terlibat langsung dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), baik di tingkat desa, kecamatan, maupun kabupaten. Selain itu, ditekankan pentingnya pemerataan beasiswa agar peluang pendidikan dapat dinikmati secara adil oleh seluruh pemuda Lamongan.
Lantas dirinya mengungkapkan, beberapa aspirasi masyarakat dari wilayah kecamatan salah satunya Ngimbang sempat mengeluhkan ketimpangan distribusi penerima beasiswa. Dan mendorong Dinas Pendidikan setempat melibatkan organisasi ke pelajar dalam proses verifikasi penerima agar beasiswa tepat sasaran dan merata. (benny)
Editor : heddyawan