Instruksi Kapolri : Kesiapsiagaan Wilayah Ditingkatkan
Jakarta, bukti.id – Sambut perayaan Jumat Agung dan Paskah, besok, Jumat (2/4/2021), jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah masing-masing. Hal tersebut sesuai instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Peningkatan keamanan tersebut dilakukan juga karena pasca bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021) lalu.
“Asisten Kapolri di bidang operasi telah mengeluarkan jukrah ke wilayah, STR nomor 218 yang isinya adalah meningkatkan kesiapsiagaan seluruh wilayah pascaterjadinya penyerangan di Gereja Katedral Makassar,” tandas Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono, Kamis (1/4/2021).
Terkait pengamanan perayaan jelang Paskah, dipaparkan Rusdi, kegiatan Paskah dalam Kepolisian sudah masuk kalender Kamtibmas. Artinya, adalah kegiatan yang setiap tahun selalu ada.
“Ketika kegiatan yang masuk dalam kalender Kamtibmas otomatis dia sudah masuk dalam rencana pengamanan Kepolisian di wilayah masing-masing, itu otomatis,” ujar dia.
Menurut Rusdi, dengan situasi kekinian permasalahan yang terjadi di Makassar tentunya kesiapsiagaan kepolisian ditingkatkan.
Pasca kejadian di Makassar, Asisten Kapolri di bidang operasi telah mengeluarkan petunjuk dan arahan (jukrah) ke wilayah.
Jukrah dituangkan dalam STR Nomor 218 yang berisi terkait meningkatkan kesiapsiagaan seluruh wilayah pascaterjadi penyerangan di Gereja Katedral Makassar.
Salah satu isi STR, adalah meningkatkan kesiapsiagaan dalam rangka mengantisipasi kegiatan Paskah.
“Jadi sudah jelas Paskah kalender Kamtibmas dengan situasi Makassar pascabom gereja keluar jukrah dari Mabes Polri kepada wilayah untuk meningkatkan kesiapsiagaan termasuk pengamanan dari pada kegiatah Paskah,” kata dia.
Untuk personel yang dikerahkan, lanjut Rusdi, disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan dengan melakukan identifikasi melihat tingkat kerawanan yang kemungkinan terjadi di tempat ibadah tersebut.
Polri berupaya mendeteksi kerawanan lalu dilakukan identifikasi guna mempersiapkan personel.
“Personelnya disesuaikan dengan kerawanan, tentunya Polri berprinsip tidak menganggap remeh, artinya kesiapsiagaan itu menjadi prioritas,” tutup Rusdi. (pra)
Editor : heddyawan