x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Pledoi Steven Richard Tuding Jaksa Salah Terapkan Hukum

Avatar bukti.id

Hukum

Surabaya, bukti.id – Sidang dengan terdakwa Direktur PT Surya Kreasi Smartindo (SKS), Steven Richard, yang dituntut 42 bulan pidana penjara, kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (19/8/2021), dengan agenda nota pembelaan oleh Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Nugroho Setiawan.

Sebelum membacakan nota pembelaan, PH terdakwa meminta pencocokan surat tuntutan JPU yang diberikan Majelis Hakim dengan yang diterimanya. Atas permintaan tersebut, Ketua Majelis Hakim, Martin Ginting, meminta JPU dan PH terdakwa guna maju untuk memastikan kesamaan surat tuntutan.

"Iya hanya memastikan saja. Lantaran, ada keraguan Penasehat Hukum terdakwa terkait surat tuntutan JPU yang diserahkan Majelis Hakim dengan yang diterimanya,” ujar Martin.

Selanjutnya, dalam nota pembelaan, PH terdakwa, menyebut, dakwaan JPU dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Novanto, salah menerapkan hukum.

Hal lainnya, pembahasan yuridis bila adanya sponsor terdapat uang Rp4 miliar, yang bukan lagi milik bank atau milik PT Hason Surya Elektronik (HSE), tetapi uang tersebut sisa dana sponsor yang seharusnya uang dimaksud dihabiskan sesuai dengan maksud dan tujuan dalam perjanjian.

Adapun, voucher yang diterima terdakwa kemudian dijual terbukti hanya sebanyak 200 lembar dengan pecahan senilai Rp100 ribu, sehingga senilai Rp20 juta. Selanjutnya, pembeli voucher dibelanjakan ke Hartono Elektronika.

Hal ini, tidak merugikan PT HSE, karena barang-barang telah terbayar lunas dengan voucher sponsor. Terdakwa hanya menjual voucher senilai Rp20 Juta tidak dimungkinkan dapat menimbulkan kerugian Rp4 miliar.

Berdasarkan surat dakwaan yang batal, terdakwa seharusnya tidak dapat dipidana.

Atas hal yang disampaikan, PH terdakwa yakin Majelis Hakim akan sependapat dengan alasan yuridis terdakwa.

Karena itu, PH terdakwa memohon Majelis Hakim berkenan menjatuhkan putusan dengan menyatakan, terdakwa tidak terbukti secara sah seperti yang didakwakan JPU, membebaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum atau menyatakan batal demi hukum surat dakwaan JPU.

Atas nota pembelaan terdakwa, Majelis Hakim memberi kesempatan terhadap JPU guna memberikan pendapat. Dalam kesempatan tersebut, JPU mohon waktu guna menyampaikan tanggapan atas nota pembelaan terdakwa.

Terpisah, JPU saat disinggung terkait tudingan PH terdakwa bahwa JPU salah menerapkan hukum, menyampaikan, pada prinsipnya nota pembelaan adalah moment Penasehat Hukum guna mematahkan dakwaannya.

Namun, dalam persepsinya, bahwa tuntutan yang diajukan sudah sah dan sudah memenuhi ketentuan dari syarat minimal pembuktian dengan dua alat bukti.

PH terdakwa yang menyebut, satu alat bukti itu adalah persepsi PH terdakwa yang berupaya mematahkan gagalkan tuntutan kami.

"Pihak kami, sengaja melakukan tanggapan nota pembelaan terdakwa karena kami berusaha membantah dan menunjukkan ke Majelis Hakim, bahwa alat bukti yang diuraikan telah memenuhi syarat minimum pembuktian dengan dua alat bukti,” cetus dia. (slm)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Selasa, 03 Nov 2026 19:10 WIB | Peristiwa

Jangan Remehkan Temulawak. Ini Hasil Penelitian BRIN

BRIN kembangkan bahan aktif antibakteri dari temulawak dengan mengombinasikan melalui teknologi berbasis nanoteknologi. ...
Selasa, 03 Nov 2026 17:30 WIB | Peristiwa

Pembangunan Inklusif. Lamongan Gencarkan Program Responsif Gender

Lamongan terus perkuat komitmen wujudkan pembangunan inklusif dan berkeadilan melalui strategi PUG. ...
Selasa, 03 Nov 2026 13:11 WIB | Ekonomi

Tingkatkan Efisiensi. Petambak Wajib Kenali Internet untuk Segala

Petambak Lamongan didorong manfaatkan penerapan teknologi berbasis Internet of Things (IoT). ...
Selasa, 03 Nov 2026 09:10 WIB | Peristiwa

Nggak Disiplin, 15 PPPK Paruh Waktu Pemkab Sidoarjo Tak Diperpanjang Kontrak

Dinilai tidak disiplin, 15 orang PPPK paruh waktu di lingkup Pemkab Sidoarjo, tidak dipanjangan kontraknya.  ...
Selasa, 03 Nov 2026 07:05 WIB | Wakil Rakyat

DPR RI Dorong Sertifikasi TKDN untuk Perluas Pasar IKM Sidoarjo

Pentingnya TKDN bagi IKM Sidoarjo agar mampu tembus pasar pengadaan pemerintah.  ...
Senin, 02 Nov 2026 15:15 WIB | Peristiwa

BRIN Minta Petani Waspadai Begomovirus yang Bisa Ancam Produksi Sayuran

BRIN ingatkan petani Indonesia meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Begomovirus, yang berpotensi mengganggu produksi hortikultura. ...