x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Menggadang-gadang Sosok Menteri Investasi

Avatar bukti.id

Pemerintahan

Jakarta, bukti.id – Reshuffle kabinet sepertinya bukan sebuah wacana lagi. Dalam waktu tak lama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal menunjuk menteri barunya. Terlebih DPR pun juga memberi lampu hijau.

Dikabarkan, ada dua posisi baru yang mewarnai susunan kabinet Presiden Jokowi, yakni penggabungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), serta pembentukan kementerian baru yaitu Kementerian Investasi.

Kedua jabatan penting itupun telah mendapat persetujuan parlemen di Senayan. DPR menyetujui Surat Presiden (Surpres) yang berisi pertimbangan penggabungan dan pembentukan kementerian.

Surpres yang dimaksud adalah, penggabungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Riset dan Teknologi, serta membentuk Kementerian Investasi.

Di sisi lain, disebutkan jika sejak lama, Presiden Jokowi berkeinginan untuk membentuk kementerian yang fokus mengurusi investasi.

Gayung bersambut. Kalangan pengusaha juga sudah menyambut positif pembentukan kementerian Investasi.

Bahlil Lahaladia 

Pihak Istana Kepresidenan menyebut, munculnya Kementerian Investasi tidak lepas dari keberadaan UU Ciptaker.

Dalam beleid Cipta Kerja, seluruh urusan perizinan berusaha memang berada satu pintu di BKPM. Namun ke depan, BKPM dianggap tidak cukup kuat mengatasi semua persoalan itu, sehingga diperlukan perubahan.

Berbicara soal Kementerian Investasi, keberadaan lembaga ini sendiri belum diketahui secara pasti. Apakah akan menggantikan fungsi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang selama ini mengurusi persoalan investasi.

Lantas, siapa yang dianggap mumpuni menjadi ‘jendral’ di Kementerian Investasi? Berikut nama-nama mereka yang masuk dalam bursa, menurut sudut pandang berbeda.

Basuki Tjahaja Purnama. Pria yang populer dengan nama Ahok ini, muncul dari Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA), Fadhli Harahab menyatakan sosok Ahok cocok jadi Menteri Investasi.

Pada setiap kesempatan di sejumlah media, Fadhli kerap menyebut nama Ahok cocok menduduki posisi Menteri Investasi.

Ungkapan Fadhli berseberangan dengan pendapat Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun, yang mengatakan tidak mungkin Presiden Jokowi memilih Ahok jadi menteri. Karena ada potensi melanggar UU.

Bahkan dalam channel Youtubenya, Refly menyebut UU Kementerian Negara melarang sesorang yang pernah diancam pidana lima tahun penjara menjadi Menteri.

Muhammad Lutfi 

Memang, dalam perjalanan karirnya Ahok dipenjara dua tahun. Kendati demikian, menurut Refly, ancaman hukumannya sampai lima tahun.

Bahlil Lahaladia. Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin meyakini, posisi Bahlil Lahaladia sebagai penyelenggara negara tetap aman dalam kabinet.

Menurut dia, kinerja eks Ketua Umum HIPMI itu cukup efektif dalam satu tahun terakhir.

“Kalau dilihat dari kinerja yang luar biasa, kinerja pak Bahlil yang luar biasa dalam setahun ini dengan luar biasa gimana memasukkan investasi yang ratusan triliun, kinerja seperti ini saya kira dilantik kembali, meskipun kita tidak boleh mendahului Allah,” papar Ngabalin.

Bahlil banyak disebut jika Presiden Jokowi memang menyukai kinerjanya. Mahfum jika Bahlil menjadi kandidat kuat sebagai Menteri Investasi.

Berbeda dengan pakar komunikasi politik, Hendri Satrio justru mengatakan Bahlil tidak pantas menduduki posisi tersebut.

“Kementerian Investasi, apakah akan ditempati Bahlil Lahadalia? Belum tentu juga. Sebelumnya Bahlil ada case yang dia menghalalkan money politics. Itu kan jelek,” tukas dia.

Case yang dimaksud Hendri terekam dalam sebuah video dukungan Bahlil pada pencalonan Arsjad Rasjid yang maju sebagai calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri.

“Ini pestanya orang daerah. Jadi usdahlah temen-temen daerah jangan dulu kasih gratis ini barang, dimainkan dulu barang ini. Dua-duanya kan konglomerat. Gak apa mainkan aja dulu, gak apa. Ambil uang aja belom tentu memilih, apa lagi gak ambil uang,” ujar Bahlil kala itu.

Justru Hendri malah mencatut nama lain. Dia beropini tidak tertutup kemungkinan Muhammad Lutfi yang menjadi Menteri Investasi. Dia, lanjut Hendri, digeser dari Kementerian Perdagangan lantaran kontroversi beras impor. Dan mungkin yang Kemendag diisi yang lain. (edd)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Selasa, 21 Jul 2026 05:45 WIB | Hukum

Jual Kosmetik asal Cina Tanpa Izin BPOM, Sidang Jefry Berlanjut

Sidang perkara penjualan obat tanpa ijin edar BPOM, dengan terdakwa Jefry tetap berlanjut. ...
Senin, 20 Jul 2026 17:05 WIB | Hukum

Perkara Agustin Widyawati dan Ranto Hensa Barlin Sidauruk Berlanjut, Usai Perlawanan Dakwaan Ditolak Hakim

Hakim PN Surabaya tolak pengajuan terdakwa Agustin dan Ranto dalam perkara penipuan ...
Minggu, 19 Jul 2026 08:34 WIB | Peristiwa

Tokoh Penggerak UMKM Ari Prabowo Berjanji Sinergikan Pariwisata dan UMKM

Jadi Ketum GEMI, Ari berjanji sinergikan pariwisata dan UMKM. ...
Sabtu, 18 Jul 2026 11:42 WIB | Peristiwa

Sah. Ari Prabowo Terpilih Jadi Ketum MANTRA periode 2026–2031

Munas I MANTRA sepakat memilih Ari Prabowo sebagai Ketum MANTRA periode 2026-2031. ...
Sabtu, 18 Jul 2026 08:08 WIB | Peristiwa

MANTRA Gelar Munas I di Surabaya. Fokus Tingkatkan Kualitas SDM Konstruksi

Munas I Mantra momen penting bagi pekerja konstruksi Indonesia. ...
Jumat, 17 Jul 2026 05:10 WIB | Peristiwa

Urai Kemacetan Gedangan. Sidoarjo Bakal Miliki Flyover di Lokasi ini

Urai kemacetan di Gedangan, Pemkab Sidoarjo bakal bangun flyover. ...