Keppres Prabowo Dirilis. Ini Daftar Lengkap Biaya Haji 2026 Per Embarkasi

bukti.id
Sejumlah jemaah haji hendak berangkat ke tanah suci (foto: net)

Bipih Aceh terendah, Surabaya tertinggi

Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi merilis aturan mengenai biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Ketetapan ini diatur dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 34 Tahun 2025, yang diteken Kamis, 13 November 2025 lalu.

Keppres tersebut merinci besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), yaitu biaya yang harus dibayarkan langsung oleh setiap jemaah haji reguler per embarkasi keberangkatan.

Baca juga: Gubernur Khofifah Sambut Kepulangan 378 Jemaah Haji Kloter I di Asrama Haji Surabaya

BPIH adalah total keseluruhan biaya haji, sementara Bipih adalah komponen biaya yang ditanggung jemaah. Selisih antara BPIH dan Bipih ditutup oleh Nilai Manfaat yang berasal dari dana haji yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Dalam Keppres tersebut, pemerintah juga merinci nilai manfaat yang dialokasikan untuk jemaah, yakni sebesar Rp6,69 triliun untuk haji reguler dan Rp7,2 miliar untuk haji khusus.

Untuk haji reguler 2026, jemaah dari Embarkasi Jakarta, yang mencakup Pondok Gede, Cipondoh, dan Bekasi, diwajibkan membayar Bipih sebesar Rp58.542.722.

Sementara, embarkasi dengan Bipih terendah adalah Aceh (Rp45.109.422), dan Bipih tertinggi adalah Surabaya (Rp60.645.422).

 

Berikut adalah rincian Bipih yang harus dibayar jemaah haji reguler per embarkasi, sesuai Keppres Nomor 34 Tahun 2025:

Embarkasi          Biaya yang Dibayar Jemaah (Bipih)           Total Biaya Haji (BPIH)

Aceh                   Rp45.109.422                                               Rp78.324.981

Medan               Rp46.163.512                                               Rp79.379.071

Padang               Rp47.869.922                                               Rp81.085.481

Yogyakarta         Rp52.955.422                                               Rp86.170.981

Solo                     Rp53.233.422                                               Rp86.448.981

Batam                 Rp54.125.422                                               Rp87.320.981

Baca juga: Kemenhaj Klaim Tiga Juta Paket Makanan Siap Santap untuk Jemaah Haji Aman Selama Armuzna

Palembang         Rp54.206.922                                               Rp87.422.481

Lombok               Rp54.951.822                                               Rp88.167.381

Banjarmasin      Rp55.538.922                                               Rp88.754.481

Balikpapan         Rp55.575.922                                               Rp88.791.481

Makassar           Rp55.893.179                                               Rp89.108.738

Jakarta               Rp58.542.722                                               Rp91.758.281

Kertajati              Rp58.559.022                                               Rp91.774.581

Baca juga: Harga Avtur Naik, Biaya Haji Tahun 2026 Justru Turun Rp2 Juta

Surabaya            Rp60.645.422                                               Rp93.860.981

Selain biaya yang dibayar jemaah, Keppres ini juga mengungkap total biaya riil penyelenggaraan haji per jemaah (BPIH Total) sebelum dikurangi nilai manfaat.

Sebagai gambaran, untuk Embarkasi Surabaya, total biaya aslinya mencapai Rp93.860.981. Sedangkan untuk Embarkasi Jakarta mencapai Rp91.758.281. Selisih antara biaya riil dan biaya yang dibayar jemaah inilah yang ditutup oleh Nilai Manfaat yang dikelola BPKH.

Pemerintah mengalokasikan Nilai Manfaat sebesar Rp6,69 triliun untuk jemaah haji reguler tahun 2026. Dana ini digunakan untuk mensubsidi berbagai komponen krusial agar biaya yang ditanggung jemaah tetap terjangkau.

Selain itu, terdapat alokasi nilai manfaat khusus untuk jemaah haji khusus sebesar Rp7,23 miliar.

Presiden RI Prabowo juga mengatur mekanisme penyetoran biaya haji. Jemaah haji reguler, petugas haji daerah, serta pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) diwajibkan menyetorkan dana melalui bank penerima setoran yang telah ditunjuk oleh BPKH.

Untuk detail teknis pelaksanaan, Presiden memberikan mandat penuh kepada Menteri Haji dan Umrah untuk menyusun aturan turunan guna memastikan kelancaran ibadah haji 2026. (hea/aditya)

Editor : Redaksi

Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru