x bukti.id skyscraper
x bukti.id skyscraper

Pegawai Admin Klinik Gigi di Surabaya Jadi Pesakitan

Avatar bukti.id

Hukum

Surabaya, bukti.id – Perkara dugaan penggelapan yang disangkakan terhadap Pinkan Tuada Saputri, guna jalani proses hukum untuk mempertanggung-jawabkan perbuatannya di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, Kamis (9/9/2021).

Proses hukum memaksa Pinkan ditetapkan sebagai terdakwa lantaran, laporan pemilik sebuah klinik gigi di Surabaya.

Terdakwa dianggap pelapor menggelapkan uang pembayaran pasien. Diketahui, terdakwa adalah pegawai klinik tersebut sebagai tenaga administrasi.

Di persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Zulfikar, menghadirkan tiga orang saksi.

Dalam keterangannya, saksi pertama, pelapor, menyebutkan bahwa terdakwa adalah pegawai admin di kliniknya. Tiap pasien yang melakukan pembayaran secara tunai maupun transfer, yang menerima adalah terdakwa.

“Terdakwa mengambil pembayaran yang tunai, namun dalam invoice tercatat dan uang tidak disetorkan,” beber saksi.

Sedangkan, saksi kedua, yakni dokter di klinik itu, dalam keterangannya menyatakan, ketika terdakwa ditangkap, awalnya menggunakan uang sebesar Rp20 juta. Namun, setelah diserahkan bukti-bukti pembukuan melalui aplikasi, akhirnya terdakwa mengakui uang yang dipakai sebesar Rp37 juta.

Masih menurut saksi, saat perkara ini dilaporkan ke polisi, temuan kerugian Rp37 juta. Setelah dilaporkan, saksi berupaya membongkar data base pembayaran ada temuan kerugian Rp68 juta.

Keterangan lainnya, saksi menunjukkan surat pengakuan terdakwa, serta menunjukkan daftar nama pasien maupun penjumlahan pembayaran para pasien.

Saksi lainnya, yang menjadi asisten dokter di klinik tersebut, menyampaikan jika pasien selalu membayar ke kasir.
Saksi ini pernah melihat, terdakwa mengambil pembayaran pasien.

“Terdakwa ambil pembayaran pasien namun, saya tidak tahu jumlah yang diambil atau yang tidak disetorkan,” tukas dia.

Usai, ketiga saksi yang dihadirkan JPU memberikan keterangan, Majelis Hakim memberi kesempatan terhadap terdakwa guna menanggapi keterangan para saksi.

Adapun, tanggapan terdakwa yaitu, mengamini keterangan para saksi.

Atas perbuatannya JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 374 KUHP Juncto pasal 64 ayat (1) KUHP. (slm)

Editor : heddyawan

Artikel Terbaru
Minggu, 18 Okt 2026 13:30 WIB | Peristiwa

BRIN Dorong Energi Terbarukan agar Kualitas Hasil Panen dan Tangkapan Ikan Optimal

BRIN dorong pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung proses pascapanen di sektor perkebunan dan perikanan. ...
Minggu, 18 Okt 2026 10:25 WIB | Peristiwa

Pelatihan Jurnalistik Batch#3. Kolab GMNI Surabaya Raya dan RLD Asah Nalar Kritis Berbasis Fakta

Pelatihan Jurnalistik Batch #3 kolaborasi DPC GMNI Surabaya Raya dan Rumah Literasi Digital di The Alana Hotel. ...
Minggu, 18 Okt 2026 08:15 WIB | Hukum

Kasus Korupsi Bupati Klaten. KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Rp934 Juta

Drama lanjutan OTT di Klaten, penyidik KPK sita sebuah tong biru yang berisi uang Rp934 juta. Uang hasil korupsi? ...
Minggu, 18 Okt 2026 07:42 WIB | Ekonomi

Warga Jawa Timur Tak Perlu Cemas Soal BBM. Wagub Emil Pastikan Stok Aman

Wagub Emil: stok BBM di Jawa Timur dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. ...
Minggu, 18 Okt 2026 05:10 WIB | Ekonomi

Pemkab Lamongan Yakin, 2026 Produksi Padi Melimpah

Pada 2026, Pemkab Lamongan yakin mampu menghasilkan produksi padi melampaui capaian tahun sebelumnya, mencapai sekitar 1,335 juta ton. ...
Sabtu, 17 Okt 2026 19:10 WIB | Peristiwa

Dai Sejuta Mimbar. Kerja Bareng BRIN dan BPKH

BPKH dan BRIN 'lahirkan' Dai Sejuta Mimbar, yakni edukasi rencana haji dan dakwah pakai platform digital. ...