x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Sarjana Hukum Edarkan Upal

Avatar bukti.id

Hukum

Lamongan, bukti.id – Tim Joko Tingkir Satreskrim Polres Lamongan membekuk pelaku pengedar uang palsu (upal).

Adalah Olan Afendi (52), warga Dusun Ngembet, Desa Sukobendu, Kecamatan Mantup, Lamongan. pria menyandang gelar sarjana hukum itu dibekuk di rumah kos, di Kompleks Perumahan Made, Lamongan.

Terungkapnya kasus ini berawal laporan masyarakat. Bahwa, tersangka kedapatan berbelanja dengan menggunakan upal. Informasinya, tersangka diketahui berdomisili di Perumnas Made. Hasil laporan ini kemudian dikembangkan Tim Joko Tingkir dengan penyelidikan di lapangan.

‘’Tim Joko Tingkir ini sudah mendapatkan identitas tersangka. Tapi, untuk mendapatkan untuk modal penangkapan tidak mudah. Tapi, berkat kerja keras tim ini, akhirnya tersangka ditangkap dengan barang buktinya, ‘’kata Kapolres Lamongan AKBP Harun, Rabu (14/10/2020).

Tersangka, lanjut Harun, ditangkap di rumah kos. Saat digeledah petugas menemukan barang bukti sejumlah sekitar Rp 9 juta. Upal kondisi baru dengan pecahan Rp 100 ribuan. Saat itu juga tersangka dibawa ke Mapolres Lamongan.

‘’Bentuk fisik upal sangat bagus. Kalau kita tidak teliti bisa tertipu beneran. Karena itu masyarakat juga harus berhati-hati. Selain meraba, menerawang untuk mengetahui uang itu asli atau tidak memang sangat penting, ‘’ terangnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka mengaku upal itu didapat dari Siswadi, asal Puri, Mojokerto. Tersangka mendapatkan uang tersebut saat bertemu di Alun Alun Lamongan sebanyak Rp 10 juta.

Kalaupun saat ditangkap petugas hanya mendapatkan Rp 9 juta, pengakuannya yang Rp 1 juta sudah dibelanjakan dan dipakai untuk pergi ke Jogjakarta. Upal Rp 1 juta itu menyisakan Rp 141 ribu, kini juga dijadikan sebagai barang bukti.

‘’Saya baru sekali ini berurusan dengan uang palsu ini. Dan baru di Lamongan saja uang itu saya gunakan. Saya menyesal, ‘’ akunya, saat dihadapkan di press conference kepada sejumlah jurnalis.

Untuk kasus ini tersangka dijerat pasal pasal pasal 36 ayat (2) dan ayat (3) jo 26 Ayat (2) dan ayat (3) UU Rl No. 7 Tahun 2011 tentang mata uang. Ancaman hukumannya, paling lama 15 tahun kurungan penjara.

‘’Kita masih mengembangkan kasusnya. Untuk teman tersangka yang asal Mojkerto itu, kini juga sedang dalam proses hukum di Poltabes Surabaya, ‘’ tandas Harun. (ron)

 

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Rabu, 16 Sep 2026 18:10 WIB | Peristiwa

Mengulik Hasil Uji Kompetensi Guru 2026 di Situbondo

Mengulik hasil uji kompetisi guru tahun 2026 di Situbondo yang terkait dengan penempatan jabatan. ...
Selasa, 15 Sep 2026 15:27 WIB | Peristiwa

PTP Nonpetikemas dan UNIBA Madura Dorong Industrialisasi Kawasan di Era Transformasi Ekonomi

PT Pelabuhan Tanjung Priok bersinergi UNIBA Madura lewat stadium general. ...
Kamis, 10 Sep 2026 16:35 WIB | Peristiwa

Dampak Kekeringan di Malang. PTPN I Regional 5 Salurkan Air Bersih

PTPN I Regional 5 salurkan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di Malang. ...
Rabu, 09 Sep 2026 08:02 WIB | Peristiwa

Peneliti Rekonstruksi Sejarah Erupsi Gunung Api Berdasar Karakterisasi Endapan Material Vulkanik

Rekonstruksi sejarah erupsi gunung api bisa berdasar pada karakteristik material vulkanik. ...
Rabu, 09 Sep 2026 05:10 WIB | Peristiwa

Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau, Lima Jurnalis Hilang Kontak

Lima jurnalis hilang kontak saat liputan erupsi Gunung Anak Krakatau, FPI bantu pencarian. ...
Senin, 07 Sep 2026 18:10 WIB | Peristiwa

Sekolah Kader GMNI Surabaya. Tri Prakoso: Literasi, Pondasi Membaca Realitas yang Terjadi

Rendahnya literasi, melemahkan kemampuan analisis, paparan penting pada Sekolah Kader GMNI Surabaya. ...