Transformasi Industri Maritim Ramah Lingkungan
Surabaya – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan PT Penataran Angkatan Laut (PAL) Indonesia perkuat kolaborasi dalam pengembangan Green Shipyard atau Galangan Kapal Hijau untuk meningkatkan efisiensi energi, pengendalian limbah, dan produktivitas, untuk keberlanjutan daya saing industri galangan kapal nasional.
Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian menyampaikan bahwa green shipyard menjadi bagian penting dalam pengembangan konsep smart and green port.
Baca juga: Sidang Perkara Angkutan Bawang Bombay Dokumen Tak Sesuai
Penerapan konsep tersebut, kata Amarulla, tidak hanya berkaitan dengan pengurangan emisi karbon, tetapi juga mencakup efisiensi proses produksi dan peningkatan daya saing industri galangan kapal. Hal ini sebagai upaya mendukung transformasi industri maritim yang lebih ramah lingkungan.
“Green Shipyard harus menjadi salah satu target utama PT PAL. Jika galangan mampu memenuhi standar lingkungan, produk yang dihasilkan juga akan memiliki peluang lebih besar untuk diterima di pasar internasional,” jelas Amarulla, dalam keterangan resmi saat pembahasan tersebut berlangsung di PT PAL Surabaya, dikutip akhir Juli lalu.
Dijelaskan, tuntutan terhadap industri maritim yang lebih ramah lingkungan terus berkembang seiring dengan regulasi global. Apabila galangan kapal nasional tidak beradaptasi dengan standar tersebut, peluang untuk memasuki pasar tertentu, khususnya di Eropa dan Amerika, dapat semakin terbatas.
Amarulla bilang, BRIN memiliki teknologi dan kompetensi yang dapat mendukung PT PAL melalui pengujian, pemodelan, dan simulasi untuk meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
“Konsep green shipyard merupakan bagian dari konsep besar smart and green port. Karena itu, kita perlu mempersiapkannya sejak sekarang agar produk industri maritim nasional dapat memenuhi tuntutan pasar global,” tambah dia.
Di sisi lain, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) BRIN, Buana Ma’ruf menjelaskan, PRTH telah menyiapkan kajian dan pemodelan green shipyard pada proses produksi kapal berbasis pada metode Produc-oriented Work Breakdown Stucture (PWBS) berdasarkan kriteria dan sub-kriteria green shipyard.
Baca juga: BRIN Berharap Masyarakat Pantau dan Kelola Data Keanekaragaman Hayati
Kajian tersebut diarahkan untuk menghasilkan proses produksi yang lebih efisien dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.
“Kami mencoba melihat green shipyard dari sisi produktivitas dan lingkungan. Di satu sisi terdapat tuntutan penggunaan energi hijau dan pengurangan emisi, sementara di sisi lain industri tetap harus mempertahankan produktivitas yang tinggi,” jelas Buana dalam paparannya.
Menurut dia, penerapan green shipyard dapat memberikan sejumlah manfaat, antara lain menurunkan emisi karbon, menghemat energi, mengurangi limbah, meningkatkan produktivitas hingga 20 persen, serta menekan biaya produksi. Riset tersebut telah mendapatkan pendanaan dari LPDP selama tiga tahun.
“Kami berharap bekerja sama dengan PT PAL dalam pengembangan model green shipyard, dimana diantaranya mencakup production engineering, penyusunan standar, dan roadmap teknologi yang dibutuhkan untuk mendukung produksi kapal perang, kapal niaga, dan produk PT PAL lainnya,” ungkap dia.
Ditambahkan bahwa aspek lingkungan yang perlu diperhatikan mencakup kualitas udara dan air, pengelolaan limbah, manajemen energi, hingga keanekaragaman hayati. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memastikan penerapan green shipyard tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan industri.
Sementara itu, Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod menyambut baik kolaborasi dengan BRIN dalam pengembangan green shipyard. Menurut Kaharuddin, sinergi tersebut menjadi langkah konkret untuk memperkuat kemampuan industri galangan kapal nasional sekaligus menjawab tuntutan industri maritim global.
“BRIN sebagai saudara di pemerintahan harus bekerja sama lebih dalam lagi. Kami sangat terbantu untuk mewujudkan green shipyard ketika BRIN dan PT PAL dapat bersama-sama terjun dalam pengembangannya,” ujar Kaharuddin.
Melalui kolaborasi tersebut, BRIN dan PT PAL berupaya membangun model green shipyard yang sesuai dengan kebutuhan industri nasional. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat daya saing PT PAL sekaligus mendorong transformasi industri galangan kapal Indonesia agar lebih efisien, ramah lingkungan, dan mampu memenuhi standar pasar global. (eko-brint)
Editor : heddyawan