x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

BRIN Berharap Masyarakat Pantau dan Kelola Data Keanekaragaman Hayati

Avatar bukti.id

Peristiwa

Bandung – Dalam upaya mendukung pemantauan dan pengelolaan kelestarian biodiversitas dibutuhkan data lapangan yang lebih luas. Seiring kondisi itu, menghadapi tantangan berupa luasnya wilayah dan keterbatasan sumber daya manusia, Pusat Riset Sains Data dan Informasi (PRSDI) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengadakan DESAIN #8 (Dialog Eksplorasi Sains Data dan Informasi) bertema “Peran Citizen Science dalam Transformasi Data Biodiversitas”, Rabu (5/8/2026).

Penguatan ekosistem data biodiversitas nasional melalui pemanfaatan Citizen Science, sains data, dan teknologi digital sangat dibutuhkan di era digital. Kepala PRSDI BRIN, Esa Prakasa berharap dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengumpulan data ilmiah menjadi salah satu pendekatan penting untuk memperkuat basis data biodiversitas Indonesia.

“Citizen Science membuka peluang bagi masyarakat untuk berkontribusi langsung dalam pengumpulan dan dokumentasi data biodiversitas. Dengan dukungan sains data dan kecerdasan buatan, data yang dihimpun dapat memiliki kualitas dan nilai guna yang lebih tinggi untuk penelitian maupun pengambilan kebijakan berbasis bukti,” ujar Esa, melalui keterangan dinukil dari laman brin.go.id.

Perkembangan platform digital memungkinkan pencatatan keberadaan spesies, pemantauan habitat, hingga pelaporan perubahan lingkungan dilakukan secara lebih luas dan berkesinambungan. Hal ini berpotensi meningkatkan cakupan spasial dan temporal pengamatan biodiversitas di Indonesia.

Webinar ini menghadirkan tiga narasumber dari BRIN dan komunitas konservasi, di antaranya Rahardito Dio Prastowo yang membahas tantangan pengelolaan data Citizen Science, khususnya permasalahan data sparsity dan class imbalance pada data keanekaragaman hayati. Topik tersebut mengkaji tantangan utama dalam pemanfaatan data dari platform seperti iNaturalist, eBird, dan GBIF, yang umumnya memiliki distribusi tidak merata. Hanya sebagian kecil spesies yang memiliki jumlah observasi sangat banyak, sementara sebagian besar spesies memiliki data yang terbatas.

Kondisi tersebut dapat mempengaruhi kualitas analisis, identifikasi spesies, pemodelan distribusi spesies, hingga pengembangan sistem berbasis kecerdasan buatan. Perekayasa Ahli Pertama Pusat Riset Sains Data dan Informasi, Rahardito membahas penyebab dan karakteristik permasalahan tersebut, berbagai pendekatan yang telah digunakan untuk mengatasinya, serta tren penelitian dan peluang pengembangan di masa depan guna meningkatkan kualitas pemanfaatan data Citizen Science dalam mendukung konservasi dan pemantauan keanekaragaman hayati.

Selanjutnya, Denis Albihad dari Javan Wildlife Institute (JAWI) memaparkan pemanfaatan data biodiversitas untuk mendukung upaya konservasinya. Narasumber selanjutnya, Swiss Winnasis dari Birdpacker Indonesia yang akan menjelaskan inovasi teknologi dalam monitoring dan konservasi satwa liar.

Esa berharap acara ini dapat menjadi wadah untuk mempertemukan peneliti, praktisi konservasi, komunitas, akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kolaborasi lintas sektor.

“Transformasi data biodiversitas tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, sehingga dibutuhkan kolaborasi antara peneliti, komunitas, organisasi konservasi, dan masyarakat agar data yang dihasilkan lebih terbuka, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia,” harap dia.

Selain memperluas wawasan peserta mengenai tantangan dan peluang Citizen Science, kegiatan ini juga diharapkan menghasilkan rekomendasi terkait pengembangan platform data biodiversitas, riset kolaboratif, publikasi ilmiah, hingga policy brief yang mendukung konservasi keanekaragaman hayati serta dapat memperkuat pemanfaatan sains data dan teknologi digital. Sehingga dalam pengelolaan biodiversitas nasional dapat mendorong partisipasi masyarakat sebagai bagian penting dari ekosistem riset dan konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia. (eko-brint)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Rabu, 05 Agu 2026 21:43 WIB | Hukum

Sidang Perkara Angkutan Bawang Bombay Dokumen Tak Sesuai

Said Syaifudin jalani sidang lanjutan dalam perkara angkutan bawang bombay. ...
Rabu, 05 Agu 2026 13:10 WIB | Peristiwa

Menakar Figur Calon Dirut KBS yang Tak ‘Ciak’ Dana Pakan Satwa

Pemkot Surabaya: akuntabilitas menjadi syarat utama bagi calon Dirut Kebun Binatang Surabaya (KBS) agar tak ciak dana pakan satwa. ...
Rabu, 05 Agu 2026 10:31 WIB | Peristiwa

Bekas Lokalisasi Krengseng Rata dengan Tanah. Pemkab Sidoarjo Bongkar 21 Lapak

Kini, kawasan lokalisasi Krengseng di Sidoarjo rata dengan tanah. Dan memiliki fungsi lebih baik dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. ...
Rabu, 05 Agu 2026 08:10 WIB | Ekonomi

Tingkatkan PAD, Pemkab Lamongan Terapkan Parkir Nontunai

Lamongan bakal terapkan sistem pembayaran retribusi parkir secara nontunai melalui QRIS. ...
Selasa, 04 Agu 2026 11:10 WIB | Peristiwa

Pemkab Sidoarjo Gercep Tangani Sampah di Aliran Sungai di Sukodono

Pemkab Sidoarjo gercep atasi timbunan sampah di aliran sungai di Sukodono. ...
Selasa, 04 Agu 2026 05:37 WIB | Seni Budaya

Resmi Dilantik, DPD MATRA Lamongan Siap Perkuat Pelestarian Budaya Lokal

DPD MATRA Lamongan sepakat perkuat pelestarian budaya lokal. ...