Jakarta, bukti.id – Untuk kali kesekian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin kerja sama dengan pihak Perbankan. Kolab kali ini, BRIN menjalin kesepakatan dengan BNI Ventures.
Kolab tersebut untuk mempercepat hilirisasi, komersialisasi, dan pembukaan akses pendanaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta startup berbasis riset. Pertemuan strategis ini bertujuan untuk menjembatani hasil riset agar memiliki kesiapan investasi dan mampu bertahan di pasar komersial.
Baca juga: BRIN Perkuat Stasiun Satelit untuk Mitigasi Bencana
Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R Hendrian memaparkan, teknologi yang dihasilkan oleh para periset BRIN tidak hanya ditujukan untuk industri besar atau pemerintah, melainkan juga untuk pelaku UMKM. Akan tetapi, inovasi yang kuat tidak menjamin kuatnya sebuah startup dan UMKM terkait. Tantangan terbesar bukan hanya pada ketersediaan teknologi, melainkan pada ketahanan (sustainability) di pasar.
“Kami ingin hadir untuk bisa mematangkan, memperkuat, memberdayakan, dan menginkubasi teman-teman yang terlibat di UMKM, startup, dan lain-lain. Ada banyak kasus di mana pada tahun-tahun pertama dan kedua, startup dan UMKM akan tampak kuat dengan dukungan teknologi dan mereka optimis masuk pasar. Tapi ujian yang sesungguhnya adalah melihat seberapa bertahan mereka ada di sana, terutama untuk bisa berkompetisi di pasar nasional dan internasional,” urai Hendrian di Gedung BJ Habibie, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).
Atas dasar itu, kehadiran BNI Ventures dinilai sangat krusial. Hendrian menegaskan BRIN tidak bisa bekerja sendirian. Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dukungan di area manajemen, bisnis, dan pendanaan agar produk inovasi benar-benar matang.
Sinergi pendanaan dan komersialisasi ini akan segera diimplementasikan dalam skala yang lebih besar melalui ajang Indonesia Innovation Summit and Expo (IISE) yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini. Ajang tersebut akan menjadi panggung pitching bagi para pelaku UMKM dan startup binaan BRIN untuk unjuk gigi di hadapan para investor.
Baca juga: Diskusi Publik Refleksi Dua Tahun Asta Cita. Dorong UMKM Lewati Tantangan untuk Naik Kelas
Terkait perhelatan tersebut, Hendrian berharap kemitraan ini menjadi langkah awal yang dapat terus berkesinambungan.
“Kolaborasi dengan BNI Ventures ini sangat strategis dan kami sangat menyambut baik. Mudah-mudahan ini tidak hanya untuk pitching dan melihat UMKM serta startup yang bagus pada IISE, tetapi kami mengundang BNI Ventures dengan harapan kita bisa bersama-sama membesarkan startup dan UMKM di Indonesia, baik untuk tahun 2026 ini maupun tahun-tahun berikutnya,” harap dia.
Pernyataan tersebut disambut baik dan didukung penuh oleh Chief Financial Officer (CFO) BNI Ventures, Lugas Prancafitri.
Baca juga: Manfaatkan Handphone. RLD Ajak UMKM Surabaya Dongkrak Penjualan Via Promosi Digital
Mewakili Corporate Venture Capital dari BNI Group, Lugas sepakat inovasi yang sukses adalah inovasi yang menjawab masalah nyata di masyarakat dan bernilai ekonomis.
“Dalam hal ini kita juga perlu menyambungkan bagaimana suatu teknologi atau inovasi itu benar-benar bisa menyelesaikan suatu permasalahan nyata dalam ranah komersial, supaya solusi tersebut bisa tersusun menjadi sesuatu yang berharga. Kami berharap di dalam aktivitas IISE, kita dapat berkolaborasi lebih lanjut dari sana,” tutur Lugas. (eko-brint)
Editor : heddyawan