x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Disperindag Lamongan Sidak Pasar

Avatar bukti.id

Nusantara

Lamongan, bukti.id –  Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lamongan tidak mau kecolongan. Untuk mengantisipasi keresahan masyarat terkait beredarnya cabai palsu-cabai dicat- di Banyuwangi, pihaknya langsung sidak pasar, Senin (22/3/2021).

Yakni, untuk melakukan pengecekan secara langsung kenyataan perdagangan lombok, apakah ada jenis lombok yang beredar seperti kabar santer yang terjadi Banyuwangi.

Bahkan, satu persatu kios penjual cabai didatangi. Hasilnya, nihil. Dari pengecekan secara langsung, serta hasil komunikasi dengan pelaku usaha maupun dengan pengelola pasar, terutama pasar daerah maupun pasar-pasar desa, sampai dengan saat ini tidak ada informasi dan saya pastikan tidak ada cabai yang dicat, yang sekarang ramai diperbincangkan tandas Kepala Disperindag Lamongan, Muhammad Zamroni.

Sekalipun tidak ditemukan peredaran cabai yang dicat,  Zamroni tetap mengimbau para pedagang agar tidak menerima pasokan cabai yang diwarna atau dicat.

"Ini demi perlindungan konsumen. Jangan sampai ada yang memperjualbelikan. Dan kita berharap semua harus teliti. Jika ada yang didapati  sengaja memperjualbelikan pasti ada sanksi," paparnya.

Sementara, Nikmah, salah seorang pedagang lombok di Pasar Sidoharjo mengaku senang ada pengecekan langsung dari pemerintah. Karena konsumen menjadi lebih yakin kalau di Lamongan tidak ditemukan lombok palsu.

"Ciri-cirinya kelihatan sekali, itu cabe asli atau cabe palsu,” ujar dia.

Sementara itu, salah satu pedagang cabai di Pasar Sidoarjo Lamongan, Yasni mengungkapkan bahwa untuk membedakan cabai yang dicat dengan cabai yang berwarna asli cukup mudah, karena secara fisik sangat berbeda.

"Meskipun ada kabar lombok palsu. Sampai saat ini tidak ada pengaruhnya terhadap daya beli konsumen, ujarnya.

Disebutkan, harga cabe merah selir (merah semua) harganya masih seputat Rp 120 ribu per kilogram. Kalau dicampur lombok sejenis warna hijau harga Rp 100 ribu. (ron)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Rabu, 16 Sep 2026 18:10 WIB | Peristiwa

Mengulik Hasil Uji Kompetensi Guru 2026 di Situbondo

Mengulik hasil uji kompetisi guru tahun 2026 di Situbondo yang terkait dengan penempatan jabatan. ...
Selasa, 15 Sep 2026 15:27 WIB | Peristiwa

PTP Nonpetikemas dan UNIBA Madura Dorong Industrialisasi Kawasan di Era Transformasi Ekonomi

PT Pelabuhan Tanjung Priok bersinergi UNIBA Madura lewat stadium general. ...
Kamis, 10 Sep 2026 16:35 WIB | Peristiwa

Dampak Kekeringan di Malang. PTPN I Regional 5 Salurkan Air Bersih

PTPN I Regional 5 salurkan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan di Malang. ...
Rabu, 09 Sep 2026 08:02 WIB | Peristiwa

Peneliti Rekonstruksi Sejarah Erupsi Gunung Api Berdasar Karakterisasi Endapan Material Vulkanik

Rekonstruksi sejarah erupsi gunung api bisa berdasar pada karakteristik material vulkanik. ...
Rabu, 09 Sep 2026 05:10 WIB | Peristiwa

Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau, Lima Jurnalis Hilang Kontak

Lima jurnalis hilang kontak saat liputan erupsi Gunung Anak Krakatau, FPI bantu pencarian. ...
Senin, 07 Sep 2026 18:10 WIB | Peristiwa

Sekolah Kader GMNI Surabaya. Tri Prakoso: Literasi, Pondasi Membaca Realitas yang Terjadi

Rendahnya literasi, melemahkan kemampuan analisis, paparan penting pada Sekolah Kader GMNI Surabaya. ...