x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Cagar Budaya Lamongan Kantongi SK Bupati

Avatar bukti.id

Nusantara

Lamongan, bukti.id - Catatan sejarah, Belanda menjajah Indonesia selama 3,5 abad atau 350 tahun. Sangat lama, terbilang  kurang lebih lima turunan kehidupan manusia, jika dirata-rata berumur 70 tahun.

Tetapi, selama penjajahan itu Belanda tidak banyak meninggalkan kenangan di Lamongan. Utamanya berupa  bangunan. Jumlahnya sangat kecil, tidak seperti daerah lain, seperti Surabaya.

Terbukti, Pemkab Lamongan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati terkait  penetapan cagar budaya, hanya mencatat dua bangunan. Yakni, Toren Air yang berlokasi di Aloon Aloon Lamongan dan bangunan kelas panggung di SMPN 1 Lamongan. Keduanya berada di Kecamatan Lamongan.

Sedang penetapan status cagar budanya di Lamongan lebih banyak pada situs dan benda sejarah di masa kerajaan yang mwnyebar di sejumlah kecamatan.

Situs ada delapan. Beberapa di antaranya, situs  Candi Pataan, Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, situs Balun, Desa Balun, Kecamatan Turi, situs Barang fi Desa Pendowo Limo, Kecamatan Karang Binangun, situs Pringhoboyo, Di Desa Pringgoboyo, Kecamatan Maduran dan lainnya.

Adapun yang berupa benda sebanyak 14 buah. Seperti, prasasti dan sepasang gentong di halaman Masjid Agung Lamongan, di Keluarahan Temenggungan, Kecamatan Lamongan dan sejumlah prasasti yang banyak berada  di Kecamatan Sambeng dan Ngimbang.

Kabid Kebudayaan Disparbud Lamongan, Miftah Alamudin membenarkan jika sudah ada beberapa situs sejarah di Lamongan yang sudah mendapat SK penetapan sebagai cagar budaya dari Bupati Lamongan.

"Pengajuan penetapan status cagar budaya ini didasarkan data dan kajian sejarah dari tim ahli sejarah, " kata pria yang karib dipanggil Udin ini, Senin (15/3/2021).

Sebenarnya, lanjut Udin, Lamongan masih banyak memiliki sejumlah situs sejarah, termasuk bnangunan Bepanda. Tetapi, baru sejumlah itu yang di SK Bupati Lamongan. Dan, rekomendasi penetapan dan SK Bupati juga baru turun per Pebruari lalu.

"Untk menetapkan cagar budaya dibutuhkan proses panjang. Sebab, tim ahli yang dibentuk tidak hanya mendata tapi juga menyidangkan benda-benda tersebut. Tim ahli cagar budaya juga harus bersertifikasi sesuai keahlian," ungkap dia.

Dengan ditetapkannya benda, masih menurut Udin, bangunan dan situs bersejarah sebagai cagar budaya secara otomatis memiliki kekuatan hukum.

"Sehingga, Pemkab Lamongan juga dapat melindunginya, " tandasnya. (ron)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Senin, 20 Jul 2026 17:05 WIB | Hukum

Perkara Agustin Widyawati dan Ranto Hensa Barlin Sidauruk Berlanjut, Usai Perlawanan Dakwaan Ditolak Hakim

Hakim PN Surabaya tolak pengajuan terdakwa Agustin dan Ranto dalam perkara penipuan ...
Minggu, 19 Jul 2026 08:34 WIB | Peristiwa

Tokoh Penggerak UMKM Ari Prabowo Berjanji Sinergikan Pariwisata dan UMKM

Jadi Ketum GEMI, Ari berjanji sinergikan pariwisata dan UMKM. ...
Sabtu, 18 Jul 2026 11:42 WIB | Peristiwa

Sah. Ari Prabowo Terpilih Jadi Ketum MANTRA periode 2026–2031

Munas I MANTRA sepakat memilih Ari Prabowo sebagai Ketum MANTRA periode 2026-2031. ...
Sabtu, 18 Jul 2026 08:08 WIB | Peristiwa

MANTRA Gelar Munas I di Surabaya. Fokus Tingkatkan Kualitas SDM Konstruksi

Munas I Mantra momen penting bagi pekerja konstruksi Indonesia. ...
Jumat, 17 Jul 2026 05:10 WIB | Peristiwa

Urai Kemacetan Gedangan. Sidoarjo Bakal Miliki Flyover di Lokasi ini

Urai kemacetan di Gedangan, Pemkab Sidoarjo bakal bangun flyover. ...
Jumat, 17 Jul 2026 04:05 WIB | Hukum

Beli Solar Subsidi Ber-barcode Kerjasama Operator SPBU, Hendrik Setiawan dan Rudi Agus Jalani Sidang

Sidang perkara pembelian BBM solar subsidi, majelis hakim pertanyakan status operator SPBU. ...