x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Anggaran Pariwisata Naik Jadi Rp3,7 Triliun

Avatar bukti.id

Ekonomi

Jakarta, bukti.id – Ada kabar gembira untuk sektor pariwisata negeri ini. Kabarnya, dana hibah untuk sektor pariwisata 2021 bakal naik dari tahun lalu. Perkiraan kenaikan hingga Rp3,7 triliun.

“Dana hibah untuk sektor pariwisata 20201 akan naik dari tahun lalu. Kenaikan tersebut telah diusulkan kepada Presiden Joko Widodo, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto,” ungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

Ungkapan tersebut disampaikan Sandiaga pada rapat kerja nasional (Rakernas) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Kamis (18/3/2021).

"Jadi naik estimasinya Rp2,7 triliun sampai Rp3,7 triliun. Itu yang kami ajukan, makanya Pak Menko ini penting dilobi oleh teman-teman PHRI, karena bolanya ujungnya di menko perekonomian dan tentunya di presiden," ujar menteri yang karib disapa Sandi itu.

Sandi menyebut, dana hibah pariwisata 2020 telah tersalur Rp2,2 triliun atau sekitar 75 persen dari anggaran Rp3,3 triliun. Ini tersalurkan ke 6.700 hotel dan 7.600 restoran di seluruh Indonesia.

“Harapannya, penyaluran dana hibah di tahun ini akan lebih baik. Sebab, program tersebut sangat bermanfaat bagi bisnis di sektor pariwisata,” ujar Sandi seraya mengatakan jika saat ini, kondisi berbagai destinasi wisata prioritas sendiri cukup memprihatinkan.

Pasalnya, kata dia, sudah lebih dari setahun sejak covid-19 masuk ke Indonesia kawasan-kawasan tersebut sepi pelancong.

“Saya sangat prihatin di destinasi-destinasi prioritas termasuk destinasi tulang punggung, Bali, Borobudur, Semarang sudah satu tahun (sepi). Jadi kita harus bangkitkan semangat mereka," tuturnya.

Namun, Sandi optimistis sektor pariwisata akan segera bangkit mengingat hotel dan restoran merupakan bidang usaha yang cukup strategis. Selain itu, krisis juga menjadi momentum untuk menempa para pengusaha untuk menjadi lebih berkualitas.

"Seperti krisis 1997, 1998, 2008, 2009. Di 2007 saya berikan contoh ada lonjakan jumlah dan kualitas entrepreneur yang fantastis setelah global crisis. 57 persen pengusaha yang masuk daftar Fortune 500 adalah justru usaha yang lahir saat krisis," tutup Sandi. (pra)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Minggu, 18 Okt 2026 13:30 WIB | Peristiwa

BRIN Dorong Energi Terbarukan agar Kualitas Hasil Panen dan Tangkapan Ikan Optimal

BRIN dorong pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung proses pascapanen di sektor perkebunan dan perikanan. ...
Minggu, 18 Okt 2026 10:25 WIB | Peristiwa

Pelatihan Jurnalistik Batch#3. Kolab GMNI Surabaya Raya dan RLD Asah Nalar Kritis Berbasis Fakta

Pelatihan Jurnalistik Batch #3 kolaborasi DPC GMNI Surabaya Raya dan Rumah Literasi Digital di The Alana Hotel. ...
Minggu, 18 Okt 2026 08:15 WIB | Hukum

Kasus Korupsi Bupati Klaten. KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Rp934 Juta

Drama lanjutan OTT di Klaten, penyidik KPK sita sebuah tong biru yang berisi uang Rp934 juta. Uang hasil korupsi? ...
Minggu, 18 Okt 2026 07:42 WIB | Ekonomi

Warga Jawa Timur Tak Perlu Cemas Soal BBM. Wagub Emil Pastikan Stok Aman

Wagub Emil: stok BBM di Jawa Timur dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. ...
Minggu, 18 Okt 2026 05:10 WIB | Ekonomi

Pemkab Lamongan Yakin, 2026 Produksi Padi Melimpah

Pada 2026, Pemkab Lamongan yakin mampu menghasilkan produksi padi melampaui capaian tahun sebelumnya, mencapai sekitar 1,335 juta ton. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 19:10 WIB | Peristiwa

Dai Sejuta Mimbar. Kerja Bareng BRIN dan BPKH

BPKH dan BRIN 'lahirkan' Dai Sejuta Mimbar, yakni edukasi rencana haji dan dakwah pakai platform digital. ...